Itik Alabio-Master Agrinak

Itik
Typography
Inventor:
L Hardi Prasetyo, Triana Susanti, Pius P Ketaren, Argono R Setioko, Maijon Purba
Balai Penelitian Ternak

Dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak itik lokal di Indonesia, Balitnak telah melakukan berbagai penelitian pemuliaan. Dari berbagai hasil penelitian di Balitnak tentang keragaan dan potensi beberapa itik lokal yang ada di Indonesia, ternyata bahwa itik hasil persilangan antara itik Mojosari jantan dan itik Alabio betina menunjukkan keunggulan produksi telur jika dibandingkan dengan jenis-jenis itik lokal yang dominan ataupun persilangan di antaranya. Sehubungan dengan itu hasil persilangan antara itik Mojosari jantan dan Alabio betina menghasilkan itik alabio-master agrinak yang dianggap paling layak untuk dikembangkan sebagai itik hibrida unggul dan dipromosikan secara komersial.

Karakteristik Kualitatif:

  1. Postur tubuh : ramping seperti botol
  2. Warna bulu itik dewasa :
    • Jantan: cokelat totol-totol hitam atau putih pada kepala bagian atas; cokelat-abu-abu muda; pada bagian punggung dengan ekor warna hitam melengkung ke atas; dada berwarna cokelat putih keabuan; sayap berwarna cokelat kerlip perak hijau kebiruan;
    • Betina: hitam-putih pada kepala bagian atas; cokelat keabuan pada bagian punggung, dada, dan sayap dengan ekor lurus ke belakang;
  3. Warna ceker dan paruh : kuning gading tua untuk itik jantan dan betina;
  4. Warna kerabang telur : hijau kebiruan.

Keunggulan itik Alabio hasil seleksi yaitu:

• Keseragaman dan produksi telur 6 bulan yang meningkat • Umur pertama bertelur yang lebih pendek • Produksi telur selama satu tahun 78,8% atau setara dengan 287 butir/364 hari • Penentuan jenis kelamin (sexing) pada saat menetas (DOD) dapat dilakukan dengan lebih mudah yaitu berdasarkan warna bulu • Female line (tetua betina) untuk menghasilkan itik hibrida.

 


 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS