• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   

Peran TIK untuk pembangunan pertanian modern

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memunculkan optimisme akan peran pentingnya sebagai media komunikasi yang banyak menawarkan kemudahan. Disamping itu fasilitas TIK telah membawa paradigma baru dalam sistem penciptaan kemajuan perolehan pengolahan serta diseminasi inovasi hasil litbang.

Dalam kondisi tersebut  Balai Besar Litbang Pascapanen terus meningkatkan kualitas layanan TIK  dengan telah dilakukan kegiatan  Workshop Sosilisasi Web Sebagai Sarana Informasi diselenggarakan tanggal 25 Nopember 2014.

Acara dibuka oleh Kepala Balai,  dalam  sambutan dan arahan beliau yang  menekankan 4 hal dalam melihat peran TIK untuk pembangunan pertanian modern,  yaitu: (1) Bio-science dan bio-engineering,  (2) Pertanian Modern yang dilandasi oleh pertanian yang maju dan didukung oleh integrasi teknologi mulai dari sisi hulu hingga hilir dengan memberikan quality product, efisien, ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi dengan berbagai turunannya serta berdaya saing tinggi, (3) Pertanian modern yang didukung oleh karakter perekayasaan teknologi pertanian yang memiliki karakteristik tersendiri serta bersifat lokal spesifik, dan (4) pengembangan pertanian dengan penguasaan IT.

Acara selanjutnya disampaikan oleh para narasumber dengan materi:
•    Web sebagai sumber sarana informasi public efektif (Nandi Hendrian,MB)
•    Penerapan Teknologi Informasi dan Komukasi Tingkat Balitbangtan (Dhani Gartina, S.Kom, MT)
yang dilanjutkan dengan diskusi peserta workshop

Peserta yang hadir pada acara tersebut yaitu dari UK/UPT Badan Litbang Pertanian  wilayah Jabodetabek.

 

Indigofera spp. Sumber Pakan Ternak Berkualitas Tinggi

Indigofera spp. merupakan keluarga leguminosa yang multifungsi dan berpotensi sebagai sumber pakan ternak. Penelitian tentang potensi Indigofera spp. sebagai salah satu jenis hijauan pakan ternak, khususnya ternak ruminansia telah dilakukan cukup intensif oleh berbagai institusi dan telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah maupun publikasi lainnya. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Indigofera spp. berpotensi tinggi sebagai sumber pakan berkualitas tinggi dengan adaptasi yang baik terhadap kekeringan. Oleh karena itu, tumbuhan ini merupakan alternatif sumber pakan yang menjanjikan untuk mendukung pengembangan ternak ruminansia di berbagai agroekosistem.

Indigofera (tanaman kacang-kacangan) adalah tanaman yang multi fungsi antara lain: sumber pewarna biru untuk kain, obat tradisional, antimikroba, pupuk hijau dalam sistem pertanian yang berbasis padi, penutup tanah, hijauan pakan ternak. Tanaman ini mempunyai sifat pertumbuhan herba (Indigofera spicata, Indigofera astragalina), perdu/pohon (Indigofera tinctoria, Indigofera natalensis, Indigofera australis). Tumbuhan ini  dapat diperbanyak dengan biji maupun stek, tergantung dari spesies. Perbanyakan dengan biji relatif mudah, spesies yang dapat diperbanyak dengan biji maupun stek misalnya: Indigofera spicata, Indigofera arrecta. Sedangkan yang bisa diperbanyak dengan stek Indigofera suffructicosa dan spesies yang dapat diperbanyak dengan stek Indigofera hirsuta. (REP)

 

The 6th Livestock Research Group Meeting

Indonesia sudah menjadi anggota Livestock Research Group (LRG) sejak tahun 2008, yang setiap tahun mengadakan pertemuan untuk membahas penelitian dan aktivitas yang berkaitan dengan mitigasi gas rumah kaca dari setiap negara anggota LRG dalam rangka pengendalian emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan.

Pertemuan tahunan ke-6 anggota LRG diselenggarakan di Indonesia oleh Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan pada tanggal 14 – 15 Nopember 2014 bertempat di Jogjakarta Plaza Hotel-Yogyakarta. Pertemuan dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari 25 negara, setiap negara anggota diminta untuk partisipasi dua wakil anggota LRG.

Acara dibuka oleh Kepala Puslitbang Peternakan (Dr. Bess Tiesnamurti) mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian dalam sambutannya disampaikan bahwa di Indonesia berperan aktif di dalam mitigasi gas rumah kaca dan membuka kerjasama penelitian dengan luar neger dengan syarat sesuai dengan karakteristik dan geografi Indonesia dan sejalan dengan kebijakn nasional.

Selanjutnya pertemuan/diskusi dipimpin oleh chair LRG Martin Scholten (Wageningen UR, Belanda) dan co - chairs Harry Clark (New Zealand Agricultural Greenhouse Gas Research Centre).  Agenda pertemuan adalah laporan perkembangan penelitian dan kerjasama internasional dari masing-masing negara yang terkait dengan LRG dan membahas rencana kerja 12 bulan ke depan dari LRG dan kemungkinan kerjasama penelitian serta membangun network  diantara negara-negara anggota.

Pada tanggal 16 Nopember 2014 ada kegiatan tambahan pertemuan 11 negara di Asia untuk membangun kerjasama penelitian dalam bidang inventori dan mitigasi gas rumah kaca dari bidang peternakan, pertemuan tersebut di koordinir oleh Global Research Alliance.

   

Menuju Humas Profesional Untuk Indonesia Baru

Jabatan fungsional pranata humas melakukan kegiatan perencanaan, pelayanan informasi dan kehumasan, hubungan eksternal dan internal, audit komunikasi kehumasan dan pengembangan pelayanan informasi dan kehumasan. Pranata humas sebagai salah satu jabatan fungsional yang berada dibawah binaan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melaksanakan Pra Kongres Pranata Humas pada tanggal 11-12 November 2014 di Yogjakarta. Kegiatan ini bertujuan mewadahi pengembangan profesi dan sinergi pembinaan jabatan fungsional pranata humas.

Acara dibuka oleh Direktur Komunikasi Publik Tulus Subardjono yang dilanjutkan dengan talk show dengan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Ermil Tabrani (Praktisi) dan Lena Satika (Perhumas Yogja). Rangkaian dari kegiatan ini: Seminar Humas Pemerintah, Workshop Kehumasan, Pameran Pendidikan dan Kehumasan, Kompetisi Kehumasan dan Festival oleh-oleh nusantara. Workshop kehumasan meliputi: Sertifikasi humas atau publik relations, Penulisan ilmiah kehumasan, Monitoring isu kehumasan dan Klinik penilaian angka kredit. Pra kongres ini membahas: Tata tertib, Program dan Organisasi.

Pra Kongres ini wajib diikuti oleh pranata humas, dihadiri 400 orang pranata humas dari berbagai kementerian antara lain: Pertanian, Perhubungan, Kehutanan, Sosial, Keuangan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan PA, Agama, Kelautan Dan Perikanan, Perdagangan, Pemuda dan Olah Raga, Pekerjaan Umum, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional, Basarnas, LIPI, Badan Pusat Statistik, Bapeten, Lembaga Administrasi Negara, Kejaksaan Agung, Batan, BPPT, BNBP, Lembaga Sandy Negara, Setjen DPR RI dan BMKGdll. (REP)

 

Kongres Internasional Asia-Australasian Association Of Animal Production (AAAP) Societies Ke-16

Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah Kongres Internasional Asia-Australasian of Animal Production (AAAP) Societies ke-16 yang diselenggarakan di Yogyakarta.  Dalam sejarah penyelenggaraan Kongres AAAP, Indonesia telah menjadi tuan rumah untuk yang kedua kalinya.  Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada Kongres AAAP ke-7 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali.  AAAP yang saat ini beranggotakan 18 negara, didirikan pada tahun 1980 dengan tujuan mengabdikan diri untuk mewujudkan produksi ternak yang efisien di kawasan Asia-Australasia melalui kerjasama nasional, regional, internasional dan konferensi akademik.  Aktivitas utama AAAP adalah Penyelenggaraan Kongres AAAP setiap 2 tahunan, Publikasi the Asian-Australasian Journal of Animal Sciences dan Prosiding Kongres AAAP, Simposium dan Pemberian penghargaan bagi ilmuwan AAAP.

Kongres AAAP ke-16 diselenggarakan atas kerjasama antara Universitas Gadjah Mada, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), dan Kementerian Pertanian.  Lokasi penyelenggaraan berpusat di Gedung Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.  Tema Kongres AAAP ke-16 ini adalah “Sustainable Livestock Production in the Perspective of Food Security, Policy, Genetic Resources and Climate Change”.  Disamping seminar, secara parallel juga diselenggarakan beberapa Simposium di sekitar venue dan field trip.  Kongres ini merupakan forum komunikasi antara para peneliti, akademisi, industri, dan pemangku kepentingan di antara negara-negara Asia-Australasia yang berupaya untuk terus meningkatkan produksi pangan protein hewani melalui kolaborasi dan kerjasama antar ilmuwan yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi ternak di wilayah tersebut. 

Kongres AAAP ke-16 dibuka oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Inovasi dan Teknologi Pertanian (Dr. Mat Syukur) mewakili Menteri Pertanian tanggal 11 November 2014.  Sekitar 1.000 orang dari 42 negara hadir dalam kongres ini baik sebagai pemakalah oral, poster maupun listener.  Kongres berikutnya (ke-17) telah ditetapkan akan diselenggarakan di Jepang tahun 2018.  (EH)

   

Halaman 1 dari 2




Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redaksi
(c) Copyright 2009 - 2014 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.pertanian.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.pertanian.go.id