• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   

Mudahnya Beternak Ayam KUB

Puslitbang Peternakan menyiarkan cara beternak ayam kampung melalui radio RRI Bogor dalam acara Siaran Pedesaan dengan judul "Mudahnya Beternak Ayam Kampung" pada tanggal 25 Januari 2015 oleh Dr. Tike Sartika jam 19.30-20.00 WIB.

Dr. Tike Sartika menyampaikan bahwa Ayam Kampung Unggulan Badan Litbang Pertanian disingkat ayam KUB, adalah hasil seleksi ayam kampung selama 6 generasi yang diarahkan untuk meningkatkan produksi telurnya dan mengurangi sifat mengeramnya.

Ayam kampung biasanya bertelur 50 sampai 75 butir per tahun, sedangkan ayam KUB dapat bertelur hingga 180 butir per tahun. Karena Telurnya banyak sehingga ayam KUB ditujukan sebagai bibit induk untuk menghasilkan DOC (anak ayam umur 1 hari).

Untuk usaha pembesaran ayam kampung potong dapat dipanen pada umur 70 hari dengan bobot potong 0,9-1 kg. Untuk mendapatkan DOC yang tumbuhnya cepat ayam KUB harus dikawinkan dengan pejantan ayam kampung pilihan yang mempunyai bobot badan besar.

Beberapa hal yang harus dipersiapkan: kandang, pakan, tempat pakan, tempat air minum, vaksin (obat-obatan) dll. Pemeliharaan induk dapat dilakukan secara kandang litter atau floor, flok atau koloni atau dapat berupa kandang individu. Namun perlu diingat pemeliharaan dengan kandang individu perkawinannya harus dilaksanakan dengan cara inseminasi (IB). Aspek biosekuriti menjadi prioritas utama dalam usaha pembibitan unggas. (REP).

Berita Terkait:

 

 

Kunjungan Tim Website Puslitbangnak Ke Lolit Kambing Potong

Tim Website Puslitbangnak yang terdiri dari Ahmadi Riyanto  dan Pringgo Pandu Kusumo masing-masing sebagai Administrator dan Penyunting Pelaksana melakukan kunjungan kerja ke Lolit Kambing Potong pada tanggal 26-27 Januari 2015. Kunjungan  tsb. dalam rangka peningkatan kualitas situs website yang sesuai dengan  Panduan Umum Standar Pengembangan Aplikasi UK/UPT lingkup Balitangtan.

Acara dibuka oleh Kepala Loka Kambing Potong  Dr. Ir. Simon Elieser, M.Si . pada kesempatan tsb. beliau menyampaikan bahwa kedepannya website Lolit Kambing Potong bisa memperbaiki peringkat dan dapat menjadi juara seperti Puslitbangnak, yang saat ini ada di peringkat 17 kategori B Lingkup Badan Litbang Pertanian.

Acara dihadiri oleh 13 orang  staf yang mengelola website dan jaringan komputer. Kepala Lolit Kambing Potong meminta agar secepatnya dibuatkan SK untuk tim website dan jaringan serta merancang anggaran untuk mendukung sarana dan prasarana penunjang.

Dalam kunjungan kerja ini, Tim Website Puslitbangnak selaku pembina website lingkup UK/UPT Puslitbangnak melalukkan praktek/aplikasi untuk meningkatkan visibility, size, rich file dan  scholar. Selain itu juga diajarkan bagaimana cara membuat berita untuk isi website serta melakukan pengecekan infrastruktur jaringan internet yang ada di lolit kambing potong. (PANDU)

sumber: Lolit Kambing Potong

 

Puslitbangnak Tindaklanjuti Program UPSUS di Nusa Tenggara Timur

Pemerintah Pusat bertekad untuk mewujudkan swasembada pangan khususnya padi, jagung dan kedelai pada tahun 2017. Tekad tsb. diwujudkan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No 1243/Kpts/OT.160/12/2014, tanggal 5 Desember 2014, tentang Kelompok Kerja Upaya Khusus(UPSUS) Peningkatan Produksi, Padi, Jagung dan Kedelai melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi Dan Sarana Pendukungnya.

Sebagai tindak lanjut dari program tsb. Puslitbang Peternakan melakukan kunjungan kerja  ke Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Bali pada tanggal 13-16 Januari 2015.

Pada kunjungan kerja ini  Kapuslitbangnak Dr. Bess Tiesnamuti sebagai PJ Tim Supervisi UPSUS PJK Propinsi NTT melakukan rapat koordinasi yang dihadiri oleh, Pejabat eselon IV dari Direktur Budidaya dan Pasca Panen Hortikultura, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang – NTT (BPPSDMP) dan staf, Kepala BPTP NTT dan Peneliti BPTP NTT, dan Petugas Pendamping (LO) dari Ditjen PSP.

Hal-hal yang dibicarakan adalah mengenai langkah-langkah operasional pendayagunaan tenaga penyuluh pertanian di daerah dalam melaksanakan program peningkatan produksi PJK. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan siap membantu program UPSUS PJK tersebut. Sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Pertanian, telah dilaksanakan Gerakan Perbaikan Irigasi melalui Peletakan Batu Pertama UPSUS Propinsi NTT.

Pencanangan Gerakan Perbaikan Irigasi melalui Peletakan Batu Pertama UPSUS Propinsi NTT dilakukan serentak pada tanggal  20 Januari 2015  di Kabupaten Nagekeo, Flores Timur, Ende, Sikka, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Belu, Malaka, Timur Tengah Selatan (TTS), Timur Tengah Utara (TTU), Rotendao, Sumba Barat Daya (SBD), Sumba Tengah dan Kupang. (REP)

Berita Terkait:

   

Bisnis Menggiurkan dari Kelinci Rex

Eksotisme Kelinci menyimpan bisnis menggiurkan di baliknnya. Federasi Industri Kulit Internasional melaporkan bisnis Kulit kelinci dunia mencapai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 60 triliun.

Menurut Peneliti Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Yono C Rahardjo, Kelinci Rex menghasilkan bisnis beragam.  Mulai dari bisnis anak kelinci sebagai binatang kesayangan, bibit kelunci untuk induk dan pejatan, dan kelinci afkir.

Kemudian industri berbasis kelinci seperti produk abon, dendeng, bakso, sosis, atau nugget. juga industri fashion seperti tas, topi, dan jaket. bahkan kotoran dan urin pun bisa dijual sebagai pupuk tanaman. Harga pupuk yang berasal dari kotoran kelinci mencapai Rp 7500 per kg sedangkan urinnya Rp 5000 per liter.

Harga per lembar kulit kelinci rex berbulu prima ukuran 36 x 42 cm saja, jika sudah disamak mencapai US$ 18 atau sekitar Rp 215 ribu. Dan untuk membuat satu buah jaket mantel, dibutuhkan 35 helai kulit kelinci.

Pasar utama kulit-bulu mentah adalah Hong Kong, China, Taiwan, dan Korea. Sedangkan pasar produk akhir adalah Jepang, Amerika, kulit-bulu tersebut digunakan untuk membuat mantel bulu eksotis yang mempunyai nilai tambah mancapai US$ 800 - 3.000.

Bisnis anak kelinci rex tak kalah menggiurkan. Seekor induk rex harganya Rp 500.000. Setiap bulan beranak 6 ekor dengan harga jual Rp 150 ribu per ekor. Dengan seekor induk betina diperoleh penghasilan Rp 900.000 per bulan. Buiasanya untuk skala rumahan, memlihara sedikitnya 5 ekor induk Rex, sehingga setiap bulan biasa diruap Rp 4,5 juta dari bisnis anak Kelinci.  (Setia Lesmana) (sumber: Majalah Sains Indonesia "Edisi khusus 40 Badan Litbang Pertanian, Agustus 2014)"

Berita Terkait:

 

Kambing Boerka Berkualitas Ekspor

Kambing Boerka berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang menuntut spesifikasi bobot tubuh yang sulit dicapai oleh kambing lokal. Ya, Kambing Boerka memiliki kapasitas bobot tubuh yang menggiurkan karena dapat mencapai 35kg pada umur 1 tahun. Bandingkan dengan kambing kacang, penggemukan dalam waktu yang sama hanya menghasilkan bobot 13-15%kg per ekor dengan persentase karkas 45-50%.

Tidak itu saja, reproduktivitas  Kambing Boerka juga cukup tinggi, dengan jumlah anak per kelahiran 1,6-1,7 ekor per induk makin menambah peluang ekonomis dalam pengembangan. Kelebihan lainnya, jenis kambing ini mudah beradaptasi dengan kondisi iklim tropis-basah dindinesia

Menurut penelitian, Kambing Boerka merupakan hasil persilangan antara Kambing Boer dan Kambing Lokal, yang menghasilkan gabungan potensi reproduksi dengan kapasitas bobot tubuh. Reproduksitivitas yang tinggi berasal dari Kambing Lokal (kambing kacang) dengan kapasitas bobot tubuh yang relatif rendah.

Bobot daging berasal dari Kambing Boer yang merupakan salah satu tipe pedaging yang memiliki kapasitas bobot badan sangat tinggi. Kambing Boerka ini karya tim inventor dari Loka Peneltian Kambing Potong, Puslitbangnak, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementrian Pertanian. mereka adalah Simon P Ginting,  Simon E Sinulingga, M Doloksaribu dan Aron Batubara.

Pengembangan Kambing Boerka makin terbuka lebar kalau menyimak data yang ada. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementrian Pertanian Sekretariat pada 2012 memperlihatkan, laju pertumbuhan ketersediaan serta konsumsi daging kambing meningkat 0,99% setiap tahun selama kurun 2007-2011. persentase itu menang lebih rendah dibandingkan dengan daging domba yang mencapai 3,92% dalan kurun waktu sama.

Fakta itu makin menunjukkan bahwa penggemukan kambing dimasa mendantang, masih menjadi pilihan menarik bagi investor maupun peternak. pilihan itu tak lepas dari meningkatnya kebutuhan daging kambing untuk rumah makan,restoran,dan hewan kurban pada perayaan idul adha. (Slamet widayadi) sumber: Majalah Sains Indonesia (edisi 40 tahun Badanlitbang Pertanian Juli 2014)

Berita Terkait:

   

Halaman 1 dari 2




Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redaksi
(c) Copyright 2009 - 2014 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.pertanian.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.pertanian.go.id