Bogor, 21-11-2017       English Version


Pakan merupakan salah satu input produksi yang sangat menentukan keberhasilan usaha peternakan karena secara langsung mempengaruhi produktivitas dan efisiensi. Pada ternak ruminansia, hijauan pakan masih merupakan komponen utama dalam sistem pakan dan merupakan sumber pakan yang relatif murah disebagian besar agro-ekositem di Indonesia.  Hijauan pakan di daerah tropis seperti  Indonesia cenderung memiliki kualitas nutrisi yang lebih rendah dibandingkan dengan hijauan di daerah beriklim sedang, karena proporsi serat yang tinggi, kandungan protein yang rendah serta potensi defisiensi beberapa unsur mineral. Disamping itu, ketersediaannya cukup berfluktuasi, terutama akibat pengaruh curah hujan. Kuantitas dan kualitas hijauan pakan akan menurun selama musim kemarau dan menyebabkan produksi ternak dapat menurun secara drastis. Ketersediaan tanaman pakan yang memiliki kualitas nutrisi tinggi dan mampu tumbuh sepanjang tahun diharapkan dapat mengatasi fluktuasi tersebut.

Penelitian tentang potensi Indigofera spp. Sebagai salah satu jenis hijauan pakan ternak, khususnya ternak ruminansia telah dilakukan cukup intensif oleh berbagai institusi dan telah dipublikasi diberbagai jurnal  ilmiah maupun publikasi lainnya.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Indigofera spp. memiliki potensi yang tinggi sebagai sumber pakan berkualitas tinggi dengan adaptasi yang baik terhadap kekeringan. Oleh karena itu, tumbuhan ini merupakan alternatif sumber pakan yang menjanjikan untuk mendukung pengembangan ternak ruminansia di berbagai agroekosistem. Tersebarnya hasil-hasil penelitian pada berbagai publikasi dengan aspek penelitian yang beragam menyebabkan informasi tentang Indigofera spp. terkait perannya dalam pertanian secara umum sulit untuk digunakan sebagai rujukan dalam rekomendasi pemanfaatannya secara optimal.

Pembuatan buku tentang Indigofera ini bertujuan untuk merangkum, menelaah dan menganalisis berbagai aspek tentang Indigofera dalam kaitannya dengan pertanian. Aspek yang ditampilkan merupakan rangkaian topik yang bersifat hulu sampai hilir, yaitu menyangkut aspek taksonomi, eksplorasi dan koleksi, produksi benih dan perbanyakan tanaman, agronomi dan ekofisiologi, potensi sebagai pakan, kandungan senyawa sekunder yang bersifat antinutrisi, serta penelitian mendatang yang diperlukan untuk memaksimalkan pemanfaatan Indigofera dalam pertanian.

Semoga buku ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi berbagai pihak dalam rangka pengembangan pertanian khususnya peternakan di Indonesia.

Cover, Kata Pengantar,  Daftar Isi : Download (512 Kb)
BAB I dan BAB II : Download (770 Kb)
BAB III : Download (1.162 Kb)
BAB IV dan BAB V : Download (1.621 Kb)
BAB VI : Download (945 Kb)
BAB VII : Download (1.068 Kb)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID