• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   

Bahan pakan lokal angkat produktivitas Itik Ratu

Dibaca: 1143 kali

Teknologi pakan itik ini berkembang di daerah Tanah Laut khususnya di Kecamatan Bumi Berkat dan Kurau - Kalimantan Timur tempat pengkajian ini dilakukan. Petani yang awalnya memelihara itik secara umbaran/tradisional dengan skala 10-25 ekor/KK sudah mulai beralih pemeliharaannya yang dilakukan secara semi intensif atau intensif dengan skala 50-200 ekor/KK.

Inovasi teknologi yang diintroduksikan dalam usaha pemeliharaan ternak itik sebagai penghasil telur. Berdasarkan identifikasi masalah diketahui bahwa usaha pemeliharaan itik yang umum dilakukan oleh petani ternak dilakukan dengan seadanya, ternak itik dipelihara dengan cara diumbar, pakan yang diberikan hanya dedak atau  sagu. Kondisi ini menyebabkan usaha ternak itik yang di lakukan produksinya tidak maksimal dengan masa atau periode pemeliharaan

Teknologi yang diintroduksikan berupa:

  • Pemahaman tentang rekomendasi zat gizi yang diperlukan.
  • Pemanfaatan pakan lokal sebagai pakan itik
  • Formulasi pakan
  • Jenis itik yang dipelihara adalah itik persilangan yaitu itik MA betina (Ratu).
  • Pemeliharaan dilakukan dengan cara semi intensif/intensif

Perlunya kandang
Inovasi teknologi formulasi pakan dengan memanfaatkan bahan pakan lokal yang dicampur dengan pakan komersial. Teknologi ini dilatar belakangi dengan mahalnya harga pakan komersial sehingga bila usaha ternak itik dilakukan secara intensif dan pakannya 100% pakan komersial maka kemungkinan besar keuntungan yang diperoleh sangat minim. Pemanfaatan bahan pakan lokal dilakukan untuk menekan biaya pakan namun tetap memperhatikan kualitas sehingga pakan yang tersedia sesuai dengan rekomendasi zat gizi yang diperlukan ternak sesuai umur.
Bahan pakan lokal yang dimanfaatkan sebaiknya tidak bersaing dengan manusia, harganya relatif murah, selalu tersedia kontinyu dan tidak beracun.

Tabel 1. Formulasi pakan itik ratu

No.
Bahan Pakan
Presentase (%)
1.
Sagu
40,82
2.
Dedak
20,41
3.
Ikan kering afkir
16,33
4.
Pakan komersial
6,12
5.
Koonsentrat
2,04
6.
Kepala udang
14,24
7.
Mineral
2,04
Energi metabolism (kcal/kg)
2800
Protein kasar (%)
16,5
Serat kasar(%)
5,07
Lemak kasar (%)
4,88
Kalsium (%)
2,99
Pospor (%)
0,67

Bahan pakan lokal yang digunakan yaitu sagu, dedak, ikan kering afkir, kepala udang, pakan komersial, konsentrat dan mineral (Tabel 1). Kepala udang dapat digantikan dengan keong mas jika ketersediaan keong mas melimpah (musim hujan).

Keunggulan Teknologi
Formulasi pakan ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan pakan control (petani) atau pakan komersial, yaitu:

  • Kualitas telur disukai konsumen karena warna kuning  telur sangat kuning
  • Efisiensi pakan cukup baik dengan konversi pakan 3,83.
  • Memberikan keuntungan yang tinggi karena biaya pakan murah dan dihasilkan produksi telur yang cukup tinggi dengan waktu produksi yang panjang
  • Mudah dan praktis untuk dilakukan

Respon pengguna
Respon pengguna terhadap teknologi ini cukup baik dan disebarkan oleh petani ternak dari mulut ke mulut atau lewat obrolan atau perkumpulan yang dilakukan dalam penyebarannya memerlukan waktu dan proses. Adopsi teknologi terhadap inovasi ini tidak 100 persen namun formulasi pakan yang ada dimodifikasi sesuai dengan kemampuan permodalan dan bahan pakan yang tersedia.

sumber: BPTP Kaltim



Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redaksi
(c) Copyright 2009 - 2014 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.pertanian.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.pertanian.go.id