• An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
   
Prof. Dr. drh Sjamsul Bahri, MS.
Prof. Dr. drh Sjamsul Bahri, MS.
S3
Puslitbangnak
Peneliti Utama
Patologi dan Toksikologi
-

Profile

Profil Peneliti

Prof. Dr. drh Sjamsul Bahri, MS.
Sjamsul Bahri, pria kelahiran Tanjung Karang, Lampung pada tanggal 8 Nopember 1952, adalah anak ke-4 dari 10 bersaudara dari pasangan Kemas Muhammad Ali Yugo (Alm.) dan Hj. Chadidjah. Ia menikah dengan Dr. Ir. Ratna Winandi Asmarantaka, MS pada tahun 1981 dan dikaruniai 3 orang anak, yaitu: Vini Ratnasari Yugo, SP., Muhammad Ronaldi B Yugo, SSi dan Muhammad Reynalzi Yugo. Saat ini sebagai Peneliti Utama bidang Toksikologi (Veteriner) dan bergabung dalam Kelompok Analis Kebijakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA di Tanjung Karang. Kemudian pada tahun 1972 mengikuti kuliah di IPB dan menyelesaikan Sarjana Kedokteran Hewan di Fakultas Kedokteran Hewan-IPB pada tahun 1976 sebagai lulusan terbaik, dan mendapatkan gelar Dokter Hewan pada bulan Maret tahun 1978 dari Perguruan Tinggi yang sama. Gelar Magister Sains diperoleh pada tahun 1980 dan gelar Doktor diraihnya pada tahun 1987 dari Fakultas Pascasarjana-IPB.

Ia memulai karier sebagai peneliti pada tahun 1979 di Lembaga Penelitian Penyakit Hewan (LPPH) yang sekarang bernama Balai Besar Penelitian Veteriner. Jenjang jabatan fungsional tertinggi sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) diraih pada tahun 1998. Gelar Professor Riset diperoleh pada awal tahun 2006, dan ia merupakan profesor riset ke-17 di lingkup Badan Litbang Pertanian dan ke-80 di tingkat nasional.

Selain pendidikan formal, ia juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan, antara lain: 1). Post Graduate Refresher Course on Veterinary Toxicology pada tahun 1987 dan 1998 di University of Sydney; 2). Recent Advance and Current Concept in Tropical Veterinary Medicine pada tahun 1994 di University of Edinburgh, UK; 3). Research and Development Management Course pada tahun 1994 di CSIRO, Canberra; 4). Research Management Course pada tahun 2000 di University of Maryland, USA. Ia juga aktif mengikuti seminar nasional dan internasional diberbagai event baik sebagai pembicara maupun peserta, antara lain: 1). Sebagai pembicara pada Kongres Federation of Asian Veterinary Association di Denpasar (1988), Thailand (1990) dan Manila (1992); 2). World Veterinary Congress di Yokohama (1995); 3). Congress of the Asia Pacific Society for Medical Mycology di Nusa Dua Bali (1997); 4). Symposium on Goat Production di Kuala Lumpur (2007). Pendidikan penjenjangan juga pernah diikuti Sjamsul, yaitu Diklat Spadya LAN-Departemen Pertanian pada tahun 1992 dan Pendidikan penjenjangan Diklatpim Tingkat II (SPAMEN) tahun 2003. Sjamsul juga pernah mewakili Indonesia sebagai anggota delegasi pada: 1). APEC Meeting on Avian and Pandemic Influenzae di Brisbane, Australia (2005); 2). International Pledging Conference on Avian Influenzae di Beijing (2006); 3). The 4th Meeting of The ASEAN HPAI Taskforce di Hanoi sebagai Pembicara dan Ketua Delegasi (2006); 4). Pertemuan tahunan Badan Kesehatan Hewan Dunia/Office Internationale des-Epizootica di Paris pada tahun 2006 dan 2009 (sebagai anggota delegasi) dan tahun 2008 (sebagai Ketua Delegasi); 5). Pertemuan bilateral dengan Malaysia/Technical Working Groups on Livestock di Putra Jaya, Malaysia sebagai Ketua Delegasi (2009) dan 6). Pertemuan Bilateral dengan Brazil di Sao Paulo, sebagai anggota delegasi (2010). Selain itu Sjamsul juga terlibat dalam kegiatan dengan Perguruan Tinggi sebagai pengajar tidak tetap di IPB, dan membimbing dan menguji mahasiswa S1, S2 dan S3 di IPB, mahasiswa S1 di UNPAK, UNAS, dan UI serta mahasiswa S3 Universitas Negeri Malang.

Selain jabatan fungsional, Sjamsul juga mendapat tugas sebagai: 1). Koordinator Kelompok Peneliti Toksikologi di Balai Penelitian Veteriner pada tahun 1988 – 1992; 2). Pemimpin Bagian Proyek Penelitian Penyakit Hewan tahun 1990 – 1992; 3). Kepala Balai Penelitian Veteriner tahun 1992 – 1999; 4). Kepala Bidang Program dan Anggaran Puslitbang Peternakan tahun 1999 – 2003; 5). Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung tahun 2003 – 2004; 6). Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan tahun 2005 – 2006; 7). Direktur Perbibitan, Direktorat Jenderal Peternakan tahun 2006 – 2007; dan 8). Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian tahun 2007 – 2010.

Dalam kegiatan organisasi profesi, Sjamsul juga pernah menjabat sebagai: 1). Ketua Perhimpunan Mikologi Kedokteran Manusia dan Hewan (PMKI) Cabang Bogor pada tahun 1997 – 2001; 2). Ketua Himpunan Ahli Toksikologi Indonesia cabang Jabodetabek tahun 1999 – 2003; 3). Pengurus Pusat PMKI tahun 2000 – 2010; dan 4). Anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Aktivitas lainnya adalah sebagai: 1). Tim Pengkajian Importasi daging India tahun 1999; 2). Anggota Komisi Obat Hewan Indonesia, pada tahun 1994 – 1999; 3). Anggota Komisi Pakan Nasional tahun 1997 – 1999; 4). Anggota Komisi Pestisida tahun 1995 – 2003; 5). Anggota Komisi Nasional Karantina Hewan tahun 2002 – 2005; dan 6). Anggota Tim Penyusunan Landmark Pangan pada Kantor Menteri Riset dan Teknologi tahun 2004 – 2005. Sebagai Peneliti, Sjamsul juga telah menghasilkan karya tulis ilmiah sebanyak lebih dari 120 buah yang diterbitkan dalam Majalah Ilmiah maupun Prosiding baik yang diterbitkan di dalam maupun luar negeri.

Penghargaan yang diperoleh Sjamsul adalah: 1). Satya Lencana Pembangunan pada tahun 1999 yang ditandatangani Presiden RI, Bapak Prof. Dr.Ing. B.J. Habibi; 2). Satya Lencana Karya Satya 20 tahun pada tahun 2000 yang ditandatangani Presiden RI, Bapak Abdurahman Wahid; dan 3). Satya Lencana Karya Satya 30 tahun pada tahun 2010 yang ditandatangani Presiden RI Bapak Dr. Soesilo Bambang Yudoyono.
000003

Publikasi

Bahri, S., Iskandar; T., Ginting, Ng., Ipin, R., Manggung, Rosadi. 1981. Pengaruh pemberian monosodium glutamat pada mencit putih (Mus musculus albinus) betina terhadap berat badan dan jumlah fetus. Bulletin L.P.P.H. 8 (22) : 38-45.

Bahri, S., Adi, H., Minawati, D. 1982. Pengaruh pemberian lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap kalenjar thyroid kelinci: suatu pengamatan histopatologis. Penyakit Hewan. 14 (23) : 14-16.

Bahri, S. 1983. Kematian anak domba di daerah gondok endemik dan hubungannya dengan kadar thyroxin (T4) pada induknya. Penyakit Hewan. 15 (26) : 117-120.

Bahri, S. 1983. Penelitian pendahuluan efek toksik kangkung hutan (Ipomoea crassiculis) pada marmut. Penyakit Hewan. 15 (26) : 103-107.

Bahri, S. 1983. Peranan iodium pada ternak (domba) bunting. Wartazoa : Majalah Semi Ilmiah Peternakan dan Kesehatan Hewan. 1 (1) : 35-38.

Bahri, S. 1983. Evaluasi efek goitrogenik tiosianat pada marmut. Wartazoa : Majalah Semi Ilmiah Peternakan dan Kesehatan Hewan.1 (2) : 9-12.

Bahri, S. 1984. Evaluasi efek goitrogenik dari lamtoro (Leucaena leucocephala) pada marmut. Penyakit Hewan. 16 (27) : 145-147.

Bahri, S., Hamid, H., Ginting, Ng., Arifin, Z., Yuningsih. 1984. Pengaruh pemberian singkong pahit (Manihot esculenta) terhadap pertumbuhan dan keadaan kalenjar thyroid ayam pedaging. Penyakit Hewan.16 (27) : 173-178.

Tarmudji, Bahri, S., 1984. Kematian ”perinatal” pada anak domba. Wartazoa : Majalah Semi Ilmiah Peternakan dan Kesehatan Hewan.1 (3) : 33-36.

Bahri, S., Tarmudji. 1984. Keracunan sianida pada ternak dan cara mengatasinya. Wartazoa : Majalah Semi Ilmiah Peternakan dan Kesehatan Hewan.1 (3) : 61-64.

Bahri, S. 1984. Efek toksin lamtoro (Leucaena leucocephala) pada marmut. Wartazoa: Majalah Semi Ilmiah Peternakan dan Kesehatan Hewan.1 (4) : 47-49.

Bahri, S. 1984. Kadar tiosianat pada kambing dan kemungkinannya untuk menduga keracunan sianida. Penyakit Hewan. 16 (28): 207-211.

Bahri, S., Stoltz, DR., Marshall, Rex. 1985. Keracunan sianida pada ternak di Bojonegoro akibat memakan tanaman sorgum (Sorghum spp). Penyakit Hewan.17 (29) : 292-296.

Bahri, S. 1985. Peranan mikroorganisme rumen kambing dalam mendetoksifikasi Sianida menjadi Tiosianat. Kongres Nasional ke IV Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia di Jakarta tanggal 2-4 Desember 1985. 1-9.

Bahri, S., Suwarsono. 1986. Kadar hormon tiroksin (T 4) dan trhodotironin (T3) kambing di daerah kekurangan iodium. Penyakit Hewan. 18 (31) : 68-70.

Bahri, S., Kartina, G. 1986. Pengaruh suhu penyimpanan terhadap stabilitas sianida dalam darah kambing. Penyakit Hewan.18 (31) : 71-74.

Bahri, S. 1987. Chronic effect of cassava leaves on the plasma thiocyanate and on the performance of the goat thyroid gland. Penyakit Hewan. 19 (34) : 88-90.

Bahri, S., Hamid, H., Tarmudji. 1987. Goiter pada kambing di Bogor, Jawa Barat. Penyakit Hewan. 19 (43) : 91-93.

Bahri, S., Hamid, H., Yuningsih. 1988. Evaluasi toksisitas (efek kalsinogenik) Solanum torvum pada tikus putih. Penyakit Hewan. 20 (36) : 94-97

Bahri, S., Stoltz, DR., Paramardi, D. 1988. Hepatotoxic effect of Eupatorium inulifolium in the Rat. Penyakit Hewan. 20 (36) : 88-90.

Bahri, S. 1988. A study of detoxification of cyanide into thiocyanate in goats. Penyakit Hewan. 20 (35) : 34-37.

Darmono, Bahri, S., Yuningsih, Stoltz, D.R., Ronohardjo, P. 1988. Mineral Deficiency problems in Indonesia ruminant livestock. Proceedings of the Sixth Congress Federation of Asian Veterinary Association (FAVA). Denpasar – Bali Indonesia. October 16-19, 1988. 233-236.

Stoltz, D.R., Maryam, R., Widiastuti, R., Bahri, S. Blaney, B.J. 1988. Fusarium toxins in preharvest corn in Central Java. Proceedings of the Sixth Congress Federation of Asian Veterinary Association (FAVA). Denpasar – Bali Indonesia. October 16-19, 1988. 271-274.

Bahri, S., Sani, Y., Hooper, P.T. 1988. Myodegeneration in rats fed mindi (Melia azedarach). Proceedings of Asian Veterinary Association (FAVA). Denpasar – Bali Indonesia. October 16-19, 1988. 287-289.

Bahri, S., Tarigan, E., Maryam, R., Ginting, NG. 1989. Kandungan mikotoksin fusarium secara alami pada akar, batang dan daun tanaman jagung. Prosiding kongres nasional X dan seminar ilmiah perhimpunan fitopatologi Indonesia 14-16 Nopember 1989. 160-164.

Bahri, S. 1989. Kadar triosianat dan pengaruhnya pada kalenjar tiroid kambing. Penyakit Hewan. 21 ( 37) : 72-75.

Darmono, Bahri, S. 1989. Defisiensi tembaga dan seng pada sapi di daerah transmigrasi Kalimantan Selatan. Penyakit Hewan. 21 (38) : 128-131.

Bahri, S., Darmono. 1990. Sodium status of grazing beef cattle in Indonesia : a preliminary study. Proceedings 7th Congress of the Federation of Asian Veterinary Associations, 4-7 November. 224-234.

Bahri, S., Zahari, P., Hamid, H. 1990. Penggunaan arang aktif (charcoal) untuk mencegah aflatoksin pada itik. Penyakit Hewan. 22 (40) : 122-127.

Indraningsih, Mc Sweeney, C., Bahri, S., Yuningsih. 1990. Residu insektisida endosulfan pada tanah bekas tanam kedelai dan limbah pertanian serta kemungkinan pengaruhnya pada ternak. Penyakit Hewan. 22 (40) : 133-137.

Bahri, S., Darmono, Stoltz, D.R., Ronohardjo, P. 1990. Defisiensi mineral pada ternak ruminansia di Indonesia : natrium. Penyakit Hewan. 22 (40) : 128-132.

Darmono, Bahri, S. 1990. Status beberapa mineral makro (Na, K, Ca, Mg dan P) dalam saliva dan serum sapi di Kalimantan Selatan. Penyakit Hewan. 22 (49) : 138-142.

Murdiati, Budhi, T., Sjamsul, B. 1991. Pola penggunaan antibiotika dalam peternakan ayam di Jawa Barat, kemungkinan hubungan dengan masalah residu. Prosiding Kongres Ilmiah ke-8 Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia Jakarta, 4-6 Nopember 1991. 445-447.

Bahri, S., Yuningsih. 1991. Pengaruh pemberian Lantana camara pada marmut terhadap nilai bilirubin, mikroikterositas serta kadar enzim got dan asam fosfatase. Penyakit Hewan. 23 (4) : 65-69.

Bahri, S., Yusuf, E., Maryam, R., Murdiati, T.B. 1991. Waktu tenggang oksitetrasiklin dalam susu sapi FH (Frisian Holstain) penderita mastitis. Penyakit Hewan 23 (42) : 44-48.
Bahri, S., Zahari, P., Maryam, R., Ginting, Ng. 1991. Residu aflatoksin M1 pada susu sapi asal beberapa daerah di Jawa Barat. Kumpulan Makalah Anggota PDHI Cabang Jawa Barat II, Bogor pada kongres XI dan Konferensi Ilmiah V PDHI. Yogyakarta. 11-13 Juli 1991. 1-10.

Darmono, Bahri, S., Asuan, A. 1991. Konsentrasi beberapa macam mineral dalam serum sapi PO. Kumpulan Makalah Anggota PDHI Cabang Jawa Barat II, Bogor pada Kongres XI dan Konferensi Ilmiah V PDHI. Yogyakarta. 11-13 Juli 1991. 1-10.

Bahri, S., Ginting, Ng. 1991. Hubungan kesehatan ternak dengan nilai produk hasil ternak. Latihan Teknik Penanganan Pasca Panen hasil Peternakan (daging dan kulit), Balai Penelitian Ternak, Ciawi Bogor. Hotel Gondangdia, Cisarua Bogor, 10 Juli – 6 Agustus 1991. 1-18.

Bahri, S., 1992. Myodegeneration in rats fed Melia azedarach. Australian Veterinary Journal. 69 (2) : 33.

Bahri, S., Yuningsih, Abidin, W. 1992. The levels of bilirubin, microictericity, got and acid phosphatase in rabbits fed five varieties of lantana (Lantana camara L). Proceedings 8th congress of the Federation of Asian Veterinary Associations. 22-25 November. 358-367.

Bahri, S., Maryam, R.,Yuningsih, Murdiati, Tri B. 1992. Residu Tetrasiklin, Chlortetrasiklin dan oksitetrasiklin pada susu segar asal beberapa Dati II di Jawa Tengah. Bogor : Balai Penelitian Veteriner. 1-10.

Bahri, S., Murdiati, Tri, B., Maryam, R., Yuningsih. 1992. Senyawa golongan tetrasiklin pada susu sapi rakyat di beberapa Desa Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bogor : Balai Penelitian Veteriner. 1-2.

Darmono, Bahri, S. 1992. Some heavy metal concentration in grasses wich grow in two industrial areas and along the roadside of a highway in West Java. Conference on environmental toxicology in South East Asia, Salatiga, Indonesia August 3-5, 1992. 1-10.

Darminto, Bahri, S. 1993. Penyakit – penyakit penting pada ayam buras dan upaya penanggulangannya. Prosiding Gelar teknologi program keterkaitan penelitian – penyuluhan 1992- 1993 Sulawesi Tenggara. 17-24.

Setiawan, Endhie, D., Bahri, S. 1993. Penyakit pada ruminansia kecil dan upaya penanggulangannya. Prosiding Gelar teknologi program keterkaitan penelitian – penyuluhan 1992-1993 Sulawesi Tenggara. 57-67.

Bahri, S., Setiawan, Endhie, D. 1993. Penyakit – penyakit penting pada ruminansia kecil dan upaya penanggulangannya. Prosiding Gelar teknologi program keterkaitan penelitian - penyuluhan 1992-1993 Sulawesi Tenggara. 68-81.

Darminto, Bahri, S. 1993. Animal disease research in Indonesia. Second International Course on Veterinary Drug improvement Gunung Sindur, Bogor. 14 November – 12 Desember 1993. 1-15.

Bahri, S. 1994. Tinjauan kegiatan penelitian mikotoksin dan mikotoksikosis di Balai Penelitian Veteriner. Kongres Nasional Perhimpunan Mikologi Kedokteran Manusia dan Hewan Indonesia I dan Temu Ilmiah Bogor, 21-24 Juli 1994. 110-122.

Bahri, S., Ohim dan Maryam, Romsyah. 1994. Residu Aflatoksin M1 pada susu sapi dan hubungannya dengan keberadaan Aflatoxin B1 pada pakan sapi. Kongres Nasional Perhimpunan Mikologi Kedokteran Manusia dan Hewan Indonesia I dan Temu Ilmiah Bogor, 21-24 Juli 1994. 269-275.

Bahri, S. 1994. Keterpaduan penelitian veteriner dalam kegiatan IPTEKVET untuk menunjang pembangunan subsektor peternakan pada pelita VI. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Veteriner untuk Meningkatkan Kesehatan Hewan dan Pengamanan Bahan Pangan Asal Ternak. Cisarua, Bogor. 22-24 Maret 1994. 29-39.

Murdiati, T.B., Bahri, S. 1994. Residu dan cemaran dalam bahan pangan asal hewan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Veteriner untuk Meningkatkan Kesehatan Hewan dan Pengamanan Bahan Pangan Asal Ternak. Cisarua, Bogor. 22-24 Maret 1994. 74-81.

Darmono, Bahri, S., Geong, M., Utami, S. 1994. Copper and phosphorus status and relation to PC levels in blood of cattle in NTB and NTT. CHAPS BOOK B: Collection of papers from the final seminar of the cattle health and productivity survey (CHAPS) held at the disease investigation centre. Denpasar Bali, May 15-17 1994. 237-245.

Bahri, S. 1994. Fotosensitisasi dan penanggulangannya pada ternak ruminansia Wartazoa : Majalah Semi Ilmiah Peternakan. 3 (2-4) : 13-16.

Sani, Y., Bahri, S. 1994. Perubahan patologis jaringan hati akibat keracunan tanaman Ageratum conyzoides (babadotan). Penyakit Hewan. 26 (48) P.64-70.

Bahri, S. 1994. Residu obat hewan pada produk ternak dan upaya pengamanannya. Makalah ini dipresentasikan pada Lokakarya Obat Hewan Indonesia dan Musyawarah Nasional III Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) tgl. 16-18 November 1994 Jakarta. 1-29.

Darminto, Bahri, S. 1994. Hasil – hasil penelitian penyakit unggas. Pelatihan Teknis Pemeliharaan Unggas bagi PPS dan Staf Subbid Bina Produksi Peternakan, Bogor. 22 Agustus – 20 Oktober 1994. 1-19.

Kusumaningsih, Anni; Murdiati, Tri Budhi; Bahri, Sjamsul(Balai Penelitian Veteriner, Bogor). Health status of small ruminants foraging in the Cimulang rubber plantation,West Java. p.323-326. Environmental Toxicology in South East Asia. Amsterdam. VU University Press. (1994).

Bahri, S., Maryam, R., Widiastuti, R., Zahari, P. 1995. Aflatoksikosis dan cemaran aflatoksin pada pakan serta produk ternak. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Cisarua, Bogor. 7-8 Nopember 1995. Jilid I, 95-107.

Bahri, S., Zahari,P., Maryam, R. 1995. Aflatoksin content in feedstuffs : a preliminary study. World Veterinary Congress XXV : Abstracts (WVA Scientific Programme). Yokohama, Japan. 3-9 September, 1995. 15-32.

Sendow, I., Sukarsih, Soleha, E., Bahri, S., Pearce,M., Daniels, P.W. 1995. Bluetongue virus research in Indonesia. Proceedings of the First Southeast Asia and Pacific Regional Bluetongue Symposium. 28-32.

Sukarsih, Sendow, I., Bahri, S., Pearce, M., Daniels, P.W., Berrimah, Darwin. 1995. Culicoides survey in Indonesia. Proceedings of the First Southeast Asia and Pacific Regional Bluetongue Symposium. 123-128.

Daniels, P.W., Sendow, Indrawati, Soleha, E., Darwin, Sukarsih, Hunt, N.T., Bahri, S. 1995. Australia – Indonesia collaboration in Veterinary arbovirology – a review. Veterinary Microbiology. 151-174.

Maryam, R., Bahri, S., Zahari, P. 1995. Deteksi aflatoksin B1, M1 dan aflatoksin dalam telur ayam ras dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Veteriner Untuk Meningkatkan Kesehatan Hewan dan Pengamanan Bahan Pangan Asal Ternak. Cisarua, Bogor. 22-24 Maret 1994. 412-416.

Murdiati, T.B., Bahri, S. 1995. Pengaruh pemanasan terhadap kandungan penisilin dalam susu sapi. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Veteriner Untuk Meningkatkan Kesehatan Hewan dan Pengamanan Bahan Pangan Asal Ternak. Cisarua, Bogor. 22-24 Maret 1994. 334-337.

Soeripto, Bahri, S. 1995. Beberapa penyakit bakteri pada unggas. Seminar Kebersamaan Pfizer dan Mitra Kerja bekerjasama dengan Balitnak. Ciawi. 31 Juli 1995. 1-16.

Bahri, S., Darminto. 1995. Penyakit – penyakit penting pada kerbau di Indonesia. Lokakarya Nasional Pengembangan Ternak Kerbau di Indonesia. Bogor 18-21 Juni 1995. 1-23.

Sudibyo, A., Poeloengan, M., Bahri, S., Nurhadi, A., Supar. 1996. Kejadian Mastitis subklinis pada sapi perah rakyat di Jawa Timur dan Jawa Barat. Lokakarya Mastitis dan Manajemen / kesehatan ambing sapi perah pada tanggal 8-10 Oktober 1996 di Lembang Bandung. 1-8.

Sani, Y., Bahri, S. 1996. Gambaran patologik dan biokimia keracunan daun mindi (Melia azedarach). Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. V. 1 (2) : 136-142.

Bahri, S. 1996. Arah penelitian veteriner pada era globalisasi. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Bidang Veteriner. Bogor. 12-13 Maret 1996. 30-38.

Murdiati, T.B., Yusrini, H., Bahri, S. 1996. Waktu tenggang kloksasilin dalam susu sapi FH (Friesians holstein) penderita mastitis. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Bidang Veteriner. Bogor. 12-13 Maret 1996. 253-256.

Darmono, Rachmawati, S., Bahri, S., Safuan, A., Arifin, Z. 1996. Toksisitas kadmium terhadap pertumbuhan ayam broiler dan pengaruhnya terhadap pemberian seng. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Bidang Veteriner. Bogor. 12-13 Maret 1996. 269-272.

Sani, Y., Bahri, S. 1996. Kelainan patologi dan biokimiawi keracunan daun babadotan (Agertum conyzoides). Prosiding Temu Ilmiah Bidang Veteriner. Bogor, 12-13 Maret 1996. 279-284.

Widiastuti, R., Bahri, S., Darminto. 1996. Studi pendahuluan : efek imunosupresi pada ayam yang menetas dari telur berembrio yang dinokulasi dengan aflatoksin. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Bidang Veteriner. Bogor. 12-13 Maret 1996. 307-310.

Poerwadikarta, M.B., Hardjoutomo, S., Bahri, S. 1996. Antraks di Kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tenggara Timur 1996 : peneguhan diagnosis antraks di Laboratorium Balitvet, Bogor. Rapat Teknis dan Pertemuan Ilmiah yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Kesehatan Hewan. Yogyakarta, 20-21 September 1996. 1-11.

Darminto, Bahri, S. 1996. ”Mad Cow” dan penyakit sejenis lainnya pada hewan dan manusia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 25 (4) : 81-89.

Budiarso, T., Bahri, S. 1996. Jamur dan toksinnya dalam makanan : suatu tinjauan kepustakaan. Musyawarah Wilayah Kedua dan Seminar Ilmiah Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia. Jakarta, 25-26 Nopember 1996. 1-9.

Kusumaningsih, A., Murdiati, T.B., Bahri, S. 1996. The farmer’s knowledge about withdrawal time and its correlation with antibiotic residues in milk. Media Kedokteran Hewan. 12 (4) : 260-267.

Sendow, I., Bahri, S., Sarosa, A. 1997. Ancaman infeksi Japanese Encephalitis pada berbagai species ternak. Rapat Koordinasi sistem penyakit hewan Balai Penyidikan Penyakit Hewan Wilayah IV. Wates Yogyakarta, 29 Juli – 1 Agustus 1997. (10 hal).

Sendow, I., Hamid, H., Sukarsih, Soleha, E., Bahri, S., Pearce, M., Daniels, P.W. 1997. Clinical and pathological changes associated with the propagation of Indonesian Bluetongue Viral isolates in Merino sheep. Hemera Zoa. Vol. 79: 124-134.

Sendow, I., Sukarsih, Bahri, S., Daniels, P.W. 1997. Antibody prevalence of Akabene virus in Indonesia. Hemera Zoa, Vol. 79 : 114-123.

Kusumaningsih, A., Murdiati, T.B., Bahri, S. 1997. Jalur pemasaran obat hewan pada peternakan ayam ras di beberapa lokasi di Jawa Barat dan DKI Jaya. Hemeroza. 79: 72-80.

Bahri, S., Murdiati, Tri, B. 1997. Tuntutan keamanan dan pengamanan pangan ( daging sapi ) pada era globalisasi. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor. 7-8 Januari 1997. 96-107.

Adjid, R.M.A., Beriajaya, Bahri, S. 1997. Ketersediaan dan kebutuhan teknologi veteriner ternak kambing dan domba. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor. 7-8 Januari 1997. 132-142.

Sendow, I., Bahri, S., Sarosa, A. 1997. Deteksi antibodi terhadap virus Porcine reproduktive and Respiratory syndrome (PRRS) pada babi di beberapa daerah Indonesia bagian Timur. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, Vol . 2 (3) : 184-187.

Darminto, Bahri, S. 1997. Studi kepekaan burung unta (Struthio camelus) terhadap virus Newcastle disease galur velogenik isolat lokal. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, Vol. 2 (4) : 250-257.

Sani, Y., Bahri, S. 1998. Pengembangan strategi pengendalian dan penyakit dan berbagai jenis vaksin dalam meningkatkan produktivitas ternak. Inovasi teknologi pertanian : seperempat abad penelitian dan pengembangan pertanian. Jakarta : Badan Litbang Pertanian, 1998. 1041-1058.

Adjid, R.M.A., Bahri, S., Sarosa, A. 1998. Perkembangan penelitian rabies di Balai Penelitian Veteriner dalam mendukung pembebasan penyakit rabies di Indonesia. Pertemuan Regional Rabies VII se Sumatera di Bengkulu tanggal 23-24 Pebruari 1998. 1-8.

Bahri, S. 1998. Tantangan institusi (Laboratorium) veteriner di Indonesia dalam menghadapi era pasar bebas. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Veteriner Bogor. 18-19 Pebruari 1998. 19-33.

Darminto, Bahri, S., Suryana, N. 1998. Transmisi virus Newcastle disease galur velogenik pada burung unta (Struthio camelus) dan pencegahannya dengan vaksinasi. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Veteriner Bogor. 18-19 Pebruari 1998. 117-123.

Bahri, S., 1998. Aflatoksin problems in poultry feed and its raw materials in Indonesia. Media Veteriner, Vol. 5 (2) : 7-13.

Sendow, I., Syafriati, T., Bahri, S., Sarosa, A. 1998. Uji serologi terhadap virus Transmissible gastrointeritis (TGE) di beberapa daerah di Indonesia. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, Vol. 3 (3) : 176-181.

Murdiati, TB., Indraningsih, Bahri, S. 1998. Contamination of animal products by pesticides and antibiotics. Seeing Agricultural produce free of Pesticide residues. ACIAR Proceedings no. 85. 115-121.

Darminto, Bahri, S., Suryana, N. 1998. Titer antibodi protektif terhadap Newcastle disease pada burung unta (Struthio camelus). Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, Vol. 3 (4) : 243-250.

Bahri, S. 1998. Hasil penelitian tentang penyakit strategik, pengembangan metode diagnosis mutakhir dan produksi vaksin. Rapat Teknis dan Pertemuan Ilmiah Kesehatan Hewan di Bandar Lampung pada tanggal 23-26 Nopember 1998. 1-16.

Sri P., Bahri, S.1998. Salmonella serotyping conducted at the Bogor research institute for veterinary science during April 1989 – March 1996. Medical Journal of Indonesia. Vol.7 (sup.1) : 133-142.

Darminto, Bahri, S. 1998. Mengenal penyakit-penyakit menular penting pada burung unta (Struthio camelus). Wartazoa. Vol. 7 (1) : 22-32.

Bahri, S., Widiastuti, Raphaella. 1998. Beberapa mikotoksin pada bahan pangan dan pakan serta kaitannya dengan kesehatan manusia dan hewan. Informasi Jamur, No. 4-Th 1 edisi 4 : 10-16.
Darminto, Bahri, S. 1998. Mengenal lebih dekat influenza burung. Infovet. No. 054 : 29-31.

Bahri, S., 1999. Mewaspadai masuknya PMK ke Indonesia : Suatu kajian dari polemik daging India. Bogor: Balai Penelitian Veteriner. 14 hal.

Darminto, Bahri, S., Saepulloh, M. 1999. Penyakit-penyakit Zoonosis yang berkaitan dengan Enchephalitis. Wartazoa. Vol.9 (1) : 21-29.

Chancellor, R., Bahri, S., Setiadi, Y., Supartono. 1999. Vaksin Septicaemia epizootica (SE) bivalen isolat lokal untuk sapi dan kerbau. Teknologi unggulan pemacu pembangunan pertanian, Vol. 2 (Januari) : 51-60.

Murdiati, Tri, B.,Bahri, S., Azis, A. 2000. Penentuan residu kloramfenikol dalam produk ternak dengan ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi III Cibinong. 7-9 Maret 2000: 367-374.

Tarmudji, Kusumaningsih, A., Bahri, S., Darminto, Setiadi, B., Tiesnamurti, B., Adiati, U. 2001. Studi peranan akupunktur / laser punktur sebagai imunostimulan dalam pengendalian penyakit dan peningkatan daya reproduksi ternak. Prosiding hasil penelitian bagian proyek ”Rekayasa teknologi peternakan / ARMP-II” penyunting Sjamsul Bahri (et.al.): 343-357.

Sudibyo, A., Darodjat, M., Noor, S.M., Bahri, S., Setiawan, E.D. 2001. Pengendalian Brucellosis dan analisa vaksin Brucella abortus yang digunakan dalam pengembangan bibit sapi potong di Sulawesi Selatan dan D.I. Yogyakarta. Prosiding hasil penelitian bagian proyek ”Rekayasa teknologi peternakan/ ARMP-II”/Penyunting Sjamsul Bahri (et.al.): 371-379.

Kusumaningsih, A., Bahri, S., Nurhadi, A., Martindah, E., Masbulan, E. 2001. Studi kebutuhan berbagai macam obat hewan (terutama vaksin) di Indonesia. Prosiding hasil penelitian bagian proyek ”Rekayasa teknologi peternakan/ ARMP-II”/Penyunting Sjamsul Bahri (et.al.): 391-404.

Nurhadi, A., Bahri, S., Kusumaningsih, A., Masbulan, E., Martindah, E. 2001. Jalur pengadaan peredaran dan pemasaran vaksin/obat hewan di Indonesia. Prosiding hasil penelitian bagian proyek ”Rekayasa teknologi peternakan/ ARMP-II”/Penyunting Sjamsul Bahri (et.al.): 405-417.

Martindah, E., Masbulan, E., Bahri, S., Nurhadi, A., Kusumaningsih, A. 2001. Peran OSOHI dalam penyediaan dan pengembangan obat hewan. Prosiding hasil penelitian bagian proyek ”Rekayasa teknologi peternakan/ ARMP-II”/Penyunting Sjamsul Bahri (et.al.): 418-427.

Bahri, S., Nurhadi, A., Martindah, E., Kusumaningsuh, A., Masbulan, E. 2001. Studi potensi lembaga-lembaga pemerintah dan swasta dalam memproduksi vaksin dan bahan biologik veteriner lain di Indonesia. Prosiding hasil penelitian bagian proyek ”Rekayasa teknologi peternakan/ ARMP-II”/Penyunting Sjamsul Bahri (et.al.): 428-440.

Bahri, S., Masbulan, E., Nurhadi, A., Kusumaningsih, A., Martindah, E. 2001. Studi kebijakan mengoptimalkan sumberdaya dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan vaksin dan bahan biologis veteriner lain di Indonesia. Prosiding hasil penelitian bagian proyek ”Rekayasa teknologi peternakan/ ARMP-II”/Penyunting Sjamsul Bahri (et.al.): 441-455.

Bahri, S. 2001. Mewaspadai cemaran mikotoksin pada bahan pangan, pakan, dan produk peternakan di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian. Vol. 20 (2): 55-64.

Bahri, Sjamsul; Murdiati, Tri Budhi (Balai Besar Penelitian Veteriner). Emerging chemical subtance dalam keamanan pangan. Seminar Nasional Isu Mutakhir dalam Keamanan Pangan. Bogor. 27 Juni 2002. p. 1-19. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Bahri, Sjamsul; Indraningsih; Widiastuti, Raphaela; Murdiati, Tri Budhi; Maryam, Romsyah(Balai Penelitian Veteriner, Bogor (Indonesia)). Keamanan pangan asal ternak: suatu tuntutan di era perdagangan bebas. Wartazoa. 2002. V.12(2) p. 47-64.

Widiastuti, Raphaela; Darminto; Bahri, Sjamsul; Firmansyah, Rahmat(Balai Penelitian Veteriner, Bogor (Indonesia)). Inokulasi aflatoksin B1 pada telur berembrio dan residunya pada ayam yang menetas. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor. 29 - 30 September 2003. p.462-465.

Bahri, Sjamsul; Maryam, Romsyah(Balai Penelitian Veteriner, Bogor (Indonesia)). Mikotoksin berbahaya dan pengaruhnya terhadap kesehatan hewan dan manusia. Wartazoa. (2003). V .13(4) p.129-142.

Bahri, Sjamsul; Inounu, I.(Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan)Setiadi, B.(Balai Penelitian Ternak). Masalah Ascariasis pada ayam. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor. 4 - 5 Agustus 2004. p. 6 - 10. Bogor.

Bahri, Sjamsul; Maryam, Romsyah(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Mikotoksin berbahaya dan pengaruhnya terhadap kesehatan hewan dan manusia. Jurnal Mikologi Kedokteran Indonesia. (2003-2004). V .4-5(1-2) p.31-43.

Bahri, Sjamsul; Maryam, Romsyah; Widiastuti, Raphaela; (Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Tinjauan efek mikotoksin terhadap performa unggas. Jurnal Mikologi Kedokteran Indonesia. (2003/2004). V .4-5(1-2). p.53-64.

Sendow, Indrawati; Bahri, Sjamsul(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Penyakit bluetongue pada ruminansia, distribusi dan usaha pencegahannya di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Peternakan. (2005). V .24(2) p.56-62.

Bahri, Sjamsul; Kusumaningsih, Anni(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Potensi, peluang, dan strategi pengembangan vaksin hewan di Indonesia. Jurnal Penelitian dan pengembangan Peternakan. (2005). V .24(3) p.113-121.

Bahri, Sjamsul; Widiastuti, Raphaela(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia)Mustikaningsih, Y.(Universitas Nasional, Jakarta). Efek aflatoksin B1 (AFB1) pada embrio ayam. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. (2005). V .10(2) p. 160-168.

Bahri, Sjamsul; Maryam, Romsyah; Widiastuti, Raphaela(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Cemaran aflatoksin pada bahan pakan dan pakan di beberapa daerah Propinsi Lampung dan Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. (2005). V .10(3) p.236-241.

Bahri, Sjamsul; Masbulan, E.; Kusumaningsih, Anni(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Proses praproduksi sebagai faktor penting dalam menghasilkan produk ternak yang aman untuk manusia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2005). V .24(1) p.27-35.

Sendow, Indrawati; Bahri, Sjamsul(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Perkembangan Japanese encephalitis di Indonesia. Wartazoa. (2005). V .15(3) p. 111-118.

Kusnadi, U., K.Diwiyanto, dan S. Bahri. 2005. Pengembangan Sistem Usahatani Ternak Tanaman Pangan Berbasis Kambing di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Bogor 12-13 September 2005. ISBN 979-8308-47-6

Bahri, Sjamsul; Sani, Yulvian; Indraningsih(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Beberapa faktor yang mempengaruhi keamanan pangan asal ternak di Indonesia. Wartazoa. (2006). V .16(1) p.1-13.

Chen, S. Bahri,2006. Establisment of multiple sublineages of H5N1 Influenza virus in Asia: Implications for pandemic control. Proc. Natl. Acad. Sci. USA, 103:2845-2850 (tahun 2006)

Bahri, Sjamsul(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Kebijakan kelembagaan perunggasan di Indonesia. Prosiding Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi dalam Mendukung Usaha Ternak Unggas Berdayasaing. Semarang. 4 Agustus 2006. p.7-10.

Widiastuti, Raphaela; Maryam, Ronsyah; Bahri, Sjamsul; Firmansyah, Rahmat(Balai Penelitian Veteriner, Bogor Indonesia). Residu aflatoksin M1 pada susu sapi segar di Pangalengan dan Bogor Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor. 5-6 September 2006. p. 239 - 243.

Bahri, S., dan E. Martindah. 2006. Kebijakan Pengendalian Penyakit Strategis dalam Rangka Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi 2010. Prosiding Lokakarya Nasional Ketersediaan IPTEK Dalam Pengendalian Penyakit Strategis pada Ternak. 12 Juli 2006. ISBN 979-8308-59-X

Bahri, S., dan C. Thalib. 2007. Strategi Pengembangan Perbibitan Ternak Kerbau. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau, Jambi 22-23 Juni 2007. ISBN 978-979-8308-85-7

Bahri, Sjamsul(Direktorat Jenderal Peternakan, DEPTAN). Kebijakan dan strategi pengembangan ternak. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor. 11-12 Nopember 2008. p.4-14.

Bahri, Sjamsul(Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan) Syafriati, Tatty(Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor). Mewaspadai Munculnya Beberapa Penyakit Hewan Menular Strategis Di Indonesia Terkait Dengan Pemanasan Global Dan Perubahan Iklim. Wartazoa (2011). V.21(1), p.25-39.

Bahri, S. 2011. Upaya dan Strategi Peningkatan Produksi dan Konsumsi Protein Hewani. Policy Brief: Inovasi Teknologi dan Kelembagaan Pertanian. Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. 2011. ISBN 978-979-1159-49-4

Saepulloh, M., S.Bahri, S.Rahmawati, dan N.L.P.I.Dharmayanti. 2011. Pengaruh Toksin Binder dan Aflatoksin B1 Terhadap Respon Tanggap Kebal New Castle Disease Pada Ayam Pedaging. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 7-8 Juni 2011. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. P: 753-764.

Dharmayanti, N.L.P.I., K.Diwyanto, dan S.Bahri. 2012. Mewaspadai Perkembangan Avian Influenza (AI) Dan Keragaman Genetik Virus AI/H5N1 Di Indonesia. Pengembangan Inovasi Pertanian. 5(2):124-141.

Bahri, S. 2012. Keamanan Pangan Asal Ternak Ditinjau dari Rantai Pangan dan Budidaya di Tingkat Peternak. Dalam Membumikan IPTEK Pertanian. Sumarno, Soedjana, T.D., dan K. Suradisastra (Eds). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. IAARD PRESS. p:455-478.




Home | Hubungi Kami | Forum | Site Map | Tim Redaksi
(c) Copyright 2009 - 2014 Puslitbangnak
Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia
Phone. +62 251 8322183, +62 251 8328383
e-Mail: medpub@litbang.pertanian.go.id - puslitbangpeternakan@gmail.com

               





www.litbang.pertanian.go.id