Bogor, 27-May-2018       English Version


Kelompok Kerja Upaya Khusus (Upsus) percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting, tertuang dalam keputusan Menteri Pertanian RI Nomor: 135/Kpts/OT.050/2/2018. Pusat penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) berperan aktif melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pendampingan Pencapaian Target Upsus Siwab di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Diharapkan dengan kegiatan  yang dilaksanakan pada tanggal 26 – 29 Maret 2018 dapat menjadi wadah kelompok ternak/tani bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan peternak dalam menerapkan teknologi untuk mendukung percepatan Upsus Siwab.

Kegiatan pendampingan dan bimtek UPSUS SIWAB di Kabupaten Nunukan dilakukan di Kelompok Tani Gelekat Lewo dan Kelompok Tani Kampung Solo Maju. Pelaksanaan kegiatan demfarm oleh Tim Puslitbangnak (Dr. Endang Romjali dan Singgih Setyawan, S.Pt) dan Tim Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nunukan (Alim Bakhri, S.Pt, M.Si, Danang, S.Pt, Ahmad Sudarsono,  Fransciskus, dan Sulaiman).

Dr. Endang Romjali (Peneliti Puslitbangnak) sebagai narasumber menyampaikan materi  cara pemberian minoxvit pada sapi bunting, pasca beranak atau sapi dara yang belum bunting untuk mempercepat munculnya estrus dan bunting kembali. Minoxvit diberikan setiap hari selama dua bulan sebanyak 1 plastik yang dicampur dengan dedak atau konsentrat. Pemberian minoxvit ditujukan untuk menambah nafsu makan, meningkatkan bobot badan, dan mempercepat birahi serta meningkatkan fertilitas atau kebuntingan sapi induk, di samping itu juga meningkatkan kesuburan sapi pejantan.

Selain itu disampaikan pula penggunaan aplikasi TAKESI untuk informasi gangguan kesehatan ternak yang dapat di download di HP berbasis android melalui Playstore. Selanjutnya disampaikan pemanfaatan leguminosa Indigofera zollingerianan sebagai pakan sumber protein, dari mulai cara penanaman sampai pada tahap pemanenan.

Acara pendampingan tersebut bersamaan dengan program pemeriksaan kebuntingan (PKB) dan Inseminasi (IB) oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nunukan yang rutin dilaksanakan sesuai program. Target Upsus Siwab di Kabupaten Nunukan TA 2018 melalui program IB yakni 850 ekor, kelahiran 1.000 ekor (IB dan alam), PKB 1.200 ekor. Realisasi IB intensif Kabupaten Nunukan sampai dengan bulan Maret 2018 sudah dicapai sebanyak 144 ekor dengan kelahiran sebanyak 109 ekor.

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek