Bogor, 16-Nov-2018


Permintaan daging sapi nasional terus meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat, pertumbuhan penduduk, perubahan gaya hidup dan kesadaran akan gizi seimbang. Hal ini tidak dibarengi dengan ketersediaan pasokan bakalan, sehingga terjadi kekurangan daging sapi di dalam negeri . Salah satu kendala dalam rangka meningkatkan populasi sapi adalah terbatasnya daya dukung alam untuk penanaman hijauan sebagai sumber pakan. Di sisi lain produk samping pertanian dan agroindustri belum dimanfaatkan dengan optimal. Produk samping industri kelapa sawit merupakan pilihan alternatif yang dapat dipergunakan sebagai bahan pakan ternak sapi. Model integrasi sapi di perkebunan kelapa sawit yang telah dikaji oleh Badan Litbang Pertanian sejak tahun 2003 diyakini dapat terus dikembangkan. Dengan demikian sapi merupakan bagian integral dari usaha perkebunan kelapa sawit. Sistem integrasi ini mampu meningkatkan efisiensi biaya tenaga kerja, mengurangi biaya perawatan dan pemupukan, menghemat penggunaan lahan, mengurangi biaya investasi untuk pembangunan jalan dan pengadaan alat transportasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan pekebun dan masyarakat di sekitarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Tim Analisis Kebijakan Puslitbang Peternakan telah menyusun konsep pedoman sistem integrasi sapi di perkebunan kelapa sawit. Hal ini dilaksanakan melalui kegiatan desk study dan
focus group discussion. Konsep ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan/saran rekomendasi bagi tim penyusun Sistem Integrasi Sapi Di Perkebunan Kelapa Sawit yang akan dibentuk oleh Menteri Pertanian. Pada akhirnya, konsep pedoman ini dapat merupakan kontribusi nyata bagi pengembangan usaha sapi potong di perkebunan sawit, utamanya dalam mendukung terwujudnya Program Percepatan Swasembada Daging Sapi (P2SDS).

File fulltext : Download (918 Kb)

loading...

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN