Bogor, 16-Nov-2018


Laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah, meningkatnya tingkat pendidikan dan pengetahuan serta makin membaiknya pendapatan perkapita menuntut ketersediaan bahan pangan yang cukup, baik dalam jumlah, kualitas maupun kontinuitas, termasuk kebutuhan pangan yang berasal dari produk peternakan (daging, telur dan susu). Namun demikian laju permintaan akan produk peternakan tersebut tidak diimbangi dengan laju produktivitas ternak yang ada, atau dengan perkataan lain rendahnya produktivitas ternak tidak mampu mengimbangi laju permintaan pangan asal peternakan. Kondisi tersebut disebabkan usaha peternakan dihadapkan pada permasalahan pokok, yang hingga kini belum memberikan hasil yang diharapkan, yakni ketersediaan bahan pakan yang kurang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk peternakan, maka daging dan/atau ternak, khususnya sapi untuk dipotong didatangkan dari luar negeri dalam skala yang cukup banyak. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun, apabila upaya meningkatkan usaha peternakan dalam negeri mengalami kegagalan. Adalah hal yang mustahil, apabila Indonesia sebagai Negara Agraris yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup banyak dan berlimpah, tidak mampu meningkatkan produktivitas ternak lokal yang ada, khususnya untuk sapi potong. Semakin luasnya kawasan tanaman perkebunan, khususnya tanaman kelapa sawit, maka semakin banyak pula produk ikutan/produk samping yang dapat diperoleh. Kondisi yang demikian memberi peluang tersendiri bagi usaha sapi potong untuk dapat memanfaatkan secara optimal biomassa produk samping tanaman dan industri pengolahan hasil tanaman perkebunan/kelapa sawit, sebagai bahan pakan sapi potong.

Disamping itu, pemanfaatan produk samping industri sawit sebagai bahan pakan alternatif diharapkan mampu mengatasi problem klasik yang sering dihadapi para produsen sapi potong, yakni kekurangan bahan pakan. Diharapkan pula ketersediaan bahan pakan alternatif tersebut mampu memenuhi kebutuhan ternak, sekaligus meningkatkan tingkat berproduksi dan bereproduksi sesuai potensi genetik ternak sapi potong.

Pada akhirnya, upaya-upaya tersebut diharapkan dapat memberi nilai tambah, bukan saja yang bersumber dari sapi potong, tetapi dari perkebunan sawit. Semoga

 

DOWNLOAD ISI BUKU

 

 

loading...

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN