Bogor, 24-09-2017       English Version


Usaha ternak domba dan kambing memiliki prospek yang baik mengingat peluang pasar yang masih sangat terbuka, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Akhir-akhir ini, usaha tersebut banyak menarik perhatian pelaku usaha swasta untuk memenuhi permintaan hewan kurban dan aqiqah, yang cenderung terus meningkat setiap tahun. Belum lagi, adanya peluang untuk memenuhi pasar ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menjadikan usaha ini layak untuk dikembangkan.

Keterbatasan lahan dan akses terhadap pembiayaan usaha ditengarai menjadi salah satu kendala dalam upaya pengembangannya. Meskipun Pemerintah telah memiliki berbagai program strategis terkait dengan hal ini, namun kenyataannya pelaku usaha ternak domba dan kambing masih mengalami kesulitan untuk menggunakan fasilitas yang ada.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan
(Puslitbangnak) melalui Tim Kajian Antisipatif dan Responsif Kebijakan Strategis Peternakan dan Veteriner (KAR-KSPV) dan bekerja sama dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), berinisiasi melakukan diskusi bertemakan "Strategi Penyediaan Lahan dan Pembiayaan Usaha Pengembangan Kambing-Domba Skala UKM". Hal ini dilakukan melalui telaahan pemaparan dan diskusi beberapa narasumber kompeten, yang selanjutnya disintesis dan dirumuskan oleh Tim KAR-KSPVuntuk menjadi rekomendasi alternatif kebijakan yang diperlukan.

 

Selengkapnya (file Download)

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional