Bogor, 29-04-2017


Berbagai ragam rumpun itik lokal terdapat di Indonesia dan telah lama dipergunakan sebagai sumber protein hewani di pedesaan. Perlakuan masyarakat terhadap rumpun itik tersebut dan manfaat keekonomiannya membuat itik bertahan sebagai penyedia daging dan telur.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan bersama peneliti Balai Penelitian Ternak (Balitnak) melakukan eksplorasi sumberdaya genetik ternak (SDGT) berbagai itik lokal. Dari hasil eksplorasi dan karakterisasi sifat-sifat produksi ternak itik, maka ditentukan seleksi yang lebih intens untuk itik Alabio. Serangkaian kegiatan telah dilakukan dan ternyata persilangan antara itik Mojosari jantan dan Alabio betina menunjukkan keunggulan tinggi dan layak dikembangkan sebagai bibit komersial (Final Stock) itik petelur. Sehubungan dengan itu, serangkaian proses seleksi telah diterapkan terhadap itik Alabio yang akan dipergunakan sebagai bibit induk (Parent Stock) dengan tujuan agar selalu konsisten dan stabil dalam menghasilkan bibit hibrida itik petelur yang disebut dengan itik Master.

Penelitian pemuliaan melalui seleksi terhadap itik Alabio yang telah diusulkan berlangsung selama 5 generasi telah pula diusulkan kepada Komisi Penilaian, Penetapan, Pelepasan Rumpun dan Galur Ternak (KP3RGT). Hasil sidang KP3RGT telah pula dituangkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 360/Kpts/PK.040/6/2015 sebagai galur baru itik petelur dengan nama itik Alabimaster-1 Agrinak. Tahapan ini perlu dilakukan untuk memperoleh legalitas formal dan dasar hukum bagi pengembangan dan penyebaran galur bibit itik Alabio terseleksi. Selanjutnya itik Alabio terseleksi dimitrakan dengan pembibitan komersial untk menghasilkan bibit itik petelur yang berkualitas dan tentunya menguntungkan bagi peternak.

Pelepasan galur baru itik Alabimaster-1 Agrinak memberi semangat bagi kalangan akademisi dan pemerintah untuk melakukan eksplorasi dan karakterisasi itik lokal yang dilanjutkan dengan proses pemuliaan untuk menstabilkan sifat produksi yang diinginkan. Semoga galur baru itik ini dapat memberi manfaat ekonomi bagi peternak pemeliharan maupun penyedia protein hewani yang berkelanjutan

Selengkapnya: (File download)