Bogor, 29-04-2017


Tahun 2017

Kode Judul Kegiatan /
Penanggung Jawab
Status Tahun
Mulai
Tahun
Akhir
0500.2010.001 Kajian Antisipatif dan Responsif Kebijakan Strategis Peternakan Dan Veteriner
Prof. Dr. Drh Sjamsul Bahri, MS
Lanjutan
2010
2019
Justifikasi Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia sebesar 1,4% per tahun, maka kebutuhan konsumsi pangan termasuk pangan hewani juga meningkat. Saat ini kebutuhan konsumsi protein hewani asal ternak penduduk Indonesia masih belum tercapai dari yang ditargetkan sekitar 7 gram/kapita/hari. Sementara itu kontribusi protein hewani yang dominan (berdasarkan komoditasnya) secara berurutan adalah ayam ras, sapi dan kerbau, ayam dan itik lokal, domba dan kambing, dan sapi perah. Daging dan telur ayam ras merupakan sumber protein hewani utama yang relatif murah dan terjangkau oleh sebagian besar penduduk Indonesia (sekitar 80%). Daging sasi dan kerbau hanya dikonsumsi oleh sekitar 16% penduduk Indonesia, sedangkan daging kambing dan domba permintaannya terus meningkat tetapi produksinya tidak dapat mengikuti permintaan, terutama permintaan luar negeri. sementara itu unggas lokal memiliki potensi untuk dikembangkan, demikian juga dengan usaha sapi perah. Untuk mengembangkan komoditas ternak apa yang cukup strategis dalam upaya memenuhi kebutuhan protein hewani penduduk Indonesia termasuk kesempatan berusaha, maka harus dilihat potensi dan peluang yang ada dengan melakukan kajian antisipasi dan responsif terkait dengan kebijakan strategis dibidang peternakan dan veteriner.
Keluaran
s.d 2016
  1. Saran kebijakan yang terkait dengan program dan strategi pencapaian peningkatan produksi protein hewani ;
  2. Saran kebijakan untuk meningkatkan konsumsi dan produksi produk ternak selain daging sapi dan susu ;
  3. Saran kebijakan yang terkait dengan pengembangan perunggasan;
  4. Masukan kebijakan mengenai stabilisasi harga komoditas peternakan menjelang hari-hari besar keagamaan;
  5. Saran kebijakan yang terkait dengan bidang veteriner;
  6. Saran kebijakan program pembangunan peternakan nasional jangka panjang dengan memanfaatkan sumberdaya lokal.
Keluaran
2017
  1. Saran kebijakan tentang program perunggasan nasional mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani penduduk Indonesia sekaligus sebagai penyedia lapangan kerja;
  2. Saran kebijakan untuk meningkatkan populasi sapi potong;
  3. Saran kebijakan terkait dengan pengembangan sapi perah nasional melalui pemberdayaan peternak rakyat pola UKM;
  4. Saran Kebijakan pengembangan unggas lokal (ayam KUB dan itik MA) dengan memanfaatkan sumber daya lokal;
  5. Saran Kebijakan pengembangan kambing dan domba; dan
  6. Saran kebijakan program pembangunan peternakan nasional jangka panjang dengan memanfaatkan sumberdaya lokal.
Keluaran
Akhir
Lingkup kegiatan ini adalah melakukan kajian dan analisis teknis, kelayakan ekonomi, sosial budaya, lingkungan dan aspek legal lainnya terhadap berbagai kebijakan pemerintah terkait dengan pengembangan peternakan dan veteriner. Selain itu dilakukan juga kajian dan analisis terhadap permasalahan di bidang peternakan dan veteriner akibat situasi dan kondisi serta lingkungan strategis yang berubah dengan cepat, untuk kemudian dihasilkan suatu saran/rekomendasi opsi kebijakan.
Topik kajian merupakan kombinasi antara bidang masalah dan komoditas sub sektor peternakan. Bidang masalah terdiri dari aspek-aspek: (i) pemuliaan dan reproduksi, (ii) pakan, (iii) budidaya, (iv) penyakit hewan, (v) kesehatan masyarakat veteriner, serta (vi) investasi dan pemasaran. Komoditas dimaksud terdiri dari: (i) ruminansia besar, (ii) ruminansia kecil, (iii) unggas, dan (iv) aneka ternak. Tidak menutup kemungkinan bidang masalah dan komoditas dapat diperluas, utamanya pada saat terjadi isu-isu aktual yang strategis. Pada dasarnya kebijakan diperlukan guna mendukung berbagai aspek strategis dan program yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan yang diinginkan
0500.2013.010 Pengkajian Terpadu Keamanan Pakan Produk Rekayasa Genetik (PRG)
Dr. drh. Sri Muharsini
Lanjutan
2013
2019
Justifikasi Di Indonesia penelitian produk rekayasa genetik (PRG) pada bahan pakan dan pakan ternak belum banyak dilakukan. Namun demikian, hasil PRG sudah masuk ke Indonesia sebagai produk pangan (kedelai, jagung, tebu, buah-buahan dan obat-obatan) (Wirawan, 2006). Penelitian, pengembangan, peredaran dan pemanfaatan PRG harus memenuhi prosedur, persyaratan atau protokol khusus yang telah disepakati oleh masyarakat dunia, sehingga Pemerintah RI mengeluarkan Peraturan Pemerintah no. 21 tahun 2005 tentang Keamanan Hayati PRG. Sebagai tindaklanjut dari PP tersebut, telah diterbitkan Perpres no. 39 tahun 2010 tentang Komisi Keamanan Hayati PRG. KKH PRG adalah lembaga non struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya KKH PRG dibantu oleh Tim Teknis Keamanan Hayati PRG (TTKH PRG), Balai Kliring Keamanan Hayati dan Sekretariat KKH. Perpres tersebut telah disempurnakan/diubah menjadi Perpres no. 53 tahun 2014. Berdasarkan Perpres tersebut, maka Ketua KKH membawahi tiga Wakil Ketua yaitu Wakil Ketua Bidang Kemanan Pangan, Bidang Keamanan Pakan dan Bidang Keamanan Lingkungan. Sebagai Wakil Bidang Keamanan Pakan adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dengan dasar tersebut, maka kesekretariatan TTKH Pakan PRG ada di Kementerian Pertanian (Puslitbang Peternakan), walaupun anggotanya berasal lintas K/L dan PT. TTKH mempunyai tusi melaksanakan Kajian Bahan
Keluaran
s.d 2016
  1. Draft final Permentan tentang kajian keamanan bahan pakan dan pakan produk rekayasa genetik.
  2. Laporan hasil kajian keamanan bahan pakan dan pakan produk rekayasa genetik yang didaftarkan ke Kementerian Pertanian.
  3. Rekomendasi keamanan bahan pakan dan pakan ternak produk rekaya genetik kepada Komisi Keamanan Hayati yang telah didaftarkan kepada Kementerian Pertanian.
Keluaran
2017
Draft Permentan tentang Pedoman Pengkajian Keamanan Pakan PRG menjadi final dan ditandatangani Menteri Pertanian.
Pengkajian terhadap pakan PRG yang masuk. Saat ini ada tiga produk yaitu jagung PRG even Bt-11, Jagung PRG even GA 21 dan tebu toleran kekeringan NXI-4T.
Tahun ini (TA. 2016) Melaksanakan pengkajian jagung event MIR 162 dan jagung event MIR 604.
Keluaran
Akhir
Draft Permentan tentang Pedoman Pengkajian Keamanan Pakan PRG menjadi final dan ditandatangani Menteri Pertanian.
Pengkajian terhadap pakan PRG yang masuk. Saat ini ada tiga produk yaitu jagung PRG even Bt-11, Jagung PRG even GA 21 dan tebu toleran kekeringan NXI-4T.
Tahun ini (TA. 2016) Melaksanakan pengkajian jagung event MIR 162 dan jagung event MIR 604.
0500.2013.013 Pengelolaan Sumberdaya Genetik dan Pengembangan Unit Pengelolaan Benih Sumber Peternakan Berkelanjutan
Dr. Ir. Anneke Anggraeni, M.Si.
Lanjutan
2013
2019
Justifikasi Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT) adalah modal dasar bagi pembangunan pertanian nasional. Dalam memenuhi pangan hewani dan fungsi lainnya, telah terjadi penurunan populasi & erosi SDGT asli & lokal. Optimalisasi & Koordinasi yang sudah dilakukan untuk pemanfaatan & konservasi SDGT berkelanjutan, perlu dilanjutkan oleh Puslitbang Peternakan sebagai representatif Koordinator Nasional SDGT baik di daerah, regional, nasional dan internasional. Keterkaitan UPBS/BU di UPT dengan instann / swasta perlu terus diperkuat, sehingga produksi bibit unggul & benih sumber dapat secara cepat diperbanyak & disebarkan kemasyarakat.
Keluaran
s.d 2016
  1. Proposal pelepasan rumpun & galur ternak unggul hasil penelitian pemuliaan (4).
  2. Sosialisasi/ implementasi Startegi Nasional dan Rencana Aksi (SNRA) SDGT Nasional (1).
  3. Rekomendasi teknologi peternakan untuk pengembangan rumpun/galur ternak hasil pelepasan & penetapan.
  4. Rekomendasi bahan masukan konferensi tahunan SDGT di FAO. 5. Dokumen Pengelolaan UPBS/BU lingkup Puslitbang Peternakan.
Keluaran
2017
  1. Proposal pelepasan rumpun dan galur ternak unggul hasil penelitian pemuliaan di UPT (3 proporsal).
  2. Sosialisasi dan implementasi pengelolaan dan Strategi Nasional Rencana/Program Aksi (SNRA) dari SDGT (3 laporan dan 2 dokumen).
  3. Rekomendasi teknologi peternakan untuk pengembangan rumpun dan/atau galur ternak hasil pelepasan dan/atau penetapan (2 dokumen).
  4. Rekomendasi bahan masukan untuk forum/pertemuan/konferensi SDGT pada forum internasional (FAO) (1 set laporan).
  5. Peningkatan manajemen pengelolaan UPBS/BU lingkup Puslitbangnak dan Balitbangtan (1 set laporan).
Keluaran
Akhir
  1. Terinformasikannya pengelolaan SDGT ke tingkat nasional dan internasional.
  2. Tengelolaan, pemanfaatan dan konservasi SDGT terimplementasi dengan baik.
  3. Termanfaatkannya bibit unggul/benih sumber hasil penelitian UPT kepada pengguna.
0500.2013.016 Pembayaran Gaji dan Tunjangan
Ir. Anny Slamet, M.M.
Lanjutan
2013
2019
Justifikasi Kegiatan Pengelolaan Administrasi dan Pelayanan Perkantoran merupakan kegiatan sehari-hari perkantoran atau kegiatan Administrasi Umum yang bersifat rutin dan juga merupakan tupoksi Bagian Tata Usaha pada umumnya, secara langsung terkait dengan urusan keuangan, perlengkapan, kepegawaian dan rumahtangga.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan perlu didukung keberadaan Layanan Perkantoran yang meliputi tiga unsur terdiri dari : (1) Sumber Daya Manusia; (2) Sarana dan Prasarana dan (3) Anggaran
Keluaran
s.d 2016
(1) Melakukan pembayaran Gaji, Honorarium dan Tunjangan tepat waktu;
(2) Melakukan Kegiatan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, berupa Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran, Pemeliharaan Perkantoran, Penggantian Barang Inventaris, Langganan Daya dan Jasa serta Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor
Keluaran
2017
(1) Melakukan pembayaran Gaji, Honorarium dan Tunjangan tepat waktu;
(2) Melakukan Kegiatan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, berupa Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran, Pemeliharaan Perkantoran, Penggantian Barang Inventaris, Langganan Daya dan Jasa serta Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor
Keluaran
Akhir
(1) Melakukan pembayaran Gaji, Honorarium dan Tunjangan tepat waktu;
(2) Melakukan Kegiatan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, berupa Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran, Pemeliharaan Perkantoran, Penggantian Barang Inventaris, Langganan Daya dan Jasa serta Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor
0500.2013.017 Pengelolaan Administrasi dan Pelayanan Perkantoran
Ir. Anny Slamet, M.M.
Lanjutan
2013
2019
Justifikasi Kegiatan Pengelolaan Administrasi dan Pelayanan Perkantoran merupakan kegiatan sehari-hari perkantoran atau kegiatan Administrasi Umum yang bersifat rutin dan juga merupakan tupoksi Bagian Tata Usaha pada umumnya, secara langsung terkait dengan urusan keuangan, perlengkapan, kepegawaian dan rumahtangga.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan perlu didukung keberadaan Layanan Perkantoran yang meliputi tiga unsur terdiri dari : (1) Sumber Daya Manusia; (2) Sarana dan Prasarana dan (3) Anggaran
Keluaran
s.d 2016
(1) Melakukan pembayaran Gaji, Honorarium dan Tunjangan tepat waktu;
(2) Melakukan Kegiatan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, berupa Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran, Pemeliharaan Perkantoran, Penggantian Barang Inventaris, Langganan Daya dan Jasa serta Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor
Keluaran
2017
(1) Melakukan pembayaran Gaji, Honorarium dan Tunjangan tepat waktu;
(2) Melakukan Kegiatan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, berupa Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran, Pemeliharaan Perkantoran, Penggantian Barang Inventaris, Langganan Daya dan Jasa serta Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor
Keluaran
Akhir
(1) Melakukan pembayaran Gaji, Honorarium dan Tunjangan tepat waktu;
(2) Melakukan Kegiatan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, berupa Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran, Pemeliharaan Perkantoran, Penggantian Barang Inventaris, Langganan Daya dan Jasa serta Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor
0500.2015.001 Manajemen Ketatausahaan
Ir. Anny Slamet, M.M.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi (1) Melakukan kegiatan urusan kepegawaian, rumah tangga dan ketatausahaa, (2) Melakukan urusan keuangan dan perlengkapan, (3) Melaksanakan pemantauan Sistem Manajemen Mutu/ISO 9001:2008, dan (4) Melakukan Pengelolaan Kearsipan
Keluaran
s.d 2016
(1) Pengelolaan Administrasi Kepegawaian dan Rumah Tangga, SIMPEG, Pembinaan SDM dan Sekuriti, (2) Peningkatan Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Perlengkapan, (3) Serti- fikasi Sistem Mutu dan Personil, (4) Penyeleng-garaan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran
Keluaran
2017
(1) Pengelolaan Administrasi Kepegawaian dan Rumah Tangga, SIMPEG, Pembinaan SDM dan Sekuriti, (2) Peningkatan Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Perlengkapan, (3) Serti- fikasi Sistem Mutu dan Personil, (4) Penyeleng-garaan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, (5) Peningkatan Pengelolaan Kearsipan
Keluaran
Akhir
(1) Pengelolaan Administrasi Kepegawaian dan Rumah Tangga, SIMPEG, Pembinaan SDM dan Sekuriti, (2) Peningkatan Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Perlengkapan, (3) Sertifikasi Sistem Mutu dan Personil, (4) Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, (5) Peningkatan Pengelolaan Kearsipan
0500.2015.002 Manajemen Program dan Evaluasi, Pelayanan Teknis
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan, penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program serta pemantauan dan evaluasi penelitian dan pengembangan peternakan. Dalam menjalankan tugasnya menyelenggarakan fungsi penyiapan, penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program, serta anggaran kegiatan, dan penyiapan pemantauan, analisis dan evaluasi, serta penyusunan laporan di bidang penelitian dan pengembangan peternakan
Keluaran
s.d 2016
(1) Koordinasi UPT Lingkup Puslitbangnak, Badan Litbang dan Stakeholders Terkait; (2) Pengelolaan Program dan Anggaran; (3) Pengelolaan Monitoring, Evaluasi dan SPI; (4) Sinkronisasi dan Koordinasi Program Pembangunan Peternakan
Keluaran
2017
(1) Koordinasi UPT Lingkup Puslitbangnak, Badan Litbang dan Stakeholders Terkait; (2) Pengelolaan Program dan Anggaran; (3) Pengelolaan Monitoring, Evaluasi dan SPI; (4) Sinkronisasi dan Koordinasi Program Pembangunan Peternakan
Keluaran
Akhir
(1) Koordinasi UPT Lingkup Puslitbangnak, Badan Litbang dan Stakeholders Terkait; (2) Pengelolaan Program dan Anggaran; (3) Pengelolaan Monitoring, Evaluasi dan SPI; (4) Sinkronisasi dan Koordinasi Program Pembangunan Peternakan
0500.2015.003 Manajemen Kerjasama Pendayagunaan Hasil, Jasa Penelitian
Dr. Ir. Endang Romjali, M.Sc.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Untuk meningkatkan kinerja penelitian serta mempercepat alih teknologi dapat dilakukan kerjasama dengan mitra dalam dan luar negeri. Dari kegiatan kerjasama diharapkan dapat saling memanfaatkan potensi yang dimiliki masing–masing pihak baik inovasi, sarana, SDM dll. 2. Agar program/kegiatan yang dilakukan dengan mitra kerjasama dapat berhasil sesuai dengan tujuan, maka perlu adanya pendampingan dari institusi penghasil teknologi.
Hasil penelitian baik berupa terbitan paper maupun produk inovasi teknologi di lingkup Puslitbangnak perlu didiseminasikan. Media diseminasi dapat dilakukan antara melalui media cetak maupun elektronik. Pelaksanaan lab. lapang dapat dilakukan untuk mempercepat adopsi serta pemanfaatannya
Keluaran
s.d 2016
1.Terjalinnya kerjasama penelitian peternakan dan veteriner; 2. Terlaksananya Pendampingan Tindak Lanjut MoU Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Peternakan
1.Terlaksananya pertemuan ilmiah, 2. Penerbitan publikasi ilmiah, 3. Tersebarnya inovasi teknologi peternakan dan veteriner melalui beberapa media diseminasi,
Keluaran
2017
1. Terlaksananya pertemuan ilmiah, 2. Penerbitan publikasi ilmiah, 3. Tersebarnya inovasi teknologi peternakan dan veteriner melalui beberapa media diseminasi, 4. Pendampingan laboratorium lapang.
Keluaran
Akhir
Terjalinya kerjasama penelitian peternakan dalam rangka alih teknologi dan peningkatan nilai hasil penelitian bidang peternakan dan veteriner.
Meningkatnya adopsi teknologi peternakan hasil penelitian Balitbangtan oleh peternak dan pengguna teknologi lainnya sejalan dengan meningkatnya produktivitas dan nilai tambah usaha peternakan
0500.2015.005 Akselerasi Pengembangan Sistem Integrasi Ternak - Tanaman Berbasis Laboratorium dan Sekolah Lapang
Ir. Rasali Hakim Matondang, M.Si.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi 1. Pengembangan usaha sapi memerlukan lahan yang sudah sangat terbatas sebagai sumber pakan; 2. Potensi produk samping usaha pertanian (tanaman pangan, perkebunan) yang sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal; 3. Sistem integrasi ternak-tanaman (SITT) menjadi program trobosan untuk meningkatkan populasi sapi; 4. SITT perlu dilakukan secara holistik melalui pendekatan laboratorium dan sekolah lapang.
Keluaran
s.d 2016
1. Terbentuknya calon laboratorium lapang (LL) beserta petani/peternak/pekebun yang dapat menjadi kolaborator untuk menerapkan SITT secara holistik;
2. Teridentifikasinya titik ungkit teknologi spesifik lokasi dari mulai usaha pembibitan sampai penghasil gas-bio.
3. Informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku (keputusan) ekonomi rumahtangga petani dan mempelajari keterkaitan antar keputusan pada usaha SITT
Keluaran
2017
1.100% calon laboratorium lapang dalam pembibitan dan penggemukan sapi potong sesuai Juklak LL dan SL - PPSP
2. Saran/rekomendasi untuk pemecahan faktor-faktor penghambat penerapan SITT di tingkat rumahtangga petani/peternak/pekebun atau faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menerapkan SITT
3. Buku Bunga Rampai pendampingan kegiatan Integrasi Sawit-Sapi.
 
Keluaran
Akhir
Terbentuknya LL dan SL dalam pembibitan dan penggemukan sapi potong sesuai Juklak LL dan SL – PPSP
0500.2015.008 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi
Lukman Sidauruk, BC.HK
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Komunikasi antar UK/UPT agar lebih efisien dan cepat membutuhkan alat tambahan perangkat I Phone.
Keluaran
s.d 2016
Perangkat pengolah data
Keluaran
2017
Perangkat pengolah data, perangkat komunikasi IP-Phone, voice recorder, pad design
Keluaran
Akhir
Tersedianya Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
0500.2015.009 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran
Lukman Sidauruk, BC.HK
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Peralatan dan fasilitas yang ada masih belum memadai sehingga diper-lukan penambahan peralatan.
Keluaran
s.d 2016
Pengadaan PJU Solar cell, AC, Water purifier, Roll Opack, Lemari besi, Meja Kursi tamu, kichen set
Keluaran
2017
Pengadaan PJU Solar cell, pagar listrik
Keluaran
Akhir
Tersedianya Peralatan dan Fasilitas Perkantoran untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
0500.2015.010 Gedung/Bangunan
Lukman Sidauruk, BC.HK
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Keamanan, kenyamanan dalam beraktivitas di kantor perlu ditunjang dengan perbaikan pagar halaman, perbaikan canopy dan perbaikan gedung gues house.
Keluaran
s.d 2016
Renovasi/Rehabilitasi ruang arsip, renovasi Atasp gedung kantor, rehabilitasi gedung mess, dll.
Keluaran
2017
Renovasi/Rehabilitasi konsol Atap gedung kantor.
Keluaran
Akhir
Tersedianya Sarana Gedung dan Bangunan untuk mendukung pelaksanaan kegiata
0500.2015.012 Penyusunan Sistem Informasi Geospasial Peternakan Nasional Untuk Mengantisipasi Perubahan Iklim
Dr. Ir. Ra Yeni Widiawati
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Kawasan pertanian bioindustri di sentra-sentra peternakan perlu dirintis dan selanjutnya diperluas sebagai kawasan percontohan. Terwujudnya kawasan tersebut akan dapat mendorong pengembangan kawasan serupa di tempat lain sehingga industri peternakan diinisiasi berlandaskan blue conomy. Kontributor emisi gas metana di Indonesia tertinggi pada sub-sektor peternakan adalah ternak sapi potong, yaitu sebesar 65,12% dari emisi ternak ruminansia, atau sebesar 58,84% dari total emisi gas metana seluruh komoditas ternak. Perbedaan bangsa sapi dan sistem pemeliharaan akan menghasilkan produksi gas metana yang berbeda pula, sehingga diperlukan strategi penanganan pakan dan pemilihan bangsa yang disesuaikan dengan lingkungan. Peningkatan populasi dan produkitivitas ternak ruminansia perlu didukung oleh ketersediaan pakan yang berkualitas dan kuantitas sepanjang tahun. Ketergantungan ternak ruminansia pada hasil samping pertanian, perkebunan dan hortikultura serta industrinya sebagai bahan pakan sangat besar. Banyaknya bahan pakan yang tersedia sangat beragam tergantung pada komoditas pertanian, sehingga kapasitas tampung terhadap ternak akan berbeda. Diperlukan suatu informasi tentang faktor konversi hasil samping pertanian sehingga dapat diestimasi kapasitas tampung ternak disuatu wilayah pertanian.
Keluaran
s.d 2016
(1) Tersedianya informasi dasar bagi perumusan faktor konversi bahan pakan dari limbah pertanian (tanaman pangan) dan industrinya untuk mengestimasi kapasitas tampung ternak; (2) Tersebarnya informasi tentang adaptasi, mitigasi dan pengukuran produksi gas metana pada ternak ruminansia, (3) Terlaksananya koordinasi yang efektif dengan pemangku kebijakan maupun instansi/stakeholder terkait program terobosan pembangunan peternakan; (4) Terlaksananya implementasi teknologi pertanian bioindustri untuk ternak unggas, ruminansia dan tanaman pakan ternak.
Keluaran
2017
Keluaran jangka Pendek adalah faktor konversi limbah perkebunan tebu, coklat dan sawit; peta ketersediaan bahan pakan asal perkebunan dalam Sistem kalender ternak; rumus penghitungan GRK peternakan untuk spesifik lokal Indonesia
Keluaran
Akhir
Keluaran jangka Pendek adalah faktor konversi limbah perkebunan tebu, coklat dan sawit; peta ketersediaan bahan pakan asal perkebunan dalam Sistem kalender ternak; rumus penghitungan GRK peternakan untuk spesifik lokal Indonesia. Keluaran jangka panjang adalah peningkatan populasi dan produktivitas ternak ruminansia sesuai dengan daya tampung wilayah; sistem kalender ternak dapat diakses secara online oleh pengguna lewat internet; data emisi GRK peternakan yang akurat.
0500.2016.001 Pendampingan, Koordinasi, Bimbingan dan Dukungan Teknologi UPSUS Daging, TSP, TTP dan Komoditas Utama Kementan
Dr. Ir. Bess Tiesnamurti, M.Sc.
Lanjutan
2016
2019
Justifikasi Kegiatan UPSUS PJK 2015 merupakan kegiatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai yang perlu didukung dengan adanya perbaikan jaringan irigasi dan sarana pendukung. Untuk mendukung kelancaran kegiatan UPSUS PJK 2015, maka diperlukan kinerja dari tim supervisi dan pendampingan program yang mengawal kegiatan sehingga berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai tindak lanjut, maka dibentuklah Kelompok Kerja (Pokja) Tim supervisi dan pendampingan UPSUS PJK 2015 dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1243/Kpts/OT.160/12/2014 yang menentukan lokasi meliputi 32 provinsi di Indonesia. Program percepatan pencapaian swasembada pangan dapat terealisasi jika petani mampu menggunakan teknologi untuk meningkatkan produksi baik dalam sisi kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu, diperlukan adanya percepatan teknologi di bidang pertanian untuk dapat diimplementasikan oleh pengguna dalam hal ini petani. National Agro Science and Technology Park (NASTP), Agro Science Park (ASP) dan Agro Technology Park (ATP) merupakan sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk mempercepat aliran teknologi pada bidang pertanian sampai ke lapangan dan dapat diimpelementasikan oleh pengguna.
Keluaran
s.d 2016
  1. Pendampingan peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
  2. Pendampingan teknologi untuk pembangunan NASTP, ASP, dan ATP di Provinsi Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, DI Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DIY, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keluaran
2017
  1. Terjadi Peningkatan Jumlah Investasi Sapi Potong dan Terjadi Peningkatan Produksi Daging Nasional.
  2. Terbentuknya/Keberlanjutan TTP Tanjung Jabung Timur (Jambi), TTP Cigombong Jabar, TTP Gunung Kidul (DIY), TTP Pacitan (Jatim)Tercapai.
  3. Pelaksanaan kegiatan Litbang untuk komoditas strategis sesuai dinamika yang timbul.
Keluaran
Akhir
  1. Terjadi Peningkatan Jumlah Investasi Sapi Potong dan Terjadi Peningkatan Produksi Daging Nasional.
  2. Terbentuknya/Keberlanjutan TTP Tanjung Jabung Timur (Jambi), TTP Cigombong Jabar, TTP Gunung Kidul (DIY), TTP Pacitan (Jatim)Tercapai.
  3. Pelaksanaan kegiatan Litbang untuk komoditas strategis sesuai dinamika yang timbul.
0500.2017.001 Komisi Kesejahteraan Hewan Balitbangtan (institut Animal Care and Use Committe/IACUC)
Dr. drh. Susan Maphilindawati Noor, MVSC
Baru
2017
2017
Justifikasi Penggunaan hewan coba dalam penelitian akan menimbulkan ketidaknyamanan, rasa nyeri, dan terkadang berakhir dengan kematian hewan. Hewan coba yang dikorbankan dalam penelitian patut dihormati, diperlakukan dengan manusiawi, dipelihara dengan baik, dan kehidupannya diusahakan agar bisa disesuaikan pola seperti di alam. Penelitian yang akan melakukan penelitian menggunakan hewan coba harus membuat dan mengusulkan protokol penggunaan dan penanganan hewan coba sesuai dengan standar etik yang berlaku dan disetujui oleh komisi Institutional Animal Care and Use Committee (IACUC).
Keluaran
2017
Keluaran yang diharapkan diperoleh diakhir kegiatan adalah setiap proposal penelitian yang menggunakan hewan coba mendapat nomor registrasi.
Keluaran
Akhir
Keluaran yang diharapkan diperoleh diakhir kegiatan adalah setiap proposal penelitian yang menggunakan hewan coba mendapat nomor registrasi.