Bogor, 29-04-2017


Tahun 2017

Kode Judul Kegiatan /
Penanggung Jawab
Status Tahun
Mulai
Tahun
Akhir
0561.2015.001 Peningkatan Efisiensi Produksi Sapi Perah Berkelanjutan Pada Iklim Tropis
Dr. Ir. Anneke Anggraeni, M.Si.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Rendahnya produksi susu nasional sebagai konsekwensi dari rendahnya populasi dan produksi per individu ternak, dan ini terkait dengan tingkat reproduksi yang rendah yang ditunjukkan dengan persentase kebuntingan yang rendah dan interval beranak yang panjang. Peningkatan produksi susu nasional dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi yang komprehensip termasuk perbaikan pakan, ketersedianan bibit ternak unggul dan perbaikan reproduksi diantaranya aplikasi teknologi sinkronisasi estrus dan IB yang efektif dan efisien, dan manajemen pemeliharaan lainnya.
Keluaran
s.d 2016
1.Sapi FH laktasi dengan kinerja produksi susu dan kualitas susu yang baik.
2.Sapi FH dara dengan pertumbuhan dan peluang produksi susu yang baik untuk dijadikan RS.
3.Data sapi kandidat referensi untuk analisis genotyping dengan teknik Bovine SNP 50 Whole-Genome Bead Chip assay.
4.Sapi FH induk di Balitnak pembawa genotipe unggul kadar protein (kasein) susu.
5.Informasi kinerja sapi perah yang diberi pakan imbuhan mineral mikro dan vitamin.
6.Data persentase kebuntingan hasil IB menggunakan mikroekapsulasi spermatozoa.
7. Informasi efektifitas sinkronisasi menggunakan hormon spray.
8. Informasi tingkat penerimaan peternak terhadap introduksi teknologi produksi sapi perah dan profil usaha sapi perah rakyat di wilayah pengembangan di luar Jawa.
Keluaran
2017
Keluaran Tahunan
1. Populasi sapi FH sebagai populasi referensi dalam menelusuri kontrol Gene Assisted Selection (GAS) pada kadar protein susu.
2. Calon teknologi Gene Assisted Selection (GAS) untuk seleksi sapi perah kualitas susu protein tinggi.
3. Informasi lanjutan tentang data kebuntingan dan kelahiran hasil IB-ES pada sapi perah Balitnak.
4. Informasi tentang pemanfaatan nano zink sebagai pakan suplemen dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan sapi anak.
5. Rekomendasi nilai ekonomis teknologi pakan imbuhan (nano zink) dan teknologi IB-ES untuk peningkatan produktivitas sapi perah.
Keluaran Jangka Panjang
1. Teknik seleksi yang cepat dan akurat dalam memilih sapi perah FH bibit dengan kemampuan kualitas susu tinggi secara efisien pada kondisi iklim tropis.
2. Teknologi mikroenkapsulasi sperma dan sinkronisasi estrus menggunakan hormon spray.
3. Paket inovasi teknologi pakan imbuhan zink partikel nano dan managemen pemeliharaan mendukung budidaya sapi FH unggul produksi susu.
4. Model pengembangan agribisnis sapi perah spesifik lokasi (dataran rendah, sedang, dan tinggi), yang mampu meningkatkan pendapatan peternak
Keluaran
Akhir
  1. Teknik seleksi yang cepat dan akurat dalam memilih sapi perah FH bibit dengan kemampuan produksi dan kualitas susu tinggi secara efisien pada kondisi iklim tropis.
  2. Paket inovasi teknologi pakan imbuhan Kalem-Mikar partikel nano dan managemen pemeliharaan mendukung budidaya sapi FH unggul produksi susu.
  3. Teknologi mikroenkapsulasi sperma dan sinkronisasi estrus menggunakan hormon spray.
  4. Nilai teknis dan ekonomi teknologi IB-ES pada sapi perah di pengguna, dan informasi preferensi, dampak dan permasalahan penggunaan IB-ES di pengguna serta rekomendasi pemecahan masalah pengembangannya.
  5. Model pengembangan agribisnis sapi perah spesifik lokasi (dataran rendah, sedang, dan tinggi), yang mampu meningkatkan pendapatan peternak
0561.2015.003 Eksplorasi, Koleksi, Karakterisasi Dan Evaluasi Sumber Daya Genetik Ternak Ruminansia Dan Non-ruminansia
Dr. Tatan Kostaman, S.Si., M.P.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi 1.Ketersediaan keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) ternak sangat diperlukan sebagai bahan baku perakitan (pemuliaan) untuk membentuk bibit unggul masa kini. Punahnya plasma nuftah yang pada dasarnya merupakan bibit unggul masa lalu, merupakan petaka karena tidak dapat dibentuk kembali. Prinsip pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan SDG harus dilaksanakan secara seimbang.
2.Kambing PE dan domba Garut yang digunakan sebagai pembanding pembentukan domba hasil pemuliaan perlu dikelola dengan standar pengelolaan dan lingkungan yang relatif sama. Sementara itu, pengelolaan domba St. Croix dikelola sebagai persyaratan rumpun domba St. Croix yang dalam proses pelepasan sebagai rumpun baru domba hasil pemuliaan.
3.Kecenderungan penurunan populasi domba Wonosobo perlu dicarikan solusi untuk pelestariannya. Punahnya SDG domba Wonosobo merupakan kerugian negara yang tak ternilai harganya. Penurunan populasi perlu dicari sebab dan upaya pelestariannya secara in-situ.
4.Balai Penelitian Ternak telah melaksanakan pemuliaan kambing dan domba dan siap untuk ditetapkan/dilepas sebagai rumpun baru hasil pemuliaan. Dalam kaitan penetapan/pelepasan rumpun tersebut pemulia wajib mempertahankan populasi inti sebagai sumber SDG yang dapat digunakan untuk membentuk rumpun baru lagi.
5.Strategi konsenvarsi plasma nutfah yang baru adalah dengan metode penyimpanan material gen, yaitu dengan primordial germ cells, embryonic cells transfer, cell dedifferentiation, dan chimerism (Mermillod 2013).
6.Sel germinal dapat pulih dari gonad embrio dengan cara di kultur untuk jangka panjang dalam medium kultur (Liou et al. 2012).
7.Teknologi baru dapat membantu mengurangi biaya pemeliharaan pada unggas dan unggas aman dari kejadian tidak terduga, seperti wabah flu burung yang sangat patogen atau bahkan tsunami. Teknologi germline chimera mungkin mengurangi dampak lingkungan yang berpotensi negatif dari strategi konvensional ex-situ untuk melestarikan sumber daya genetik unggas
Keluaran
s.d 2016
Karakterisasi SDG PN Lokal (1 dok). Mengumpulkan dan pencarian informasi ternak ruminansia dan non ruminansia yang terancam punah dan mempunyai nilai ekonomi tinggi di seluruh wilayah Indonesia.
1.Koleksi domba Garut dan St croix masing-masing 50 ekor induk dan 10 pejantan.
2.Informasi lanjutan respon pengembangan domba hasil pemuliaan di lapangan.
3.Koleksi ternak hidup itik Mojosari Putih dan Peking. Perbanyakan GGC dengan metode kultur dan transfer ke embrio resipien.
4.Pangkalan data SDG menurut kondisi lingkungan (ex-situ dan in-situ).
Keluaran
2017
Pengelolaan sumber daya genetik ternak ruminansia kecil:
a) Informasi potensi biologik kambing Peranakan Etawah, domba Garut, dan domba St. Croix (masing-masing sebanyak 100 ekor);
b) Potensi genetik kambing dan domba yang di konservasi;
Koleksi, rejuvinasi dan evaluasi sumber daya genetik ayam dan itik:
a) Koleksi ternak hidup ayam dan itik (masing-masing sebanyak 120 ekor) yang sudah lengkap karakterisasinya;
b) Populasi replacement stock ayam dan itik yang sudah terkarakterisasi lengkap potensi produksinya.
Keluaran
Akhir
1.Identifikasi potensi genetik yang unggul dari rumpun ternak yang dikelola baik dalam kondisi in-situ dan ex-situ;
2.Pangkalan data informasi SDG ternak yang dikoleksi/analisisi baik secara ex-situ dan atau in-situ;
3.Memperoleh alternatif teknologi konservasi unggas asli/lokal Indonesia
0561.2015.004 Peningkatan Efisiensi Produksi Dan Reproduksi Kerbau Lumpur
Dr. drh. Ria Sari Gail Sianturi, M.Sc.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi 1. Pendekatan teknologi IB (inseminasi buatan) merupakan alternatif untuk mengatasi semakin munurunnya kualitas genetik kerbau di pedesaaan melalui perkawinan outbreeding dengan pejantan yang berasal dari populasi atau lokasi yang sangat jauh (pulau lain).
2. Teknologi pemisahan spermatozoa X dan Y pada semen kerbau akan sangat menguntungkan apabila dapat diaplikasikan untuk tujuan mendapatkan ternak dengan jenis kelamin sesuai harapan dan akan meningkatkan produksi peternakan secara nyata. Keberhasilan pemisahan spermatozoa sangat tergantung penguasaan teknologi pemisahan spermatozoa X dan Y. Modifikasi metodologi pemisahan dengan mempertimbangkan motilitas sperma dan waktu pemisahan akan meningkatkan efisiensi teknologi pemisahan sperma X dan Y.
3. Semen beku kerbau hasil sexing diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam aplikasi teknologi IB. Hal ini dimungkinkan karena jenis kelamin anak kerbau yang dihasilkan sesuai harapan peternak.
4. Belum adanya panduan tentang kebutuhan nutrisi untuk kerbau pada semua level produksi, dimana penyusunan kebutuhan nutrisi masih didasarkan pada tabel kebutuhan untuk calf sapi perah menurut NRC.
5. Kebutuhan nutrient anak kerbau di wilayah Iran dibedakan berdasarkan umur, yaitu umur 12-15 bulan (level PK 10,2% & ME 10.13 MJ/kg) dan 15-18 bulan (level PK 10,22% dan ME 10,42 MJ/kg). Kualitas pakan yang tersedia di setiap wilayah berbeda sehingga perlu dilakukan pengujian kedua level nutrient untuk kerbau di Indonesia.
Keluaran
s.d 2016
1.Teknologi pembuatan semen beku sexing
2.Kelahiran anak-anak kerbau dari hasil IB dengan semen beku sexing tahun 2014
3.Informasi kebutuhan nutrisi, vitamin dan mineral yang penting untuk induk kerbau bunting untuk menjamin pendeknya waktu estrus pertama setelah melahirkan dan jarak beranak.
Keluaran
2017
 Semen beku sexing (fraksi atas dan fraksi bawah) yang berkualitas
 Kelahiran anak-anak kerbau dari hasil IB dengan semen beku sexing tahun 2016
 Teknologi induksi hormonal untuk meningkatkan kebuntingan kerbau
 Informasi kebutuhan nutrisi dan formua pakan untuk anak kerbau yang sedang tumbuh.
Jangka panjang
 Teknologi pembuatan semen beku sexing yang optimal
 Teknologi pembuatan semen beku epididmis kerbau yang optimal
 Menurunnya jarak beranak (calving interval)
 Pakan optimal untuk perbaikan performan produksi dan reproduksi untuk pejantan, induk dan anak kerbau
Keluaran
Akhir
Teknologi pembuatan semen beku sexing, teknologi memperpendek jarak beranak, anak-anak kerbau jantan hasil IB semen sexing, formulasi pakan efisien untuk meningkatkan produktivitas dan reproduktivitas.
0561.2015.006 Peningkatan Produktivitas Kelinci Pedaging Adaptif Iklim Tropis
Dr. Ir. Chalid Talib, M.S.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi kelinci ternak berukuran kecil, prolific, mampu berkembang biak dan tumbuh dari pakan hijauan, limbah pangan dan limbah sayuran, menghasilkan daging sehat, kulit-rambut dan pupuk organik dapat menghasilkan
dapat dipelihara pada skala mikro, kecil, menengah atau bahkan skala industri, dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi di perdesaan
dapat menjadi industri terpadu dengan hortikultur dan pengolahan daging.
masalah yang ada (i) kurang tersedia bibit bermutu, (ii) penggunaan konsentrat pakan dianggap menurunkan keuntungan, harga pakan komplit mahal (iii) kurangnya pemahaman akan pembibitan, budidaya, nutrisi pakan, (iv) mortalitas tinggi.
Kawin silang dan seleksi hibrida Hycole, Hyla dan NZW lokal dengan adaptasi pada lingkungan tropika diduga dapat membentuk bibit kelinci unggul adaptif pada lingkungan tropis
Ketersediaan bahan baku pakan murah dalam jumlah besar dan tersebar, seperti dedak dan BIS sangat diperlukan, namun mutu BIS dan dedak kurang tinggi untuk menunjang produksi optimal
Penggunaan enzym dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya produksi; Enzym BS4 produk Balitnak telah terbukti dapat meningkatkan efisiensi produksi pada ayam dan diduga juga pada itik (TA 2015)
Rex, Satin, Reza terseleksi, teradaptasi pada lingkungan Indonesia merupakan sumber plasma nutfah yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan peternak
Integrasi bibit unggul dan ketersediaan informasi nutrisi yang memadai yang telah dihasikan Balitnak dapat meningkatkan pengembangan produksi kelinci di berbagai lokasi di Idonesia.
Keluaran
s.d 2016
1.Membentuk intermediate kelinci pedaging dengan induk memiliki litter size 7, bobot umur 10 minggu 1,6 kg dan 24 minggu 3,5 kg
2.Mempertahankan dan meningkatkan kinerja kelinci Rex, Satin dan Reza pasca penetapan dan pelepasan
3.Menetapkan tingkat penggunaan enzyme BS4 pada pakan berbasis BIS dan dedak pada induk kelinci (gestasi dan laktasi) dan pada kelinci lepas sapih
Keluaran
2017
1.Membentuk intermediate kelinci pedaging dengan induk memiliki litter size 7, bobot umur 10 minggu 1,6 kg dan 24 minggu 3,5 kg
2.Mempertahankan dan meningkatkan kinerja kelinci Rex, Satin dan Reza pasca penetapan dan pelepasan
3.Menetapkan tingkat penggunaan enzyme BS4 pada pakan berbasis BIS dan dedak pada induk kelinci (gestasi dan laktasi) dan pada kelinci lepas sapih
Keluaran
Akhir
1.Bibit kelinci yang berkinerja tinggi yang adaptif pada lingkungan tropis
2.Formulasi pakan berbiaya efektif untuk usaha kelinci semi intenisf dan intensif.
3.Model industry kelinci terintegrasi dengan hortikultura dan perikanan sesuai agroekosistim
0561.2015.007 Pembentukan Rumpun Kambing Perah Sintetis Yang Efisien Dan Adaptif Iklim Tropis
Ir. Lisa Praharani, M.Sc., Ph.D.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Ternak kambing mempunyai peran penting sebagai penghasil susu sehingga perlu ditingkatkan baik populasi maupun produktivitasnya mengingat produksi susu kambing masih sangat terbatas dan adanya peluang peningkatan permintaan cukup tinggi yang disebabkan beberapa keunggulan dan manfaat susu kambing. Kambing PE merupakan kambing lokal yang memiliki potensi sebagai kambing tipe perah, namun produksi susunya masih rendah dan bervariasi yaitu berkisar antara 0,2-1,2 liter/hari/ekor. Peningkatan produktivitas kambing perah dapat dilakukan melalui aspek pemuliaan dengan menggunakan materi genetik kambing lokal (PE) yang telah beradaptasi dan diudukung oleh sistem manajemen pemeliharaan sesuai status fisiologi ternak.
Persilangan merupakan salah satu cara yang relatif cepat meningkatkan mutu genetik ternak dengan memanfaatkan nilai heterosis efek dan komplemantiritas sifat unggul yang berbeda (kuat) antara tetuanya. Kambing eksotik Eropa seperti Saanen dan Anglo Nubian merupakan kambing perah yang berproduksi susu lebih tinggi dari PE (> 3 liter/ekor/hari) dan telah banyak tersebar di beberapa negara tropis. Pembentukan rumpun kambing perah baru menggunakan kambing Saanen/Anglo-Nubian melalui persilangan dilaporkan dalam beberapa literatur di berbagai negara terbukti dapat meningkatkan produksi susu kambing lokal. Oleh karena itu, persilangan kambing Saanen/Anglo Nubian dengan PE diharapkan menghasilkan ternak dengan produksi susu lebih tinggi dibandingkan PE dan efisien untuk iklim tropis.
Keluaran
s.d 2016
1.Ternak F2, F3 NE, AN, PE terseleksi dan Sapera terseleksi
2.Produktivitas kambing F1 NE laktasi kedua, F2 NE, AN, PE terseleksi dan Sapera (SE) terseleksi
3.Kebutuhan nutrisi kambing NE pertumbuhan
4.Anaisa sosial-ekonomi performa produksi kambing SE pada agroekosistem berbeda
Keluaran
2017
1. Ternak produk antara rumpun kambing perah persilangan keturunan kedua dan ketiga (F2, F3) NE dan pembandingnya
2. Informasi karakteristik biologi kambing (F2, F3) NE;
3. Kambing keturunan persilangan (F1) dara dari perkawinan grading up SE terhadap pejantan Saanen
4. Informasi produktivitas keturunan (F1) SE grading up dengan Saanen;
Keluaran
Akhir
1.ternak (produk antara) rumpun kambing perah komposit NE (F4, F5) dan SE (F2, F3) upgraded serta teknologi budidaya kambing perah komposit yang efisien
5.Pengujian multilokasi kambing NE di beberapa agroekosistem
0561.2015.008 Pembentukan GPS (Grand Parent Stock) dan PS (Parent Stock) ayam lokal
Dr. Ir. Tike Sartika
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi 1.Ayam lokal menempati pangsa pasar yang semakin meningkat,
2.Produktifitas perlu ditingkatkan tanpa menghilangkan rasa spesifik ayam lokal. 3.Seleksi ayam lokal diperlukan untuk menghasilkan galur pejantan pedaging dan galur betina petelur
4.Perlu juga dibangun teknik budidaya yang lebih efisien.
Keluaran
s.d 2016
1.Bibit ayam lokal galur betina KUB-1 dan galur KUB-kk (kaki Kuning) seleksi G-3 masing-masing 600 induk dan 150 pejantan
2.Bibit ayam lokal galur jantan Sentul (G-6) dan Gaok seleksi G-3 masing-masing 500 induk dan 100 pejantan
3.Informasi penanda genetik terkait sifat mengeram untuk seleksi MAS (marker assisted selection)
4.Standard kebutuhan optimum protein dan energi ayam lokal seleksi galur jantan phase petelur
5.Rekomendasi Model kemitraan kelompok peternak yang praktis dan efisien untuk mendukung pembibitan ayam KUB
Keluaran
2017
Lanjutan

1). Bibit galur betina ayam KUB-1 generasi G-3 dan KUB-kk generasi G-4 masing-masing 500 induk dan 60 pejantan dengan rataan produksi telur >50%.

2). Bibit galur jantan ayam Sensi Abu (seleksi warna bulu) generasi G-1, bibit ayam Gaosi generasi G-5, masing-masing sebanyak 240 induk dan 60 pejantan dengan rataan bobot badan >1 kg pada umur 10 mg.

3). KTI jurnal terakreditasi
Keluaran
Akhir
Tersedianya bibit GPS dan tersebarnya PS penghasil FS (Final Stock) ayam lokal dan rekomendasi kadar optimum protein dan energinya di Indonesia yang diadopsi masyarakat
0561.2015.009 Pembentukan GPS dan PS Itik dan Entog Putih Lokal
Dr. Ir. Rd.Triana Susanti, M.Si.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi 1.Potensi itik lokal sebagai produsen telur dan daging dapat ditingkatkan melalui program pemuliaan kombinasi seleksi dan persilangan.
2.Program seleksi akan membentuk populasi dengan keunggulan sifat-sifat yang diinginkan. Sedangkan persilangan diantara populasi terseleksi dengan sifat-sifat unggul tertentu akan menghasilkan final stock (FS) dengan keunggulan pada banyak sifat.
3.Oleh karena itu, perlu dibentuk PS dan GPS sebagai tetua itik untuk menghasilkan Final stock (FS) dengan banyak keunggulan.
4.Dalam penelitian ini, keunggulan dari Final Stock yang diinginkan adalah tingkat produksi telur tinggi dan efisien dalam penggunaan pakan. Sehingga pembentukan GPS dan PS perlu dilakukan melalui seleksi itik lokal berdasarkan sifat-sifat yang diinginkan tersebut.
5.Di Balitnak telah dihasilkan itik Master sebagai hasil persilangan antara itik Alabio dengan Mojosari. Itik Master perlu dikembangkan menjadi FS yang efisien dalam penggunaan pakan, sehingga pembentukan GPS dan PS dari itik Alabio dan Mojosari melalui seleksi berdasarkan efisiensi pakan perlu dilakukan.
6.Selain itu, di Balitnak telah dihasilkan itik PMp sebagai galur induk pedaging yang disiapkan untuk memproduksi itik Serati (EPMp sebagai FS itik pedaging). Namun, hingga saat ini populasi entog jantan belum banyak, karena produksi telur entog yang sangat rendah. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas entog melalui seleksi berdasarkan produksi telurnya perlu dilakukan.
7.Penelitian penggunaan enzim pada ternak ayam (khususnya ayam ras) telah banyak dilaporkan dengan hasil peningkatan efisiensi pakan yang nyata dan pertumbuhan ayam juga semakin meningkat. Informasi penggunaan enzim pada itik khususnya itik lokal hingga saat ini relatif sedikit sehingga perlu dipelajari mengingat konversi ransum itik masih tinggi.
8.Respon peternak terhadap itik-itik unggul hasil pemuliaan dari Balitnak masih rendah. Oleh karena itu, kegiatan penyebaran ternak dan evaluasinya di lapangan perlu dilakukan untuk memperoleh rekomendasi percepatan pengembangannya.
Keluaran
s.d 2016
1. Populasi itik Alabio terseleksi (400 betina; 50 jatan) dan Mojosari terseleksi (200 betina; 40 jantan) yang efisien dalam penggunaan pakan generasi F1.
2. Populasi dasar (P0) entog lokal (200 betina dan 50 jantan) sebagai calon induk penghasil itik Serati.
3. Calon teknologi pemanfaatan imbuhan pakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan itik.
4. Informasi dampak sosial, ekonomi, kelembagaan dan peluang pengembangan bibit itik unggul dari Balitnak yang telah dimanfaatkan oleh peternak.
Keluaran
2017
1.Populasi itik Alabio (400 betina; 50 jantan) dan Mojosari (200 betina; 40 jantan) yang terseleksi berdasarkan efisien dalam penggunaan pakan generasi F3 dengan tingkat produksi telur 70% dan FCR 4,0. KTI = 1
2.Populasi terseleksi generasi ke-2 (F2) entog lokal (200 betina; 50 jantan) sebagai calon tetua (PS) penghasil itik Serati dengan tingkat produksi telur 40%. KTI = 1
3.Calon teknologi pemanfaatan enzim sebagai imbuhan pakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan itik. KTI = 1
4.Nilai teknis, ekonomis, adopsi, dampak dan permasalahan untuk pengembangan itik-itik hasil pemuliaan Balitnak di tingkat peternak. KTI = 1
Keluaran
Akhir
1.Terbentuknya pembibitan itik petelur pada tingkat GPS, PS dan FS dengan memanfaatkan bahan dasar itik lokal Alabio dan Mojosari
2.Terbentuknya populasi galur entog lokal terseleksi produksi telur tinggi sebagai galur induk pedaging. Dengan rincian keluaran per tahun sebagai berikut
3.Teknologi alternatif formulasi pakan sesuai dengan kebutuhan itik dan entog hasil pemuliaan tersebut
4.Rekomendasi pengembangan itik-itik unggul Balitnak di tingkat peternak
0561.2015.010 Optimasi Produksi dan Reproduksi Domba Komposit Berkelanjutan
Ir. Bambang Setiadi, M.S.
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Domba bibit unggul sebagai hasil penelitian pemuliaan perlu mendapatkan perlindungan hukum terhadap kepemilikan rumpun atau galur ternak (legalitas formal) bagi peneliti penemunya sesuai Peraturan Perundangan yang berlaku. Peraturan tentang Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan saat ini mengacu kepada Peraturan Menteri Pertanian RI No. 117/Permentan/SR.120/10/2014. Berkaitan dengan hal tersebut maka domba unggul hasil penelitian di Balai Penelitian Ternak perlu dilepas sesuai peraturan yang berlaku tersebut. Pada tahun 2014 telah berhasil dilepas domba Komposit Sumatera berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 1050/Kpts/SR.120/10/2014 tanggal 13 Oktober 2014 yang diberi nama domba Compass Agrinak sebagai domba rumpun baru. Rumpun domba baru berikutnya yang telah dihasilkan Balitnak perlu untuk juga dilepas Menteri Pertanian yaitu domba Barbados Blackbelly cross dan domba Komposit Garut pada tahun 2016. Disamping itu upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu genetik domba rumpun baru yang sudah atau dalam proses dilepas tersebut perlu terus dilakukan baik melalui seleksi maupun implementasi dari ONBS (Open Nucleus Breeding System) agar tidak terjadi penurunan kualitas. Pelepasan rumpun domba baru tersebut juga perlu diikuti dengan upaya-upaya yang mendukung pengembangan domba tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi peternak melalui peningkatan produksi.
Keluaran
s.d 2016
1.Draft Proposal Pelepasan rumpun domba Komposit Garut
2.Kawasan pengembangan domba Compass Agrinak (awal)
3.Nilai nutrisi bahan pakan hasil bioproses dan fisik
Keluaran
2017
Keluaran Jangka Pendek :
a). Populasi baru domba Compass Agrinak untuk menurunkan derajad inbreeding populasi domba Compass Agrinak yang telah terbentuk sebelumnya.
b). Informasi produktivitas domba pemuliaan (BC, KG, CA, St. Croix cross) dan lokal Sumatera yang dipelihara di stasiun percobaan.
Keluaran Jangka Panjang :
a). Sumber bibit domba Compass Agrinak, Komposit Garut dan Barbados Blackbelly cross yang tersedia secara berkelanjutan.
Keluaran
Akhir
1.Penurunan derajad inbreeding populasi domba Compass Agrinak sebelumnya, Scalling up formulasi ransum tebu dan shorgum
2.Analisa dampak penerapan teknologi budidaya domba compass agrinak dan BC, model kelembagaan pengembangan domba compass agrinak dan BC
3.Pemantapan kelembagaan pengembangan domba KG
0561.2015.014 Pengembangan UPBS Balitnak Sebagai Unit Perbanyakan Bibit Ternak Dan TPT Yang High Profile
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Balai Penelitian Ternak telah menghasilkan beberapa rumpun dan galur ternak unggul sebagai sumber bibit. Penelitian lanjutan Balai Penelitian Ternak untuk membangun galur-galur unggul lain dan memenuhi kebutuhan pengguna memerlukan bahan/materi bibit dimaksud . Kerjasama dengan kelompok-kelompok peternak rakyat perbanyakan bibit unggul masih harus dikembangkan.
Keluaran
s.d 2016
• Produksi bibit unggas dan Aneka Ternak 50.000 ekor
• Produksi bibit Domba 200 ekor
• Produksi TPT 100 kg biji calopogonium
• Terbentuknya unit pembibitan ternak di beberapa wilayah di Indonesia, sebagai mitra pembibitan UPBS
Keluaran
2017
Keluaran Yang Diharapkan

• Produksi bibit ayam KUB (DOC) minimal 25.000 ekor
• Produksi bibit ayam Sentul seleksi (DOC) minimal 5.000 ekor
• Produksi bibit itik (DOD) minimal 3.000 ekor
• Produksi bibit Domba Compass Agrinak (anak) minimal 30 ekor
Keluaran
Akhir
Dengan berkembangnya populasi pembibit ternak yang teritegrasi maka kebutuhan bibit di tingkat peternak dapat terpenuhi yang dengan sendirinya meningkatkan ekonomi masyarakat pada khusunya dan ekonomi Nasional pada umumnya.
0561.2015.017 Penyelenggaraan Operasional Penguatan Dan Pengelolaan Satker
Drs. Abdul Rahman
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Pembinan Administrasi dan Pengelolaan kepegawaian
melaksanakan tugas dan fungsi pemutahiran data /updating dan kompilasi data kepegawaian yang harus dilaksanakan pada tahun berjalan dan melakukan sosialisasi mengenai SIMPEG dilaksanakan dalam upaya untuk memperlancar dan memudahkan mekanisme kerja pada Balai Penelitian Ternak Ciawi.
Dalam melaksanakan tugasnya yang harus dikerjakan pada tahun berjalan updating data keuangan dan kompilasi data keuangan serta menyusun laporan keuangan ( SAI ) dan Inventaris SIMAk BMN serta melakukan apresiasi /sosialisasi untuk meingkatkan pengetahuan mengenai keuangan
Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan perlengkapan Rumah Tangga
Mengadakan Perlengkapan Rumah Tangga dan Kebersihan Kantor agar dilingkungan kantor lebih nyaman dan perlu juga di adakan perlengkapan P3K.
Untuk para Satpam perlu diadakan pembinaan dan koordinasi untuk meningkatkan kinerja dan perlu adanya kelengkapan alat komunikasi untuk memperlancar tugas
Penyelenggaraan Rapat Koordinasi /Kinerja/Dinas/Pimpinan/kelompok kerja /konsultasi Perlu diadakan rapat atau koordinasi untuk mengevaluasi kinerja dan masalah masalah yang harus diselesaikan bersama dan perlu koordinasi untuk memperlancar dan memudahkan mekanisme kegiatan pada Balai Penelitian Ternak Ciawi
Mengadakan perencanaan tentang Anggaran dan pengadaan komputerisasi untuk sarana kerja agar pekerjaan berjalan dengan lancer serta mengadakan pameran dengan mengexpose hasil hasil penelitian.
Dengan mengadakan pencetakan diperlukan untuk penggandaan Laporan bulanan yang dikirim setiap bulannya ke instansi terkait serta laporan tahunan untuk dikirim atau disebar ke eselon I
Menyelenggarakan system mutu dan personil untuk meningkatkan kinerja dibidangnya serta menyusun dokumentasi sistem mutu dan personal
Pada tahun anggaran 2011 diharapkan penyetoran PNBP Balai Penelitian Ternak dapat mencapai lebih dari Rp. 157.000.000,-. Dana PNBP tersebut berasal dari penerima fungsional berupa penghapusan ternak, penjualan hasil ternak dan lainnya.
Sementara beberapa sarana kebersihan khususnya keran air sudah tidak berfungsi dengan baik, demikian juga halnya dengan lampu-lampu penerangan tempat bekerja, dan perlengkapan/peralatan operasional penelitian dan kegiatan pendukung penelitian pada akhir tahun sering kekurangan.
Keluaran
s.d 2016
Pembinan Administrasi dan Pengelolaan kepegawaian
B. Pembinaan dan Peningkatan Kemampuan SDM
C. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan Sistem Akutansi Instansi ( SAI )
D. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan perlengkapan Rumah Tangga
E. Pembinaan dan Pengelolaan Sekuriti
F. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi /Kinerja/Dinas/Pimpinan/kelompok kerja /konsultasi Perlu diadakan rapat atau koordinasi untuk mengevaluasi kinerja dan masalah masalah yang harus diselesaikan bersama dan perlu koordinasi untuk memperlancar dan memudahkan mekanisme kegiatan pada Balai Penelitian Ternak Ciawi
H. Kegiatan Satker
I. Pencetakan /Penerbitan/Penggandaan/Fotocopy
J. Sertifikasi Sistem Mutu dan Personil
K. Operasional kegiatan PNBP
Keluaran
2017
Pembinan Administrasi dan Pengelolaan kepegawaian
B. Pembinaan dan Peningkatan Kemampuan SDM
C. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan Sistem Akutansi Instansi ( SAI )
D. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan perlengkapan Rumah Tangga
E. Pembinaan dan Pengelolaan Sekuriti
F. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi /Kinerja/Dinas/Pimpinan/kelompok kerja /konsultasi Perlu diadakan rapat atau koordinasi untuk mengevaluasi kinerja dan masalah masalah yang harus diselesaikan bersama dan perlu koordinasi untuk memperlancar dan memudahkan mekanisme kegiatan pada Balai Penelitian Ternak Ciawi
H. Kegiatan Satker
I. Pencetakan /Penerbitan/Penggandaan/Fotocopy
J. Sertifikasi Sistem Mutu dan Personil
K. Operasional kegiatan PNBP
Keluaran
Akhir
Pengguna Anggaran satuan keja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional satuan kerja
0561.2015.021 Pembayaran Gaji dan Tunjangan
Drs. Abdul Rahman
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Balai Penelitian Ternak terdiri dari :
a. Subbagian Tata Usaha;
b. Seksi Pelayanan Teknik;
c. Seksi Jasa Penelitian;
d. Kelompok Jabatan Fungsional.
Dengan eselonisasi sebagai berikut :
(1) Kepala Balai adalah jabatan eselon III a;
(2) Kepala Subbagian Tata Usaha adalah jabatan eselon IV a;
(3) Kepala Seksi Pelayanan Teknik adalah jabatan eselon IV a;
(4) Kepala Seksi Jasa Penelitian adalah jabatan eselon IV a
Keluaran
s.d 2016
Pengguna Anggaran satuan keja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional satuan kerja
Keluaran
2017
Melaksanakan pemberian gaji bulanan kepada pegawai negeri Sipil ( PNS ) berupa tunjangan anak,Istri/suami dari muali gol.1 s/d gol 4 untuk kesejahteraan pegawai, serta gaji ke 13 di setiap akhir tahun
Keluaran
Akhir
Pengguna Anggaran satuan keja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional satuan kerja
0561.2015.022 Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran
Lanjutan
2015
2019
Justifikasi Pengguna Anggaran satuan keja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional satuan kerja
Keluaran
s.d 2016
Pengguna Anggaran satuan keja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional satuan kerja
Keluaran
2017
Pengguna Anggaran satuan keja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional satuan kerja
Keluaran
Akhir
Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran
- Melaksanakan pemberian Pakaian Dinas dan kelengkapannya kepad para Satpam yang ada di Balai Penelitian ternak Ciawi, memelihara dan merawat gedung kantor dan halaman kantor serta rumah tamu/mess.
- Melaksanakan perawatan alat Besar/Alat Bantu misalnya Perawatan Traktor,Grass cutter, chopper, Generator set besar, feedmill,jaringan telephon, pompa dan tower air serta perawatan waste treatmen.
- Melaksanakan Perbaikan Peralatan Kantor misalnya,inventaris kantor, computer, AC split, mebleir,dan suku cadang audio visual, infocus, sound system dan perlengkapannya.
- Perawatan kendaraan bermotor roda 4, 6, 3 dan 2 memelihara atau perbaikan roda 6 untuk jemputan para karyawan untuk menunjang kelancaran kerja, pengambilan hijauan pakan ternak
- Langganan Daya dan Jasa, melaksanakan penggunaan listrik dan telepon seefisien mungkin demi kelancaran pelaksanaan tugas di Balai Penelitian ternak Ciawi
- Operasional Perkantoran dan Pimpinan, melaksanakan keperluan sehari-hari perkantoran untuk clening servis ,langganan internet serta honorariumnya, pemeliharaan gedung dan bangunan.
0561.2016.019 Koordinasi Program Penelitian Dan Peningkatan Kemampuan SDM
Drs. Sajimin
Lanjutan
2016
2016
Justifikasi . Rencana Kerja dan Program
Seksi Pelayanan Teknis dalam melaksanakan tugas penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran penelitian/pendukung penelitian, serta penyusunan SIM Program berkoordinasi dengan Koordinator Penelitian, Sub Bagian Tata Usaha, dan Seksi Jasa Penelitian, yakni menyiapkan dan memperoleh bahan/konsep penyusunan/perumusan rencana kerja program dan anggaran sesuai aturan-aturan manajemen dan mekanisme program Balai agar tercapai sasaran melalui kinerja yang berorientasi output, dan pelaksanaan hariannya didelegasikan kepada Pengelola/Penanggungjawab Rencana Kerja dan Program.
B. Pengelolaan Sarana Penelitian
Seksi Pelayanan Teknis dalam melaksanakan tugas pelayanan sarana penelitian ternak berkoordinasi dengan Koordinator Penelitian dan Penanggungjawab Penelitian, dan pelaksanaan harian yang bersifat teknis didelegasikan kepada Pengelola/Penanggungjawab:
Kandang dan Lapangan Percobaan, mengelola dan mendistribusikan tugas-tugas spesifik teknis treatment penelitian dan pemeliharaan/pengelolaan Kandang dan Lapangan Percobaan dan Feed Mill kepada Pelaksana Kandang dan Lapangan Percobaan dan Feed Mill di Ciawi, Bogor, Cicadas, Kaumpandak dan Cilebut;
Laboratorium Eksplorasi, mengelola dan mendistribusikan tugas-tugas spesifik teknis treatment penelitian dan pemeliharaan/pengelolaan Laboratorium kepada Pelaksana Laboratorium di Ciawi dan Bogor;
Kesehatan Hewan, mengelola dan mendistribusikan tugas-tugas spesifik teknis treatment pemeriksaan dan pengobatan ternak secara berkala, serta pemeliharaan/ pengelolaan laboratoriumnya.
Keluaran
s.d 2016
A. Rencana Kerja dan Program
Pengguna Anggaran Satuan Kerja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan operasional satuan kerja.
B. Pengelolaan Sarana Penelitian
Pengguna Anggaran Satuan Kerja dengan terselenggaranya seluruh kegiatan penelitian ternak dan pemeliharaan/pengelolaan peralatan dan perlengkapannya.
Keluaran
2017
A. Rencana Kerja dan Program
Seksi Pelayanan Teknis dalam melaksanakan tugas penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran penelitian/pendukung penelitian, serta penyusunan SIM Program berkoordinasi dengan Koordinator Penelitian, Sub Bagian Tata Usaha, dan Seksi Jasa Penelitian, yakni menyiapkan dan memperoleh bahan/konsep penyusunan/perumusan rencana kerja program dan anggaran sesuai aturan-aturan manajemen dan mekanisme program Balai agar tercapai sasaran melalui kinerja yang berorientasi output, dan pelaksanaan hariannya didelegasikan kepada Pengelola/Penanggungjawab Rencana Kerja dan Program.
B. Pengelolaan Sarana Penelitian
Seksi Pelayanan Teknis dalam melaksanakan tugas pelayanan sarana penelitian ternak berkoordinasi dengan Koordinator Penelitian dan Penanggungjawab Penelitian, dan pelaksanaan harian yang bersifat teknis didelegasikan kepada Pengelola/Penanggungjawab:
Kandang dan Lapangan Percobaan, mengelola dan mendistribusikan tugas-tugas spesifik teknis treatment penelitian dan pemeliharaan/pengelolaan Kandang dan Lapangan Percobaan dan Feed Mill kepada Pelaksana Kandang dan Lapangan Percobaan dan Feed Mill di Ciawi, Bogor, Cicadas, dan Kaumpandak.
Laboratorium Eksplorasi, mengelola dan mendistribusikan tugas-tugas spesifik teknis treatment penelitian dan pemeliharaan/pengelolaan Laboratorium kepada Pelaksana Laboratorium di Ciawi dan Bogor;
Kesehatan Hewan, mengelola dan mendistribusikan tugas-tugas spesifik teknis treatment pemeriksaan dan pengobatan ternak secara berkala, serta pemeliharaan/ pengelolaan laboratoriumnya.
Keluaran
Akhir
Peningkatan Inovasi dan Adopsi Teknologi Pertanian
0561.2016.029 Manajemen kerjasama pendayagunaan hasil, jasa penelitian
Drs. Isbandi
Lanjutan
2016
2019
Justifikasi Diseminasi merupakan upaya promosi inovasi teknologi yang telah dihasilkan agar dapat di adopsi oleh pengguna dalam meningkatkan produksi dan pendapatan peternak. Balitnak sebagai lembaga penelitian telah menghasilkan beberapa hasil inovasi teknologi berupa : a. Paket teknologi Kambing perah, b. Paket teknologi ayam lokal, c. Paket teknologi itik, d. Telah terbentuk model kampung ternak domba, dan e. Telah terbentuk model kampung ternak kelinci
Keluaran
s.d 2016
Buku Teknologi Peternakan, merupakan implementasi inovasi teknologi Balai Penelitian ternak yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Buku ini memberikan data dan informasi hasil-hasil penelitian unggulan dari masing-masing kegiatan yang telah berjalan. Peningkatan produktivitas melalui penerapan inovasi teknologi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu dan mendorong perkembangan peternakan di masa mendatang.
b. Promosi dan Kerjasama. Promosi atas produk teknologi berupa informasi dan benih/bibit unggul diharapkan dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui promosi dan kerjasama diharapkan Balitnak mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional.
c. Expose, Visitor Plot dan Pameran. Teknologi baik berupa informasi terkini maupun produk benih dan bibit unggul hasil penelitian harus dapat terus-menerus diinformasikan kepada stake holder. Bentuk penyampaian dapat berupa cetakan, website maupun audio visual yang terus dikembangkan dan disampaikan pada event-event daerah dan nasional. Umpan balik yang diterima dari stake holder pengguna memberikan gambaran bahwa produk penelitian Balitnak, baik berupa teknologi maupun produk cukup diterima dan mampu meningkatkan pendapatan penggunannya.
d. Perpustakaan Digital. Perkembangan dunia digital telah memasuki era eksplorasi informasi, dimana kebutuhan akan informasi terkini dapat dilakukan dimana saja tanpa harus mendatangi perpustakaan. Melalui kerjasama dengan instansi terkait, Balitnak mengembangkan perpustakaan digital yang dapat memberikan layanan kepustakaan dan bahan-bahan bacaan terkini melalui internet.
Keluaran
2017
Buku Teknologi Peternakan, merupakan implementasi inovasi teknologi Balai Penelitian ternak yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Buku ini memberikan data dan informasi hasil-hasil penelitian unggulan dari masing-masing kegiatan yang telah berjalan. Peningkatan produktivitas melalui penerapan inovasi teknologi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu dan mendorong perkembangan peternakan di masa mendatang.
b. Promosi dan Kerjasama. Promosi atas produk teknologi berupa informasi dan benih/bibit unggul diharapkan dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui promosi dan kerjasama diharapkan Balitnak mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional.
c. Expose, Visitor Plot dan Pameran. Teknologi baik berupa informasi terkini maupun produk benih dan bibit unggul hasil penelitian harus dapat terus-menerus diinformasikan kepada stake holder. Bentuk penyampaian dapat berupa cetakan, website maupun audio visual yang terus dikembangkan dan disampaikan pada event-event daerah dan nasional. Umpan balik yang diterima dari stake holder pengguna memberikan gambaran bahwa produk penelitian Balitnak, baik berupa teknologi maupun produk cukup diterima dan mampu meningkatkan pendapatan penggunannya.
d. Perpustakaan Digital. Perkembangan dunia digital telah memasuki era eksplorasi informasi, dimana kebutuhan akan informasi terkini dapat dilakukan dimana saja tanpa harus mendatangi perpustakaan. Melalui kerjasama dengan instansi terkait, Balitnak mengembangkan perpustakaan digital yang dapat memberikan layanan kepustakaan dan bahan-bahan bacaan terkini melalui internet.
Keluaran
Akhir
Promosi dan Kerjasama. Promosi atas produk teknologi berupa informasi dan benih/bibit unggul diharapkan dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui promosi dan kerjasama diharapkan Balitnak mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional.
c. Expose, Visitor Plot dan Pameran. Teknologi baik berupa informasi terkini maupun produk benih dan bibit unggul hasil penelitian harus dapat terus-menerus diinformasikan kepada stake holder. Bentuk penyampaian dapat berupa cetakan, website maupun audio visual yang terus dikembangkan dan disampaikan pada event-event daerah dan nasional. Umpan balik yang diterima dari stake holder pengguna memberikan gambaran bahwa produk penelitian Balitnak, baik berupa teknologi maupun produk cukup diterima dan mampu meningkatkan pendapatan penggunannya.
d. Perpustakaan Digital. Perkembangan dunia digital telah memasuki era eksplorasi informasi, dimana kebutuhan akan informasi terkini dapat dilakukan dimana saja tanpa harus mendatangi perpustakaan. Melalui kerjasama dengan instansi terkait, Balitnak mengembangkan perpustakaan digital yang dapat memberikan layanan kepustakaan dan bahan-bahan bacaan terkini melalui internet.
0561.2016.034 Gedung dan Bangunan
Drs. Abdul Rahman
Lanjutan
2016
2019
Justifikasi Sarana dan fasilitas kandang percobaan dan laboratorium yang saat ini dimiliki oleh Balai Penelitian Ternak sebagian telah dianggarkan dalam DIPA 2012 dan 2013 namun belum sepenuhnya terpenuhi karena alokasi anggaran yang terbatas. Diseminasi hasil penelitian Balai Penelitian Ternak telah memberi dampak yang begitu luas dimasyarakat khususnya beberapa komoditas unggulan hasil penelitian seperti Ayam KUB, Itik, Domba Komposit dan Kelinci yang telah mendapat respon yang baik sehingga Balai Penelitian Ternak harus bekerja secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengguna lainnya. Pembangunan sarana kandang penelitian dan pendukungnya untuk kegiatan penelitian peternakan, khususnya produksi ternak yang berkaitan dengan plasma nutfah dan produksi/reproduksi ternak dan tanaman pakan melalui UPBS. Memenuhi kebutuhan pasar input dan output dengan menghasilkan teknologi bibit dan benih unggul, teknologi pengolahan dan pengembangan bahan pakan. Meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi Balitnak dengan menghasilkan berbagai teknologi penyediaan dan perbanyakan bibit, pakan, dan teknologi produksi.
Keluaran
s.d 2016
Tersedianya sarana kandang dan sarana pendukungnya dalam mendukung multiplikasi produk ternak hasil seleksi. Terutama kelengkapan perkandangan dan laboratorium. Keamanan asset pada areal perkantoran, kebun percobaan dan lingkungan kandang. Tersedianya jaringan instalasi telepon, listrik, air, jalan, pengolah limbah dan biosekuriti
Peran unggas lokal (ayam dan itik) dalam memenuhi protein hewani (telur dan daging) semakin meningkat. Balitnak merintis pembentukan bibit unggul ayam dan itik lokal sebagai galur petelur maupun pedaging. Pembentukan bibit unggul pada tingkat parent stock (PS) telah memberikan hasil yang memuaskan. Saat ini telah dimulai pengembangan bibit unggul pada tingkat Grant-parent Stock (GPS). Untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil pengembangan bibit unggas lokal yang telah dicapai dan memerlukan biaya tinggi maka diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas kandang.
Keluaran
2017
Semua pihak yang berkepentingan dengan peningkatan kualitas penelitian dan produksi ternak secara khusus dan pertanian secara umum
Keluaran
Akhir
Semua pihak yang berkepentingan dengan peningkatan kualitas penelitian dan produksi ternak secara khusus dan pertanian secara umum
0561.2017.020

Pendampingan Teknologi Peternakan Mendukung Program Taman Sains - Teknologi Pertanian (ts-tp) Dan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (upsus Siwab)
Soeharsono, S.Pt., M.Si.

Baru
2017
2019
Justifikasi Adanya berbagai upaya pemerintah dan/atau lembaga swadaya masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui berbagai pendekatan budidaya ternak, sudah banyak dilakukan. Namun dengan adanya dinamika perkembangan industri peternakan di negara ini, tentunya tidak sedikit upaya-upaya modifikasi sistem budidaya itu sendiri yang secara dinamis harus dikembangkan dengan mengikuti perkembangan nasional.Dukungan teknologi dalam pengembangan usaha pembibitan sapi potong dapat dilakukan dengan penyediaan teknologi pemuliaan dan reproduksi untuk meningkatkan produksi daging. Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan produktivitas ternak lokal melalui seleksi, serta teknologi reproduksi seperti berbagai teknik pembekuan sperma dalam bentuk straw dan sexing sperma yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Keluaran
2017
1. Tahun 2017
1. Peningkatan perilaku, keterampilan, sikap : petani dan calon pengusaha peternakan dalam penerapan inovasi peternakan dikawasan pengembangan TS-TP
2. Inovasi kelembagaan UMKM dalam pengelolaan bioindustri peternakan yang menjadi core bisnis di TS-TP.
3. Peningkatan perilaku, keterampilan dan sikap peternak dan pendamping lapangan dalam penerapan inovasi teknologi peternakan mendukung Upsus SIWAB

4.2. Jangka panjang
1. Diterapkannya inovasi teknologi peternakan oleh peternak/ pengusaha sehingga produktivitas dan efisiensi meningkat
2. Diterapkannya tatakelola inovasi kelembagaan UMKM peternak yang baik dalam pengelolaan bioindustri peternakan.
3. Diterapkannya inovasi teknologi peternakan sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pengembangbiakan sapi potong dalam Upsus SIWAB
Keluaran
Akhir
. Tahun 2017
1. Peningkatan perilaku, keterampilan, sikap : petani dan calon pengusaha peternakan dalam penerapan inovasi peternakan dikawasan pengembangan TS-TP
2. Inovasi kelembagaan UMKM dalam pengelolaan bioindustri peternakan yang menjadi core bisnis di TS-TP.
3. Peningkatan perilaku, keterampilan dan sikap peternak dan pendamping lapangan dalam penerapan inovasi teknologi peternakan mendukung Upsus SIWAB
Jangka panjang
1. Diterapkannya inovasi teknologi peternakan oleh peternak/ pengusaha sehingga produktivitas dan efisiensi meningkat
2. Diterapkannya tatakelola inovasi kelembagaan UMKM peternak yang baik dalam pengelolaan bioindustri peternakan.
3. Diterapkannya inovasi teknologi peternakan sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pengembangbiakan sapi potong dalam Upsus SIWAB