Bogor, 21-Jun-2018       English Version


Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus mendorong lembaga penelitian dan pengembangan (lemlitbang) yang sudah menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk mencapai target optimalnya sebelum 2019. Salah satu target tersebut adalah PUI dapat menghasilkan riset yang memiliki paten dan prototipe yang dapat dikembangkan oleh industri dan dipasarkan.

Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo pada Rabu, 6 Februari 2018 saat Rapat Kerja Pengembangan PUI Tahun 2018 di Auditorium Graha Widya Bakti di Pusat Penerapan Iptek (Puspiptek), Tangerang Selatan.

“Jika hanya melihat indikator Dirjen Kelembagaan, dari target kinerja, jumlah PUI (yang didirikan) selalu tercapai. Tapi kan kami tidak ingin hanya itu, kami ingin melihat yang lebih fundamental,” ungkap Patdono.

Saat ini sudah ada 102 PUI yang tersebar di setiap pulau besar di Indonesia. 24 di antaranya di bawah perguruan tinggi. Mayoritas dari PUI tersebut berada di bawah kementerian atau lembaga nonkementerian.

Lembaga yang sudah menjadi PUI bertujuan tidak hanya untuk menjadi lembaga penelitian akademik saja, namun juga menjadi lembaga penelitian inovatif. Patdono mengakui hasil publikasi internasional dari seluruh PUI di Indonesia sudah mencapai angka lebih dari 500 judul artikel.

“Kontribusi PUI terhadap publikasi internasional itu sangat besar. Publikasi yang bereputasi internasional itu sekitar 570an. Perguruan tinggi di Indonesia yang menghasilkan 500 itu saja tidak sampai 5 perguruan tinggi. Yang sampai di atas 500 itu hanya UI, UGM, ITB,” ungkap Patdono di hadapan ratusan peserta raker.

Terkait potensi akademik dari PUI, Patdono menargetkan PUI dapat membantu menghasilkan dua doktor per tahun. Kemenristekdikti menargetkan akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa doktoral yang meneliti di PUI, termasuk biaya untuk penelitian sebesar 5 juta Rupiah per bulan.

“Mahasiswa doktor tadi harus melakukan penelitian, topik risetnya sesuai topik PUI,” ungkap Patdono.

Target berikutnya bagi PUI adalah menciptakan inovasi dengan standard technological readiness level 7 hingga 9, berupa prototipe dan patent yang dapat diterapkan di masyarakat.

“Di konteks penelitian di Indonesia, salah satunya itu skuter (motor) listrik yang dikerjakan teman-teman ITS. Sudah dites dari Jakarta ke Denpasar, bisa. Ditaruh di hujan, tidak nyetrum,” kata Patdono agak sedikit bergurau.

Selain motor listrik, ada juga garam farmasi yang sudah dapat diterapkan di masyarakat, bahkan sudah masuk ke pasar (market share).

“Contoh yang sudah mencapai innovation readiness level, marketnya sudah tumbuh itu riset garam farmasi. Sudah diproduksi Kimia Farma. Marketnya sudah tumbuh, maka dia sudah sampai readiness level 9,” kata Patdono.

Patdono akan terus mendukung hasil riset PUI untuk dipasarkan di dalam dan luar negeri. Tahun ini Kemenristekdikti akan mengadakan expo atau pameran hasil penelitian PUI di Jepang, setelah tahun 2017 lalu pameran dilakukan di Eindhoven, Belanda, yang berhasil memasarkan hasil penelitian bunga lipstik ke pasar Eropa.

“Bunga lipstik ini di dalam negeri sudah dijual. Sebelumnya bunga lipstik sudah ada, tapi dikembangkan dengan warna lebih baik, menjadi merah tua. Kalau mekar, mekarnya lebih besar. Kita ingin masuk pasar Eropa, dan exportir pasar bunga itu yang terbesar di Belanda. Maka, tahun lalu kita melakukan innovation expo di Eindhoven,” ungkap Patdono.

Penyelenggaraan Rapat Kerja PUI 2018 yang dimaksudkan untuk memperkuat sinergi pelaksanaan rencana kerja PUI 2018, mencakup kegiatan sourcing capacity, R&D Capacity dan disseminating capacity.

Raker ini diikuti sekitar 300 orang peserta yang terdiri dari 78 lembaga PUI Litbang dan 24 Lembaga PUI Perguruan Tinggi. Ditambah dengan perwakilan dari instansi induk, yaitu 5 LPNK (BPPT, BATAN, LIPI, LAPAN, BMKG), 6 LPK (Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian LHK), 2 Litbang Badan Usaha (PT. Riset Perkebunan Nusantara, Perum Perhutani), serta perwakilan dari Bapenass. Dengan mengusung tema Sinergi Untuk Indonesia: Melangkah Bersama Mengembangkan Keunggukan Riset Indonesia.

tom/bagus/sn

Sumber: http://kelembagaan.ristekdikti.go.id/index.php/2018/02/06/rapat-kerja-pui-2018-tahun-ini-kejar-target-optimalkan-prototipe-dan-paten/

 

 

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek