Bogor, 22-Aug-2018       English Version


Menteri Pertanian Amran Sulaiman MP mendorong kampus untuk terus memberikan andil melalui inovasi dan hasil penelitiannya sehingga membuat Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia pada beberapa tahun ke depan.

Mentan Amran Sulaiman di Makassar, Kamis, mengatakan pihak kampus melalui berbagai inovasi dan hasil penelitian para guru besar dan profesor tentu menjadi modal untuk bisa membuat negara dengan kualitas pangan terbaik.

"Tumpuan pangan kita itu dari para peneliti di beragai kampus di Indonesia. Pangan tidak bisa mendiri, swasemada dan tidak bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang kita cita-citakan jika tanpa peran kampus," ujarnya dalam acara seminar nasional pangan dan nutrisi di Auditorium Rumah Sakit Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2/2018).

Ia menjelaskan, tanpa buah tangan atau ide serta pemikiran dari para peneliti terbaik di seluruh kampus, upaya untuk bisa menjadi negara swasembada pangan akan sulit terwujud.

"Indonesia harus melakukan akselerasi dan itu tentu dari kampus. Kita menargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia kedepan," jelasnya.

Putra asal Sulawesi Selatan itu mengatakan, pihaknya saat ini telah melakukan pengembangbiakan sapi raksasa dengan berat yang mampu mencapai 2 ton di Balai Embreio Ternak (BET), Cipelang, Bogor, Jawa Barat.

Bahkan program ini sudah mencapai hasil dengan lahirnya sapi Belgia Blue (BB) beberapa bulan lalu. Kelahiran sapi ini tentu menjadi modal untuk dapat mencapai swasembada daging di Indonesia. "Ada sapi yang merupakan hasil penelitian 200 tahun dari Belgia yang kita beli," katanya.

Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman mengatakan acara seminar nasional mengangkat tema "Let's Nutrition Be Your Medicine: Pangan dan Nutrisi Sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit" tersebut.

Selain menteri, kegiatan yang merupakan rangkaian Dies Natalis Rumah Sakit Unhas ke-8 itu juga menghadirkan pemateri Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD serta Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA.

Panitia pelaksana juga mengundang beberapa nara sumber lain, yaitu Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala Badan Litbang Kesehatan, Direktur Gizi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Deputi Direksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS, serta para pakar di Bidang Kesehatan Gizi Klinik, Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Farmasi dari Universitas Hasanuddin.

 

Sumber: https://www.wartaekonomi.co.id/read170911/mentan-kampus-harus-wujudkan-indonesia-pangan-dunia.html

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN