Bogor, 23-09-2017       English Version


Kementerian Pertanian melakukan empat kegiatan untuk melakukan regenerasi petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Momon Rusmono saat melantik 50 wisudawan di STPP Medan mewakili Menteri Pertanian (18/8) mengatakan setiap tahun kita kehilangan 2% jumlah rumah tangga petani yang berpindah profesi, dan dari petani yang ada saat ini 61 % berusia diatas 45 tahun.

Beberapa program kegiatan yang dilakukan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dalam mendorong regenerasi petani antara lain: pertama, pendampingan Mahasiswa dalam Upaya Khusus peningkatan produksi di sentra produksi pangan. Kegiatan ini selain melibatkan STPP, Perguruan Tinggi Mitra, Penyuluh Pertanian, BPTP, juga melibatkan TNI, serta Dinas dan Instansi terkait sektor Pertanian.

Pada tahun pertama program yang didampingi adalah “PAJALE” (komoditas padi, jagung, dan kedelai), di tahun kedua adalah 7 (tujuh) komoditas unggulan: padi, jagung, kedelai, bawang merah, daging, tebu, dan aneka cabe, dan pada tahun ketiga ditambah dengan program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting).

Kedua, penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), hal ini merupakan program penumbuhan wirausahawan di bidang pertanian untuk siswa SMKPP lingkup Kementerian Pertanian, mahasiswa STPP dan alumni Perguruan Tinggi Mitra Kementerian Pertanian yang memiliki fakultas Pertanian dan/atau Peternakan. Program ini dilakukan secara berkelompok dan didampingi selama 3 tahun untuk menjadi wirausahawan yang mandiri dan tangguh.

Ketiga, pengembangan SMKPP dan transformasi STPP menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian. Target tahun 2018-2019 Kementerian Pertanian memiliki 10 (sepuluh) Politeknik Pembangunan Pertanian yang merupakan pendidikan tinggi  vokasi dengan berbagai Program Studi yang mendukung program-program Kementerian Pertanian. Diharapkan lulusan dari Politeknik Pembangunan Pertanian ini nantinya tidak hanya siap mengisi peluang kerja di dunia industri dan instansi pemerintah, namun lebih dari itu siap menjadi wirausahawan muda yang dapat menciptakan peluang kerja.

Keempat, Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BP3K) atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan sebagai simpul kegiatan penyuluhan pertanian harus dapat turut serta menggalakan generasi muda perdesaan terjun di dunia pertanian. Sekarang ini ada 5.515 BPP di seluruh Indonesia, apabila dalam satu tahun masing masing dapat membina 6 pemuda tani saja maka telah tumbuh tidak kurang dari 30.000 petani atau wirausahawan muda.

Apalagi jika yang ditumbuhkembangkan adalah kelompok pemuda tani, maka akan ada percepatan yang signifikan. Kelompok Pemuda Tani dipacu untuk mengoptimalkan lahan yang ada diwilayahnya, menerapkan teknologi aplikatif yang lebih berdayaguna, serta menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga dapat terjadi keberlanjutan usaha dengan terjaminnya ketersediaan agro input dan pasar untuk penjualan hasil produksinya. Som

 

Sumber: http://tabloidsinartani.com/read-detail/read/empat-langkah-kementan-regenerasi-petani/

 

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional