Bogor, 27-06-2017


Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berupaya untuk mengejar target swasembada daging di Sumut. Hal ini bukan tidak mungkin mengingat Sumut memiliki sumber daya alam yang baik. Oleh karenanya, Gubernur Sumut (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi mengharapkan provinsi Sumut tidak lagi mengimpor daging dari luar sehingga harga daging di Sumut dapat ditekan.
 
“Dengan jumlah luas areal padang pengembalaan dan perkebunan seluas lebih kurang 1,2 juga Ha, seharusnya dapat menjadi potensi usaha budaya ternak sapi,” ujar Gubsu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Upaya Khusus Sapi/Kerbau Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu di Hotel Garuda Plaza Medan, Rabu (19/04/2017).
 
Gubsu menjelaskan, dengan konversi dua ekor per hektar sapi tentu bisa mencapai 2,4 juta ekor. Sementara saat ini populasi sapi di Sumut hanya 654.185 ekor. “Dari potensi ini terlihat bahwa peluang Sumut masih sangat besar untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha budi daya ternak secara intensif dan pola integrasi ternak dan perkebunan,” jelasnya.
 
Dalam kesempatan itu, Gubsu juga mengatakan bahwa pembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian sehingga kemajuan pembangunan pada sektor ini menjadi kemajuan bagi ketahanan pangan Sumut. Oleh karenanya, dengan sumber daya alam yang terbatas maka perlu penerapan 3 G yaitu, Good Farming Practises yaitu pengelolaan budi daya yang baik, Good Handling Practises yaitu penanganan pasca panen yang baik dan Good Manufacturing Practises yaitu pengolahan hasil yang baik.
 
“Di sinilah peran para  petugas lapangan terutama para inseminator yang tersebar di seluruh kabupaten/kota sangat diharapkan dalam transfer ilmu dan teknologi yang mampu meningkatkan usaha budidaya ternak para peternak yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan kesejahteraan mereka,” sebut Gubsu.
 
Dikatakan Gubsu, untuk capaian target UPSUS SIWAB maka pemerintah pusat diharapkan tetap menggelar program ini secara berkesinambungan. "Sehingga target swasembada daging nasional dapat tercapai. Selain itu tim pendamping pusat dan provinsi agar berkoordinasi dan melakukan pendampingan secara lebih intensif di kabupaten/kota," pungkasnya. (BS03)