Bogor, 21-11-2017       English Version


Bisnis.com, MATARAM--Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendukung program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) untuk meningkatkan populasi ternak sapi di daerah ini.

"Program ini merupakan program nasional, termasuk Nusa Tenggara Barat yang menjadi lumbung ternak sapi nasional," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Selasa (4/4/2017).

Namun demikian, Mutawalli mengakui sejauh ini belum ada informasi lagi terhadap tindak lanjut dari program tersebut dari Pemerintah Provinsi NTB.

Padahal, dari pihak provinsi telah mengkalim bahwa program tersebut telah dilaksanakan dan sudah mencapai 75%.

"Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari kelompok tani yang akan menjadi sasaran program Upsus Siwab," katanya.

Kota Mataram, katanya, memang tidak memiliki kelompok tani sebanyak kelompok tani yang ada di kabupaten/kota lainnya, di Mataram hanya ada sekitar 2-3 kelompok saja.

Hal itu dipengaruhi faktor wilayah yang sudah sangat padat oleh penduduk, sehingga peternak tidak memiliki lahan untuk menggembalakan ternak mereka.

"Prinsipnya kami tetap mendukung, dan siap menfasilitasi pelaksanaan program Upsus Siwab," katanya.

Dia mengatakan, program Upsus Siwab merupakan program percepatan pembuntingan induk sapi melalui inseminasi buatan dan mempersingkat waktu pembuntingan yang selama ini 12-13 bulan menjadi 9 bulan.

"Jadi ke depan sapi yang bunting tidak lagi melahirkan setelah 12-13 bulan, tapi dalam waktu sembilan bulan sapi sudah bisa melahirkan sehingga bisa cepat bunting lagi," katanya.

Program inseminasi buatan pada sapi adalah proses pembuahan dengan cara memasukkan sperma dari jantan unggul ke dalam rahim sapi betina agar menghasilkan keturunan yang berkualitas.

Ia menilai, program Upsus Siwab ini sangat penting untuk menjaga populasi sapi di daerah ini, jika tidak maka populasi sapi bisa terus berkurang.

Data Dinas Pertanian Kota Mataram menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 1.500 ekor sapi yang dikembangbiakkan pada sejumlah kelompok ternak di Kota Mataram.

"Jumlah itu menurun dari tahun 2015 yang mencapai sekitar 2.000 ekor, harapannya dengan program Upus Siwab ini populasi sapi di Mataram akan terus meningkat," katanya.

 

Sumber : Antara

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID