Bogor, 01-Oct-2020


Ternak ruminansia di Indonesia umumnya terserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri, parasit dan keracunan. Salah satu penyakit parasitik yang banyakmenyerang ruminansia dari dulu hingga kini adalah penyakit haemonchosis.

Haemonchosis  adalah penyakit cacing saluran pencernaan. yang menyerang ternak ruminasia khususnya ruminansia kecil (domba dan kambing), Penyakit ini disebabkan oleh Haemonchus sp.

Adanya penyakit ini  pada domba dan kambing di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki angka prevalensi yang tinggi menyebabkan kerugian ekonomi yang nilai nominalnya sangat besar..

Gejala klinis haemonchosis ditandai dengan penurunan produksi, kaheksia, dan anemia parah akibat cacing yang menghisap darah pada mukosa abomasum. Haemonchus contortus adalah cacing nematoda gastrointestinal penghisap darah. Pada infeksi kronis umumnya menunjukkan gejala  edema umum (pembengkakan  diseluruh bagian tubuh akibat penimbunan cairan)

Gejala klinis yang muncul akibat haemonchosis adalah anemia (mulai dari yang ringan  sampai dengan yang parah), hipoproteinemia, letargi, dan kematian. Secara patologik anatomi dapat ditemukan mukosa dan karkas yang pucat, hidrotoraks, ascites, dan hemoragi (perdarahan) abomasum.

Sedangkan secara histopatologi ditemukan deskuamasi vili abomasum, hemoragi ekstensif mukosa-submukosa abomasum, infiltrasi sel-sel eosinofil dalam jumlah banyak dan infiltrasi sel-sel monosit, serta sel-sel mengalami degenerasi dan nekrosis pada organ dalam hewan

Pencegahan kasus haemonchosis dapat dilakukan dengan cara manajemen pemeliharaan (sanitasi), manajemen pakan (pengelolaan [akan), dan manajemen kesehatan.  Manajemen sanitasi bertujuan untuk mencegah pencemaran dari lingkungan dan infeksi ulang. Infeksi ulang dapat dicegah melalui manajemen pemberian pakan dengan cara memberikan hijauan yang sudah dilayukan. Tindakan profilaksis melalui manajemen kesehatan dilakukan dengan pemberian suplemen vitamin dan pemberian antelmintika spektrum luas setiap 3 – 4 minggu

Cara lainnya yang dapat dilakukan dilakukan untuk mengatasi haemonchosis dan resistensi antelmintik adalah dengan pengembangan ras yang tahan terhadap infeksi H. contortus dan vaksinasi. Pengembangan ras domba atau kambing yang tahan terhadap infeksi Haemonchus sp secara genetik memiliki potensi yang menjanjikan karena ketahanan secara genetik ini bersifat menurun pada generasi berikutnya, sehingga gen tersebut dapat disebarluaskan ke berbagai wilayah (REP)