Bogor, 09-Aug-2020


Penyakit Infectious Bursal Disease dikenal sebagai penyakit IBD, Penyakit Gumboro, Infectious Bursitis atau Infectious Avian Nephrosis. Penyakit ini  disebabkan oleh virus.

Penyakit Gumboro merupakan penyakit yang sangat menular pada ayam muda yang ditandai dengan penurunan kekebalan tubuh dan kematian pada ayam umur 3-6 minggu. Sejak ditemukan penyakit ini telah menyebar secara luas di dunia dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi.

Penyakit IBD ganas (vvIBD) dilaporkan menyebabkan kematian yang sangat tinggi sampai dengan 100 % pada ayam muda.

Gejala klinisnya adalah kematian sedang sampai tinggi, ayam terlihat lesu, mengantuk, nafsu makan dan minum berkurang, tidak responsif terhadap lingkungan, bulu berdiri/kusam, cenderung diam. Penyakit ini biasanya menyerang ayam muda.

sedangkan faktor yang mempengaruhi tingkat invensi adalah umur ayam, strain virus, tingkat kekebalan, managemen, konsentrasi virus.

Pencegahan dan pengendalian penyakit gumboro dapat dilakukan melalui Biosecuriti, vaksinasi dan peningkatan stamina ternak.

Biosekuriti dilakukan dengan cara Pemisahan sementara (Hewan baru dari Hewan lama dan Hewan sakit dari Hewan sehat), Pembatasan lalu lintas orang, Hewan, produk Hewan, media pembawa penyakit hewan lainnya serta melakukan pembersihan dan desinfeksi (kandang, peralatan kandang dan lingkungan kandang dll).

Vaksinasi yang merupakan prosedur untuk memasukkan bahan biologis (kuman penyebab penyakit) yang sudah dimatikan atau dilemahkan untuk membentuk kekebalan antibodi pada tubuh ayam merupakan upaya pencegahan penyakit bukan pengobatan penyakit, sehingga vaksinasi tidak dilakukan dalam rangka mengobati penyakit. Vaksinasi tidak menjamin ayam tidak sakit, tetapi lebih ke upaya mengurangi kejadian dan kerugian yang ditimbulkan oleh suatu penyakit.