Bogor, 09-Aug-2020


Brucellois merupakan penyakit yang disebabkan infeksi dari bakteri Brucella. Pada domba dan kambing, brucellosis terutama disebabkan oleh Brucella melitensis, coccobacillus Gram-negatif atau batang pendek. Organisme ini adalah patogen intraseluler fakultatif.  Brucella. melitensis mengandung tiga biovars (biovars 1, 2 dan 3).

Ketiga biovar menyebabkan penyakit pada ruminansia kecil, tetapi distribusi geografisnya bervariasi. Infeksi Brucella abortus dan Brucella suis juga kadang-kadang terjadi pada ruminansia kecil, tetapi penyakit klinis tampaknya jarang terjadi.

Brucella melitensis dapat bertahan hidup selama beberapa bulan di air, fetus yang diaborsi, pupuk kandang, wol, jerami, peralatan dan pakaian pada kondisi kelembaban tinggi, suhu rendah dan tidak ada sinar matahari. Tapi mati oleh paparan sinar matahari langsung selama beberapa jam.

Brucella melitensis adalah agen etiologi brucellosis pada kambing dengan potensi zoonosis tertinggi dan Brucella ovis adalah agen etiologi brucellosis pada domba bersifat non-zoonotic

Brucella dapat ditemukan pada darah, urin, semen, leleran vagina, plasenta, susu, abortus fetus, saliva, leleran hidung, mata dan sendi ternak yang terinfeksi. Kambing terinfeksi menjadi sumber penularan brucellosis pada manusia

Pada kambing jantan Brucella ada di testis, epididimis, vesicular seminalis. Sedangkan pada domba, domba dewasa lebih peka terinfeksi dibandingkan domba muda. Kambing yang abortus akan mensekresikan Brucella ke lingkungan dan dapat mencemari padang rumput, tanah, dan air.

Pada kambing bunting terinfeksi, 85% Brucella ada di cotiledon, placenta & cairan amnion. Sekresi Brucella pada kambing terinfeksi melalui cairan vagina dapat berlangsung hingga 2 atau 3 bulan setelah abortus sedangkan pada domba sekitar 3-4 minggu.

Kambing yang terinfeksi dan mengalami abortus masih dapat bunting secara normal namun akan tetap mensekresikan bakteri melalui plasenta, cairan vagina dan susu sepanjang hidupnya.

Gejala klinis Brucella melitensis pada kambing adalah abortus akhir kebuntingan, lahir mati, penurunan kesuburan dan produksi susu, retensi plasenta, artritis. Sedangkan Brucella ovis pada domba adalah abortus, orchitis, epididymitis. Infeksi kelenjar susu juga terjadi pada domba dan kambing.

Cara penularan Brucellois pada Ruminansia kecil terjadi setelah abortus atau parturisi. Yakni melalui kontak atau konsumsi Plasenta, fetus, cairan amnion, leleran vagina dan shedding bakteri. Penularan juga terjadi melalui susu, Venereal (semen), Uterus, dan Fomit: Benda mati yang terkontaminasi (sikat, baju kandang, boot, dll)

Brucellosis menyebar dengan mudah, terutama pada saat parturisi. Tanda-tanda klinis tidak patognomonik dan mungkin tidak terlihat jelas. Ternak betina yang terinfeksi tidak selalu abortus. Laten carrier biasanya terjadi. Penularan terjadi secara horizontal maupun vertikal; melalui kontak langsung/ tidak langsung. Tidak ada alat diagnostik yang benar-benar tepat. Vaksin yang tersedia dapat mengurangi penyebaran brucellosis tetapi tidak sepenuhnya melindungi terhadap infeksi.

Strategi kontrol dan pengendalian brucellosis pada ternak harus dilakukan secara terpadu, melalui program vaksinasi, pengawasan epidemiologi yang ketat, kontrol pergerakan ternak dan diagnosis yang tepat.Terdeteksinya antibodi terhadap Brucella pada ruminansia kecil menjadi peringatan untuk monitoring dan surveilan.

Vaksinasi ternak dengan vaksin REV 1 strain smooth (koloni halus). Ternak baiknya di vaksin pada usia <6 bulan, dan vaksinasi harus di berikan kepada semua kawanan ternak

Sistem praktik manajemen Biosecuriti dapat dilakukan untuk pencegahan atau mengurangi resiko masuknya penyakait ini ke peternakan/kandang. Desain fasilitas kandang, termasuk siapkan kandang untuk isolasi jika ada ternak yang dicurigai terinfeksi brucellois.

Ternak baru yang ingin dimasukkan kedalam kawanan juga sebaiknya diperoleh dari sumber terpercaya. Pastikan catatan kesehatan ternak, cek kesehatan ternak sebelum pembelian , isolasi ternak selama 30 hari sebelum pemasukan. Disinfeksi semua kuku ternak sebelum memasuki kandang, dan jangan sharing peralatan antara ternak yang diisolasi dengan ternak lainnya.