Bogor, 02-Jul-2020


Produktivitas ternak dipengaruhi oleh faktor genetik (30%) dan lingkungan (70%). Diantara faktor lingkungan tersebut, pakan memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas yaitu sebesar 60%.

Penelitian dilakukan di PGS Joe Cipir Desa Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian temulawak sebagai pakan aditif alami pada ransum terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian, dan konversi pakan pada sapi peranakan Simmental.

Penelitian melibatkan 12 ekor Sapi Peranakan Simmental jantan berumur 1,5 tahun dengan bobot badan rata-rata 166 kg.  Ternak diberikan ransum yang mengandung temu lawak 0, 1,5 dan 3 % tepung temu lawak. Penelitian dilakukan selama 5 minggu. Minggu pertama periode adaptasi pakan dan 4 minggu berikutnya periode pengambilan data.

Setelah 5 minggu penelitian diperoleh hasil bahwa penambahan tepung temulawak pada ransum berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan pada sapi peranakan Simmental.

Sapi yang diberi tidak diberi temu lawak pertambahan bobot badan harian 335 gram/hari. Sedangkan sapi yang dalam pakannya diberi temu lawak 1,5% pertambahan bobot badan harian 821 gram per hari. Terakhir sapai yang diberi temu lawak 3% diperoleh pertambahan bobot badan harian  628 gram per hari.

Disimpulkan bahawa penambahan tepung temulawak dengan dosis 1,5% dari bahan kering pemberian ransum menunjukkan pertambahan bobot badan dan konversi pakan terbaik. (REP)

 

Informasi Lengkap: Prosiding Seminar Nasional Peternakan Dan Veteriner 2019