Bogor, 02-Jul-2020


Perkawinan ternak bisa dilakukan dengan kawin alam dan inseminasi buatan (IB) dan kawin alam. IB atau kawin suntik adalah cara atau teknik memasukkan sperma ke dalam saluran reproduksi alat kelamin betina untuk membuahi sel telur merupakan teknologi reproduksi untuk memudahkan dan mengefisienkan manajemen dalam bidang peternakan. Dengan demikian ditentukan oleh ketepatan waktu sperma ada di saluran reproduksi tersebut. Sel telur turun ke saluran reproduksi beberapa jam setelah dilontarkan dari indung telur (ovarium)

Untuk itu telah dilakukan penelitian di Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih oleh Syawal M, Febretrisiana A, dan  Solehudin. Penelitian ini melibatkan 40 ekor kambing Boerka betina umur ≥ 2 tahun. Rataan bobot badan ≥ 30 kg. Rataan Skor Kondisi Tubuh (SKT) sebesar 3 (skala 1-5) dan sehat secara klinis. Penelitian ini bertujuan memprediksi waktu optimal kawin berdasarkan pengukuran kadar hormon estrogen kambing setelah disinkronisasi dengan CIDR-g.

Sebanyak 10 ekor kambing boerka betina diberi perlakuan sinkronisasi estrus menggunakan CIDR-g yang berisi 0,3 g progesterone secara implant melalui intravaginal selama 12 hari. Kemudian dicabut pada hari ke-13.

Pengamatan dilakukan setiap tiga jam sekali dengan cara memasukkan pejantan pengusik (Teaser) kedalam kandang betina hewan coba guna untuk mengetahui respon reproduksi. Kambing dianggap positif estrus (onset estrus) jika diam dinaiki oleh pejantan. Kambing yang sudah estrus diberi tanda berwarna merah dipangkal lehernya.

Koleksi sampel darah dilakukan terhadap masing-masing 10 ekor pada jam ke-0, jam ke-24, jam ke-48 dan jam ke-72 sejak pencabutan CIDR. Inseminasi Buatan dilakukan terhadap 40 ekor yang terbagi ke dalam 2 kelompok (A dan B) masing-masing 20 ekor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan darah pada jam ke-24 sejak pencabutan CIDR-g memiliki kadar estradiol paling tinggi (71 pg/mL). Pelaksanaan IB pada jam ke-24 dan jam ke-60 sejak pencabutan CIDR-g berhasil bunting masing-masing 11 ekor (55%) dan 14 ekor (70%). Dapat disimpulkan bahwa kambing yang diberi CIDR-g memiliki kadar hormon estradiol paling tinggi pada jam ke-24 sejak pencabutan. (REP)

 

Informasi lebih lanjut : Loka Penelitian Kambing Potong