Bogor, 04-Jun-2020


Upaya membentuk itik pedaging berbasis itik lokal, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah melakukan persilangan antara itik Peking jantan dengan itik Mojosari putih betina yang disebut dengan itik PMp Agrinak. Itik PMp Agrinak merupakan rumpun itik tipe pedaging.

Program pembentukan rumpun Itik PMp Agrinak adalah dengan melakukan perkawinan inter-se dan disertai seleksi selama 4 generasi dengan kriteria produksi telur, umur pertama bertelur, dan bobot badan pertama bertelur. Meskipun Itik PMp Agrinak adalah bibit induk tipe pedaging, namun seleksi berdasarkan kriteria produksi telur dan umur pertama bertelur diperlukan untuk memperbaiki dan meningkatkan konsistensi produksi telurnya sebagai bibit induk (parent stock). 

Bobot badan Itik PMp Agrinak lebih besar dibandingkan itik-itik lokal yang ada di Indonesia selama ini. Umur pertama bertelur Itik PMp Agrinak adalah 131- 134 hari dengan Bobot Badan Pertama Bertelur (BBPB) berkisar diantara 2.140- 2.170 g/ekor dan Bobot Telur Pertama (BTP) 47,76- 47,82 g/butir.

Rumpun Itik PMp Agrinak mempunyai kompisisi genetik 50% itik Peking dan 50% itik Mojosari putih. Selama ini itik yang dikenal di Indonesia adalah tipe petelur berwarna coklat. Sedangkan itik PMp agrinak memiliki 100% warna bulu tubuh putih polos dengan paruh dan kaki berwarna kuning.

Karakteristik produktivitas itik PMp Agrinak adalah Warna bulu putih, sehingga warna kulit karkas juga bersih dan cerah. Bobot badan ±2 kg pada umur 10 minggu dan jika dikawinkan dengan entog jantan dapat digunakan untuk menghasilkan itik serati dengan bobot badan 3 kg atau lebih pada umur 10 minggu. Umur pertama bertelur 5,5 – 6 bulan dengan rataan produksi telur 6 bulan 67 – 78 %

Tujuan pembentukan itik PMp Agrinak adalah menyediakan rumpun itik pedaging yang konsisten dalam produksi telurnya dan dengan bobot badan yang memadai sebagai itik pedaging, untuk mendukung usaha peternakan itik potong komersial tanpa tergantung pada itik Peking yang diimpor