Bogor, 26-Sep-2018       English Version


Info Teknologi - Pemeliharaan itik secara intensif menggunakan pakan komersial membutuhkan biaya produksi yang tinggi. Oleh karena itu, alternatif untuk menekan biaya pakan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan bahan pakan lokal yang mudah didapat dan tersedia di sekitar tempat pemeliharaan menjadi pakan yang berkualitas.

Beberapa bahan lokal  yang dapat dimanfaatkan  seperti  sagu, ampas kelapa,  tepung daun lamtoro, dedak padi, bungkil kelapa, limbah ikan campur, jagung kuning lokal, bekicot dan minyak kelapa.

Untuk menghasilkan produk pakan itik  yang berkualitas dengan bahan pakan lokal tsb. telah dilakukan penelitian  dengan proses fermentasi anaerob. Ransum disusun berdasarkan nutrisi kebutuhan itik pedaging dengan protein kasar 19% dan energi metabolis 3.100 kkal/kg.  Ransum dicampur bakteri asam laktat (BAL) 105cfu/gram sampai kandungan air 45%, dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan yang kedap udara (silo), dipadatkan dan ditutup rapat.

Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan waktu penyimpanan, masing-masing perlakuan ada 3 ulangan.

Parameter yang diamati adalah: (1) Kualitas fisik: warna, bau dan tekstur; (2) Kualitas kimia yaitu kadar air, bahan kering, dan pH; (3) Kualitas biologi: skor jamur dan persentase keberhasilan fermentasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan kualitas fisik pakan fermentasi dengan waktu tiga hari menghasilkan warna, bau dan tekstur terbaik. Waktu fermentasi selama sembilan hari tidak memperlihatkan pertumbuhan jamur dan tingkat keberhasilan 100% sehingga secara biologi pakan fermentasi baik. Disimpulkan bahwa waktu fermentasi minimal tiga hari memiliki potensi yang baik sebagai cara pengolahan pakan itik.

 

Informasi selengkapnya: DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.430-437

Semoga dengan adanya hasil peneilitian ini peternak itik dapat meningkatkan produktivitas ternak, mengurangi biaya transportasi dan ketergantungan terhadap impor.

JAYALAH PERTANIAN INDONESIA

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN