Bogor, 22-Aug-2018       English Version


Rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) cv. Taiwan merupakan salah satu jenis rumput gajah yang sangat disukai oleh sapi maupun domba karena daunnya lebar, bulu dipermukaan daun halus, dan batang lunak. Petani ternak juga banyak yang menanam karena mudah dibudidayakan, jumlah anakan banyak, produktivitas tinggi, kandungan gizi tinggi (protein kasar >7%), dan nilai kecernaan mencapai 55 – 70%. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam usaha agribisnis ternak sapi dan domba adalah produktivitas ternak yang rendah disebabkan oleh rendahnya kualitas pakan, dan ketersediaanya saat kemarau terbatas.

Hampir 90% pakan ternak ruminansia berasal dari hijauan dengan konsumsi segar perhari 10 - 15% dari berat badan, sisanya berupa konsentrat dan pakan tambahan (feed supplement). Ketersediaan pakan pada musim kemarau bermasalah disebabkan oleh kekeringan dan kurangnya penerapan teknologi pengawetan. Ketersediaan rumput potong yang berpotensi produksi tinggi, memiliki kandungan protein tinggi serta toleran kekeringan dapat membantu petani ternak mengatasi masalah kualitas pakan dan produksi rumput saat kemarau.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui kolaborasi para peneliti BB Biogen dan Puslitbangnak memanfaatkan Bioteknologi selular untuk mendapatkan varietas unggul rumput gajah baru berprotein tinggi dan toleran kekeringan untuk menjamin ketersediaan pakan hijauan sepanjang tahun.

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN