Bogor, 21-Jun-2018       English Version


Didalam usaha peternakan, kebutuhan pakan standar yang jumlahnya relatif tinggi adalah sumber protein. Bekicot merupakan salah satu potensi sumber protein bagi ternak. Bekicot memiliki kandungan protein sekitar 60% dan asam aminonya tergolong cukup lengkap. Disamping itu cangkang bekicot kaya akan kalsium.

Untuk menjaga nilai mutu gizi proteinnya hasil pemanenan bekicot segar perlu dilakukan pengolahan sedemikian rupa agar tetap dapat dimanfaatkan dalam kurun waktu yang relatif lama sebelum diberikan pada ternak.

Sebelum dibuat menjadi pakan ternak, bekicot terlebih dahulu diolah menjadi tepung. Tepung bekicot ini dapat menggantikan tepung ikan yang biasa terdapat pada pakan unggas dan pakan ternak ruminansia.

Bekicot dapat diolah menjadi: Tepung bekicot mentah, Tepung bekicot matang/rebus dan Bekicot segar, Silase Bekicot, Tepung Cangkang Bekicot. Berikut beberapa cara pengolahan bekicot menjadi pakan untuk ternak.

Tepung bekicot mentah. Cara mengolah tepung bekicot mentah sangat sederhana, yaitu melakukan pencucian bekicot menggunakan air bersih. Setelah dicuci bersih daging bekicot langsung dikeluarkan dari cangkang. Selanjutnya bagian dari daging bekicot dikeringkan dengan cara dijemur dibawah terik matahari selama 4-5 hari atau menggunakan oven dengan suhu rata-rata 60°C lebih kurang 12 jam. Setelah kondisi daging bekicot benar-benar kering, proses selanjutnya adalah menggiling hingga halus.

Tepung bekicot matang/rebus. Cara mengolah tepung bekicot rebus membutuhkan tenaga ekstra, yaitu: bekicot terlebih dahulu dicuci hingga bersih, selanjutnya dilakukan perendaman selama ½ jam menggunakan air garam sambil diaduk. Konsentrasi garam dalam air untuk perendaman bekicot adalah 10%. Setelah selesai perendaman bekicot selanjutnya dicuci dengan air bersih kemudian direbus. Proses perebusan: air dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih, baru dimasukkan bekicot selama 20-30 menit. Selanjutnya keluarkan daging bekicot dari cangkangnya dan dicuci lagi dengan air bersih. Kemudian daging bekicot dicacah dan selanjutnya dikeringkan dengan penjemuran selama 2 hari atau dioven. Setelah kering daging bekicot digiling hingga halus.

Bekicot segar. Daging bekicot segar direndam dalam larutan garam dengan perbandingan 1 liter air dan 75 gr garam dapur selama 15 menit. Selanjutnya daging bekicot dicuci, kemudian dimasukkan ke dalam air mendidih selama 20 menit.

Silase Bekicot. Sebagai makanan ternak, bekicot dapat dibuat silase, dengan cara sebagai berikut: daging bekicot basah yang sudah digiling/dicacah halus dicampur dengan tepung singkong kering dengan perbandingan 2 : 1, selanjutnya difermentasikan selama 14 hari, dan dijemur. Silase ini mengandung protein 20%.

Tepung Cangkang Bekicot. Cangkang bekicot kering dan bersih dibuat tepung dengan cara dihancurkan/digiling, kemudian diayak dengan saringan 40 mesh. Tepung cangkang bekicot ini mengandung protein 28%, serat kasar 1%, kalsium 25%, fosfor 0,14%. Oleh karena itu pemanfaatan cangkang sebagai pakan sangat bagus untuk pertumbuhan tulang ternak, sehingga tepung cangkang bekicot dapat dicampurkan dengan tepung daging bekicot. (REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek