Bogor, 07-Mar-2021


Pada Selasa, 26 Januari 2021 Tim Penyebaran Inovasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) melakukan kegiatan pemantauan hasil inovasi UPT lingkup Puslitbangnak yang didiseminasikan ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten dan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Singamerta, Banten. Inovasi yang dipantau adalah bibit Kelinci dan Ayam KUB Strata 1.

Kunjungan diterima oleh Koordinator KSPP Sitti Rukmini, S.P, M.Si., Penanggung Jawab Strata-1 Ayam KUB Dewi Haryani, S.Pi, M.Si., Kepala Tata Usaha BPTP Nofri Amin, dan Pengelola IP2TP Singamerta Eka Rastiyanto, SP, M.Agr.

Pimpinan Tim yang juga Koordinator Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Puslitbangnak Dr. Andi Saenab menyatakan harapannya inovasi yang dihasilkan UPT lingkup Puslitbangnak yang sudah didiseminasikan dapat dikembangkan di lokasi sebagai sumber penghasil daging.

Sementara itu Dewi Haryani menyatakan bahwa kegiatan perbibitan Ayam KUB di BPTP Banten sudah dimulai sejak tahun 2017. Saat ini jumlah induk ayam KUB yang dipelihara hanya sebanyak 100 ekor dari kapasitas kandang sebesar 1.000 ekor akibat terkendala penyediaan pakan. “Perkembangan Ayam KUB Strata-1 saat ini terkendala dengan pemenuhan pakan karena imbas dari pengurangan anggaran tahun 2020 kemarin,” ungkap Dewi.

Pada kesempatan yang sama Eka Rastiyanto mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan dan mendiseminasikan lebih lanjut bibit kelinci yang diterima dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi di IP2TP yang dimiliki BPTP maupun ke masyarakat. “Kelinci yang sudah diterima dari Balitnak rencananya akan dikembangkan di IP2TP sebagai bentuk diseminasi produk inovasi Badan Litbang Pertanian. Rencananya akan dikembangkan dan didiseminasikan juga di masyarakat melalui pola plasma,” ujar Eka. Adapun bibit kelinci yang didiseminasikan di BPTP Banten berjenis Kelinci New Zealand White dan Kelinci Reza. (REP/NH)