Bogor, 25-Nov-2020


Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner (Semnas TPV) Tahun 2020. Seminar yang merupakan agenda regular tahunan ini diselenggarakan selama 2 hari yaitu tanggal 26-27 Oktober 2020. Seminar kali ini digelar dengan tema ‘Teknologi Inovatif Peternakan dan Veteriner Menuju Industri Peternakan Maju, Mandiri, dan Modern di Era New Normal’.

Semnas TPV yang kali ini diselenggarakan secara daring dibuka secara resmi oleh Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. sekaligus menyampaikan Pidato Kunci yang berjudul ‘Peluang dan Tantangan Teknologi Inovatif Peternakan dan Veteriner di Era New Normal Menuju Industri Peternakan Maju, Mandiri, dan Modern’.

Dr. Fadjry menyampaikan bahwa Semnas TPV 2020 yang dilakukan secara daring ini dapat mempercepat alih teknologi hasil penelitian unggulan kepada masyarakat agar usaha peternakan dapat berdaya saing. “Seminar (TPV) ini diharapkan dapat menambah informasi dan mempercepat alih teknologi hasil penelitian unggulan untuk pengembangan usaha peternakan yang berdaya saing. Selain itu, juga dapat berperan sebagai sarana dalam membangun kerjasama antar institusi terkait dengan pihak swasta maupun praktisi peternakan,” ungkapnya. Disampaikannya Balitbangtan telah  menghasilkan sekitar 700 teknologi inovatif, dimana 50 diantaranya dihasilkan oleh UK/UPT lingkup Puslitbangnak yang sudah dimanfaatkan pengguna.

Kepala Balitbangtan pun berharap salah satu keluaran dari kegiatan ini adalah adanya masukan, gagasan dan pengetahuan bagi para pengambil kebijakan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternakan dan veteriner. “Arah dan sasaran strategis pembangunan pertanian sub-sektor peternakan tahun 2020-2024 memerlukan dukungan pemangku kepentingan di bidang peternakan untuk menyiapkan berbagai bentuk terobosan invensi dan inovasi teknologi unggul, rekomendasi kebijakan, serta percepatan alih teknologi yang diperlukan oleh petani dan pengguna yang lebih luas (industri dan swasta),” jelasnya.

Sementara itu Kepala Puslitbangnak Dr. drh. Agus Susanto, M.Si dalam laporannya menyampaikan Semnas tahun 2020 ini mengundang empat pakar di bidangnya sebagai pemakalah undangan, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Keempatnya adalah yaitu Prof. Dennis Poppi, B.Ag.Sc., M.Phil., Ph.D., pengajar dari School of Agriculture and Food Sciences the University of Queensland, Brisbane, Australia, Dr. drh. NLP Indi Dhamayanti, M.Si., peneliti utama bidang virologi dan biologi molekuler yang juga Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner  (BB Litvet), Dra. Sri Tantri Arundhati, M.Sc., dari Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Ir. Didiek Purwanto, IPU., selaku Direktur Utama PT. Karunia Alam Sentosa Abadi yang juga Ketua Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo).

Hari pertama Semnas diisi dengan Sidang Pleno I yang menampilkan dua topik yaitu ‘Strategies to Improve Local Beef Cattle Industry Supply Chains During the Pandemic of Covid-19’ oleh Prof. Poppi dan topik ‘Mewaspadai dan Merespon Zoonosis Emerging dan Re-emerging Infectious Diseases’ oleh Dr. Indi Dhamayanti. Sidang Pleno tersebut dimoderatori oleh Dr. Ir. Atien Priyanti SP., M.Sc., peneliti utama Puslitbangnak.

Adapaun hari kedua tanggal 27 Oktober 2020 akan menghadirkan narasumber Sri Tantri Arundhati yang akan membawakan  topik ‘Strategi Menghadapi Perubahan Iklim dalam Era New Normal untuk Mendukung Peternakan Maju, Mandiri, dan Modern’ dan Didiek Purwanto dengan  topik ‘Menuju Kemandirian Usaha Sapi Potong Modern Berbasis Sumberdaya Lokal’.

Setelah Sidang Pleno dilanjutkan dengan persentasi sesuai dengan bidang yang dibagi menjadi 4, yaitu Ruminansia Besar, Ruminansia Kecil, Unggas, serta Tanaman Pakan Ternak dan lain-lain. Sebanyak 86 makalah penunjang akan dipresentasikan secara oral dalam dua hari, yang  berasal dari berbagai instansi terkait.

Tercatat dalam aplikasi Zoom Seminas TPV 2020 mencapai kurang lebih 250 peserta yang berasal dari peneliti lingkup Balitbangtan (Puslitbang/Balai Besar, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), pengambil kebijakan lingkup Kementan dan K/L lainnya, Perguruan Tinggi, Dinas Provinsi/Kota/Kab yang membidangi Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan beberapa media. (REP/NH)