Bogor, 26-Oct-2020


Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Fadjry Djufry melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor pada Senin, 28 September 2020. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balitbangtan mengunjungi kandang sapi perah Balitnak dan memantau Wisanggeni, pedet Belgian Blue jantan hasil murni transfer embrio (TE). Wisanggeni lahir pada pertengahan September lalu melalui caesar dengan bobot 67 kg.

Kepala Balitbangtan menyampaikan pengembangan bibit unggul sapi Belgian Blue ini diharapkan kedepannya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat peternak di Indonesia. "Dengan dukungan riset yang ada, kita berharap dapat menghasilkan bibit unggul dari segi susu dan daging yang diperoleh, sehingga kedepan peternak dapat memanfaatkan bibit unggul Belgian Blue ini", ujarnya.

Dr. Fadjry mengunggapkan pula bahwa penelitian sapi Belgian Blue untuk mendapatkan bibit unggul tidak hanya terdapat di Balitnak, namun juga di Loka Penelitian Sapi Potong. “Tak hanya Balitnak, Lolit Sapi Potong yang berada di Grati pun telah menghasilkan bibit unggul sapi Belgian Blue yang dikembangkan melalui proses inseminasi buatan (IB)”, imbuhnya.

Ditegaskannya pula Balitbangtan, sesuai arahan Menteri Pertanian, terus berkomitmen untuk berkontribusi lebih besar lagi terhadap program Kementerian Pertanian, salah satunya adalah Program Akselerasi Pemanfaatan Inovasi Teknologi dan Perbanyakan Produksi Benih/Bibit.  

Nama Wisanggeni sendiri diberikan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. drh. Agus Susanto, M.Si. “Diberi nama Wisanggeni, diambil dari nama anak Arjuna yang berotot kekar seperti Belgian Blue,” jelasnya.

Selain sapi Wisanggeni, sebelumnya sudah ada beberapa kelahiran sapi Belgian Blue yang dihasilkan dari transfer embrio di Balitnak. Dengan adanya sapi Wisanggeni sendiri, menjadi tambahan ternak yang ada di kandang sapi perah Balitnak.

Turut mendampingi dalam kunjungan Kepala Balitbangtan antara lain Kepala Balitnak Andi Baso Lompengeng Ishak, Kabag KSHOH Balitbangtan Erlita Adriani, Kabid KSPHP Puslitbangnak Andi Saenab, dan Kabag TU Puslitbangnak Narta. (MIF/NH)