Bogor, 01-Oct-2020


Telah lahir lagi di Balai Penelitian Ternak – Ciawi, sapi Belgian Blue pada  6 September 2020, berjenis kelamin jantan dengan bobot lahir 67 kg.  Ini merupakan sapi Belgian Blue (BB) murni hasil Transfer Embrio (TE).

Kelahirannya dilakukan dengan cara operasi Caesar oleh Drh. Tri Wardani Msi. yang dibantu oleh Teknisi Reproduksi, Tim Keswan. di Kandang Ruminansia Besar. Direncanakan akan lahir lagi sapi-sapi  BB-cross (BB x FH) atau persilangan, sebanyak  4 ekor pada September 2020, dengan cara lahir alami. 

Perkawinan sapi, dapat dilakukan dengan cara kawin alam, Inseminasi buatan (IB) dan Transfer embrio (TE). IB adalah memasukkan semen beku yg sudah di ‘thawing’ ke saluran reproduksi sapi betina menggunakan Gun-IB. Sedangkan transfer embrio (TE) yang memasukkan embrio ke saluraran reproduksi.

Persilangan BBxFH adalah mengawinkan induk sapi FH dengan cari IB menggunakan sperma Belgian Blue.  Belgian Blue adalah sapi tipe pedaging bobotnya dapat mencapai 700 kg – 1 ton. Bobot sapi BB yang besar ini, dikarenakan adanya mutasi gen Myostatin. Diharapkan dengan makin banyak jumlah sapi Belgian Blue yang lahir di Indonesa, akan mempercepat pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional. Kecukupan daging meningkat namun jumlah sapi yang dipotong berkurang.   

Belgian Blue adalah sapi yang didatangkan dari Belgia, pada masa  Andi Amran Sulaiman menjadi Menteri Pertanian, di tahun 2017. Program pengadaan sapi BB ini merupakan upaya Kementan untuk pemenuhan kebutuhan daging dan bibit sapi unggul nasional.   

Program pengadaan, penyebaran dan pelatihan memelihara dan perbanyakan sapi BB ini di pimpin oleh Balai Embrio Ternak, terhadap UPT – UPT lingkup Kementan. Selain di UPT Badan Penelitian Pengembangan Pertanian (di Balitnak dan Lolit Sapi Potong) sapi ini juga dikembangkan di UPT-UPT Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, seperti BBPTU-Baturaden, BPTU Padang Mangatas dll, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia lingkup Kementan dan juga di Perguruan Tinggi. (REP/RSG)