Bogor, 09-Aug-2020


Di tengah pandemi yang masih melanda, Bidang Pendidikan Dharma Wanita Pusat Unit Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (DWP Puslitbangnak) tetap semangat melaksanakan program kerjanya. Salah satunya adalah pemberian bantuan dana pendidikan kepada anak asuh DWP Puslitbangnak yang dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2020 di Kantor Puslitbangnak, Bogor.

Acara pemberian bantuan dana pendidikan dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Puslitbangnak Ir. Narta MSi yang mewakili Pelaksana Harian Kepala Puslitbangnak. Dalam sambutannya, Kabag TU menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DWP Puslitbangnak terus secara berkesinambungan pelaksanaan program pemberian dana pendidikan untuk putra dan putri karyawan dan karyawati Puslitbangnak dan Balitnak.

Pada kesempatan tersebut, Kepala TU menyitir ayat 9 Qs. An-Nisa yang berbunyi “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. “Terus tingkatkan semangat belajar anak-anak kita,” ujarnya.

Perwakilan donatur program dana bantuan pendidikan DWP Puslitbangnak Dr. Bess Tiesnamurti menyampaikan harapannya agar anak-anak peserta program bantuan pendidikan mendapat nilai bagus. “Kita doakan pula agar para donatur diberi kesehatan, kelimpahan rejeki, agar lebih banyak anak dapat terbantu,” imbuhnya.

Dana bantuan pendidikan ini berasal dari donatur yang terdiri dari karyawan, karyawati Puslitbangnak dan Balitnak serta anggota DWP Puslitbangnak. Pengumpulan dana dilakukan melalui dua cara yaitu rutin langsung dari gaji dan tidak rutin. Adapun jumlah anak yang mendapat  bantuan dana pendidikan sebanyak 27 orang terdiri dari 14 orang tingkat sekolah dasar, 4 orang tingkat mengenah pertama dan 9 orang tingkat menengah atas.

Berbeda dengan bantuan tahun sebelumnya, bantuan kali ini selain pemberian dana pendidikan juga diberikan alat tulis dan makanan penguat juga biaya tambahan pembelian kuota internet mengingat anak didik harus menjalankan belajar secara daring. (REP/II/NH)