Bogor, 02-Jul-2020


Tim Kajian Antisipatif dan Responsif Kebijakan Strategis Peternakan dan Veteriner (KAR-KSVP), Badan Litbang Pertanian (cq. Puslitbang Peternakan) menginisiasi kegiatan Virtual FGD Pengembangan Usaha Domba dan Kambing Berkelanjutan Mendukung Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) pada tanggal 23 Juni 2020. Hal ini lakukan dalam upaya mendukung percepatan penyerapan KUR terutama bagi usaha peternakan domba dan kambing untuk mendukung GraTieks.

FGD dibuka oleh Plh. Kepala Puslitbangnak Dr. Atien Priyanti yang dalam arahannya menyampaikan  melalui pertemuan ini diharapkan dapat menjembatani peternak kambing-domba yang tergabung dalam Kelompok Ternak. Hal ini  untuk mendapatkan bantuan pembiayaan dalam rangka peningkatan kapasitas usaha pengembangan ternak kambing-domba. Selain itu juga peningkatan kapasitas pengolahan pakan dan perluasan pemasaran hasil produksinya sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan peternak

Usaha ternak domba kambing bernilai strategis dalam pemberdayaan ekonomi pendesaan, sumber pangan/protein dan berpeluang ekspor mendukung program Gratieks. Usaha ini juga berpeluang tinggi untuk dikembangkan mengingat kebutuhan domestik yang cukup tinggi sekitar 5 juta ekor per tahun ditambah dengan permintaan ekspor ke beberapa negara seperti Arab, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Narasumber dalam FGD ini adalah Direktorat Pembiayaan Dtjen PSP, Kementerian Pertanian menyampaikan paparan dengan judul Program Kredit Usaha Rakyat dalam mendukung program ekspor domba kambing. Beliau sangat meng apresiasi FGD ini yang mendukung program Gratieks. Diharapkan bisa mendapatkan masukan-masukan dalam rangka percepatan penyerapan KUR.

Disampaikan juga pemerintah sudah menyediakan 190 trilyun. Saat ini penyerapan di bidang pertanian hampir mencapai 20 trilyun. Target KUR Pertanian sendiri sebesar Rp. 50 trilyun untuk 4 sektor meliputi tanaman pangan (14,23 trilyun), perkebunan (20,37 trilyun), hortikultura (6,39 trilyun) dan peternakan (9,01 trilyun).

Narasumber kedua dari HPDKI  Sumatera Utara yang menyampaikan Pengajuan KUR anggota HPDKI Sumatera Utara. Disampaikan bahwa peternak yang termasuk dalam HPDKI Sumatera Utara sudah menyepakati akan mengajukan KUR untuk meningkatkan pertumbuhan domba atau melakukan usaha pembiakan (breeding) yang tentunya memerlukan waktu panjang hingga 4 tahun. Berdasarkan pengalaman HPDKI Jawa Barat dengan bank Jabar pembiayaan untuk pengembangan domba bisa dilakukan hingga 4 tahun, diharapkan bank lain juga bisa.

Selanjutnya disamikan dengan melihat pangsa pasar Sumut yang cukup besar untuk domba, diperlukan Kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah, perbankan, Loka Penelitian dan stakeholders lainnya. Harapannya dengan adanya Kerjasama KUR semua elemen bisa bekerjasama mendukung program Gratieks.

FGD ini dimoderatori oleh Prof Ismeth Inounu. Sedangkan tim perumus adalah Dr Eko Handiwirawan dan Dr IGAP Mahendri.

Pertemuan yang dilakukan secara virtual ini, dihadiri sekitar 66 orang peserta berasal dari anggota Tim-KAR-KSPV; Lembaga pemerintah (Dit Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Propinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Serdang, Loka Penelitian Sapi Potong, Loka Penelitian Kambing Potong); Peternak Kambing-Domba yang tergabung dalam HPDKI Sumatera Utara, anggota kelompok UD Makmur dan peternak mandiri lainnya; perwakilan dari universitas di Sumatera Utara (Universitas Sumatera Utara, Andalas dan Panca Budi); Daops Manggala Agni; serta pengusaha yang pernah menjadi off taker (Bumi Peternakan Wahyu Utama dan PT Asia Global. Adapun narasumber dalam FGD ini adalah Direktur Pembiayaan, Ditjen PSP Kementan terkait Program Kredit Usaha Rakyat dalam Mendukung Program Ekspor Domba Kambing; dan Ketua HPDKI Sumatera Utara terkait Pengajuan KUR anggota HPDKI Sumatera Utara. (REP)