Bogor, 04-Jun-2020


Bogor – Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) melaksanakan sosialisasi Penilaian kualitas jurnal, predatory journal dan Etika Publikasi Ilmiah Rabu, 20/05/20 lalu. Sosialisasi ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan dapat diikuti melalui live streaming di media sosial Youtube Puslitbangnak.

Sosialisasi ini dilakasanakan untuk menginformasikan bagaimana kita-kiat mengetahui apakah jurnal yang akan mensubmit makalah para peneliti benar-benar legal terdaftar dalam SINTA. Hadir sebagai narasumber Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah RISTEK-BRIN, Dr. Lukman.

Akibat banyaknya predatory Journal dan tindakan pelanggaran etika dalam publikasi ilmiah, sejak tahun 2019 lalu Kemenristek-BRIN melaksanakan penyusunan satu regulasi yang terkait dengan Permen integritas Akedemik. Saat ini permen ini sudah diserahkan ke Kemendikbud.

Dr.Lukman menyebutkan bahwa di Indonesia saat ini ada 68.106 ISSN yang diterbitkan. Dari jumlah tersebut, hampir 40.000 adalah jurnal ilmiah, dan yang terbit kurang dari 10.000. Sementara perkembangan dalam analisis jurnal nasional terakreditasi, sebarannya masih didominasi oleh pulau jawa, sedangkan di bagian Indonesia yang lain masih sangat sedikit. Selanjutnya diharapkan penyebaran jurnal nasional yang terakreditasi ini bisa merata di seluruh Indonesia.

Perkembangan jurnal ilmiah internasional  di DOAJ saat ini ada 4.602 Jurnal. Indonesia menempati peringkat pertama di dunia untuk jurnal yang moment access (bisa diakses oleh siapa saja secara gratis). Namun dari 36.060 jurnal yang terdaftar di Scorpus, Indonesia hanya memiliki 64 jurnal yang terindeks Scorpus.

Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner (JITV) Puslitbangnak merupakan satu dari 64 jurnal terbaik di Indonesia yang saat ini sudah terindeks Scorpus. Dr. Lukman menyebutkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras tim JITV yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Dr. Lukman menyebutkan bahwa kriteria jurnal yang baik adalah jurnal yang memberikan informasi yang lengkap dan detail termasuk mencantumkan etika publikasi, template dan  biaya yang dibutuhkan jika ada. “Jadi bapak/ibu bisa melihat kelengkapan informasi dari jurnal ini. Kalau tidak lengkap lebih baik tulisannya dikirimkan ke jurnal yang lain. Semakin lengkap, semakin detail informasi dalam sebuah jurnal, semakin baik sehingga tidak terjebak dalam jurnal predator,” ungkapnya.

Sosialisasi ini dimoderatori oleh Prof. Ismeth Inounu dan diikuti oleh para peneliti lingkup Puslitbangnak dan Himpenindo.