Bogor, 13-Aug-2020


Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan telah melaksanakan Evaluasi Bekerja di aula Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu. Hadir dalam acara ini antara lain: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Indramayu yang diwakili oleh Kabid Sarpras, Pakan dan Penyluhan, Dadang dan Kasi Sarana dan Prasarana Supriya; TKSK dari tiga kecamatan; Vaksinator, Kepala Desa, Pendamping Desa (PD) dan Bendahara, dengan jumlah sekitar 180 orang.
Camat menyampaikan respon positif dan supportif terhadap pelaksanaan kegiatan maupun tindak lanjut ke depan jika diperlukan.

Acara dimulai dengan pemaparan hasil evaluasi oleh Puslitbangnak. Puslitbangnak menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program #Bekerja 2019. Meskipun #Bekerja telah selesai, diminta kepada PD untuk tetap melaporkan perkembangan populasi ayam, melalui TKSK.
Secara khusus PD Plawangan, Kec. Bongas menyampaikan terima kasih telah diberikan bantuan mesin penetas telur, dan telah mengikuti pelatihan di Bogor. Untuk pengoperasian mesin tetas masih mengharapkan pendampingan teknis. Adapun untuk modal kerja kelompok didukung penuh oleh Kepala Desa yang hadir juga dalam acara ini.

Evaluasi Dinas terhadap program #Bekerja menyatakan bahwa program ini sangat baik dan berhasil membantu masyarakat, termasuk berpengaruh baik dalam penangan masalah stunting di Indramayu. Oleh karenanya, Pemkab Indramayu telah menerbitkan Perbup No. 12 Tahun 2019 untuk pengembangan Desa Bangkit (Pengembangan Kawasan Itik) pada tahun 2019 yang akan diimplementasikan pada tahun 2020. Melalui Perbup ini, Kab. Indramayu akan dijadikan sebagai kawasan itik di Jawa Barat. Pelaksanaannya akan mengadopsi program #Bekerja, yaitu dengan memberikan bantuan bibit itik kepada masyarakat.

Untuk pengembangan lebih lanjut kegiatan program #Bekerja, terutama terkait dengan pemasaran produksi telur, Dinas telah menggandeng salah satu pengusaha (Bapak Karja) yang saat ini bergerak di bidang ekspor telur (bebek) asin. Pengusaha tersebut menyatakan siap menampung telur ayam KUB dari masyarakat. Untuk itu, diminta agar di masing-masing wilayah ada yang siap menjadi pengepul, bisa dari PD maupn TKSK.
Dalam rangka penyelesaian administrasi belanja 526, telah disampaikan kepada Dinas bahwa bantuan yang telah disampaikan melalui program #Bekerja akan ditindaklanjuti dengan proses hibah. Terkait hal ini, menyatakan siap membantu dan akan menyampaikan kepada Kadis.