Bogor, 19-Dec-2018



Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Sumbawa Drs. H. Didi Darsani, A.Pt, menyebut, kedepan pola pembibitan kambing boerka di Kabupaten Sumbawa harus dikelola lebih professional, karena hasil penelitian tidak mudah dan tidak murah, bahkan sangat mahal. Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan sebuah hasil penelitian.

“Terkait proses pembibitan yang sudah berjalan, Bupati minta agar pola penyerahan kepada masyarakat nantinya harus benar-benar disiapkan dan mengikuti prosedur,” katanya saat melaunching perbibitan Kambing Boerka, di Desa Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas, Senin (19/11/2018). 

Ia menjelaskan, masyarakat yang tergabung dalam kelompok peternak penerima bantuan, terlebih dahulu harus diberi pemahaman serta pelatihan yang baik, sekaligus dibagikan tips dan trik tentang pengembangbiakan kambing boerka. 

Bupati berharap di masa mendatang Kabupaten Sumbawa dapat menjadi salah satu daerah penghasil bibit kambing boerka yang mampu memenuhi kebutuhan di wilayah timur Indonesia atau bahkan secara nasional.

Sementara Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Dr. Ir. Saleh Mokhtar menyampaikan bahwa di Indonesia hanya terdapat dua tempat yang menjadi lokasi program pembibitan kambing boerka yaitu di Sumatera Utara, tepatnya di Loka Penelitian kambing potong.

“Dan kedua di Kabupaten Sumbawa yang merupakan satu-satunya di Provinsi NTB,” tuturnya.

M. Saleh mengatakan, Pemkab Sumbawa telah menyerahkan lahan seluas 7,6 hektar kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, yang berstatus pinjam pakai, yang diperuntukkan bagi kegiatan pembibitan kambing boerka.

Kementerian Pertanian telah menetapkan Kabupaten Sumbawa sebagai pusat pembibitan dan sentra pengembangan kambing boerka di wilayah timur Indonesia. Adapun bibit kambing boerka yang dihasilkan Kabupaten Sumbawa nantinya akan disebarluaskan ke seluruh wilayah NTB. 

Sebelumnya, Kepala Loka Penelitian Kambing Potong Dr. Simon Eliezer menyampaikan bahwa kambing boerka merupakan jenis kambing unggul hasil perkawinan silang (cross breeding) antara pejantan kambing “boer” dengan induk kambing “kacang”. 

Kambing boer dipilih karena potensi pertumbuhan dan bobot hidup yang tinggi dan memiliki sifat fertilitas yang baik. 

Pemilihan Kambing kacang karena merupakan jenis yang banyak diusahakan oleh peternak di pedesaan, karena system pemeliharaannya yang relatif mudah. Di masa mendatang kambing boerka memilliki potensi sebagai jenis kambing tipe pedaging yang relatif baik dan memiliki potensi sebagai bibit kambing unggulan.

 

Sumber berita: LPP Radio Republik Indonesia

 

 

loading...

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN