Bogor, 17-Nov-2018


Bogor(08/11/2018) Badan Penelitian dan Pengembangan Petanian - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar kegiatan Pangan Lokal Fiesta sekaligus Launching Model Agro  Industri Pangan Lokal untuk mendesiminasikan  Inovasi Balitbangtan dalam pengembangan pakan lokal.

Acara ini diselengarakan selama 3 hari tanggal 7 hingga 9 Nopember 2018 bertempat di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Kampus Pertanian Cimanggu, Bogor- Jawa Barat.

Pangan Lokal Fiesta memiliki beberapa agenda acara yaitu Launching Model Agro  Industri Pangan Lokal, Makan Mie Nusantara yang terbuat dari sagu, sorgum, jagung dan ubi kayu 100%  non terigu untuk 1000 anak sekolah SD dan SMP di Kota serta 400 tamu undangan.

Kegiatan lain sebagai rangkaian acara adalah bimbingan teknis, pameran inovasi dan teknologi pertanian,  lomba olahan pangan lokal, lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD, lomba photo pangan lokal dan demo olahan bersama praktisi pengguna pangan lokal untuk membuat aneka olahan yang enak, praktis, murah, sehat dan bergizi.

Partisipasi Puslitbangnak dalam rangkaian acara Pangan Lokal Fiesta 2018 ini, menampilkan Komoditas kelinci dan berbagai produk hasil penelitian  mendukung upsus siwab ( bioplus pedet, minoxvit, nano hormon  dan indigofera) serta publikasi berupa buku dan leaflet.

Dalam acara ini dilaksanakan juga talk show dengan tema “ Industrialisasi sumber karbohidrat pangan lokal  untuk subtitusi beras dan terigu” yang menghadirkan pembicara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Petanian yang juga ketua umum perhimpunan agronomi indonesia. Wakil ketua komisi IV DPR-RI, Pihak Pemda yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Maluku Tengah serta pelaku industri pangan lokal.

Pada acara tersebut dilakukan juga proses penandatanganan MOU antara Kepala  Balitbangtan dengan beberapa pemerintah daerah dan swasta serta perjanjian kerjasama antara Balai Besar Litbang Pascapanen dengan beberapa dinas pertanian dan swasta dalam hal pengembangan kawasan agro-industri.

Dari rangkaian acara Pangan Lokal Fiesta 2018 diharapkan menjadi kunci  pintu gerbang pembuka untuk intensifikasi hilirisasi dan komersialisasi teknologi diseluruh stackeholder. Pengembangan  Agro Industri dengan bahan baku pangan lokal menjadi ujung tombak  peningkatan nilai tambah proses dan produk. Konsep pengembangan agro industri pangan lokal akan mampu menghasilkan  suatu bentuk langkah kongkrit dalam mengurangi ketergantungan akan olahan tepung terigu dan beras serta upaya diversifikasi pangan menuju kedaulatan pangan.

loading...

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN