Bogor, 22-Oct-2018       English Version


Bogor (13/08/2018) Balitbangtan menyelenggarakan Temu Bisnis  "Invensi Bidang Peternakan" pada Minggu, 12 Agustus 2018. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Temu Bisnis Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) tersebut merupakan rangkaian Agro Inovasi Fair 2018 (AIF 2018) yang dilaksanakan oleh BPATP sejak 8 hingga 13 Agustus 2018. Pertemuan dihadiri oleh Kepala Bidang KSPHP dan Inventor lingkup Puslitbangnak serta calon mitra kerjasama Pusvetma, PT Kalbe Farma, Universitas Nusa Bangsa, Universitas Tirtayasa Banten serta pelaku peternakan.

Kepala BPATP Dr. Retno S.H. Mulyandari menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini perlu difasilitasi untuk mempertemukan inventor dan calon mitra yang diharapkan nantinya dapat terjalin kerjasama  linsensi atau pralisensi yang bisa saja menghasilkan invesi baru maupun kerjasama untuk  memproduksi dengan skala lebih besar atau secara massal.

Inovasi Balai Penelitian Ternak (Balitnak), salah satu UPT Puslitbangnak, yang dipresentasikan pada acara tersebut meliputi pakan aditif untuk induk atau sapi pejantan (Minoxvit) dan pakan aditif untuk pedet (Bioplus). Inovasi tersebut berpotensi untuk dikerjasamakan dengan mitra agar dapat diproduksi massal oleh industri, sehingga hasil dapat bermanfaat bagi masyarakat peternak yang membutuhkan, mengingat banyaknya permintaan namun terkendala bahan dan peralatan yang terbatas. Selain itu juga dipresentasikan invensi baru Enzim BS4 dan Green Leaves Concentrate 7 (GLF).

Sementara itu Balai Besar Penelitian mempresentasikan 5 Invesi yang relatif baru yaitu: Vaksin SE, Vaksin IBD, Kit Fumonisin,  Coliphaga serta Vaksin Paratuberkulosis.

Pusvetma Surabaya yang diwakili Kabid Kerjasama sebagai calon mitra sangat antusias untuk menjalin kerjasama terutama untuk vaksin SE. Namun Drh. Ani menekankan agar para peneliti BBLitvet menggunakan bahan penelitian yang harganya terjangkau dan mudah diperoleh dalam jumlah besar. Hal senada juga disampaikan oleh drh. Hasiholan Ritonga dari Kalbe Farma, bahwa Invensi yang  dihasilkan harus lebih efisien dibandingkan dengan produk komersial yang ada. (REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN