Bogor, 22-Aug-2018       English Version


Bogor (16/07/2018) Untuk mendukung target penurunan Emisi Tahun 2020, Pusat Penelitian Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) mengadakan Workshop Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Pengetahuan Peneliti tentang perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Peternakan Menggunakan Software ALU Tool pada tanggal 16-20 Juli 2018 di The Sahira Hotel Bogor.

Kepala Puslitbangnak Dr. Atien Priyanti M.Sc  menyampaikan workshop dan pelatihan ini merupakan kegiatan Badan Litbang Pertanian Proyek Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination (SmartD) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian dalam mengukur dan menghitung emisi gas rumah kaca (GRK) sektor peternakan dengan menggunakan Software ALU Tool.

Workshop dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Muhammad Syakir M.S dalam sambutan pembukaannya menyatakan ”Saya memandang topik dalam workshop ini sangatlah strategis. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebanyak 26% pada tahun 2020. Diharapkan pada tahun 2030 akan menurunkan emisi dari semua sektor sebesar 29% dengan usaha sendiri atau sampai 41% dengan bantuan pendanaan dari luar negeri.

 Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian teori tentang perubahan iklim, emisi GRK dari peternakan oleh Dr.Joel Gibbs yang berasal dari New Zealand dan disusul dengan pemaparan Bagaimana mengukur serta menghitung emisi GRK peternakan yang disampaikan oleh Dr.Stefan Muetzel yang juga berasal dari New Zealand. Pelatihan dilanjutkan dengan Penjelasan Panduan IPCC 2006 (dengan fokus ternak di sektor AFOLU) OLEH Dr.Leandro Buendia dari Philipina.

Sampai tahun 2016 penghitungan dari subsektor peternakan masih menggunakan metode Tier-1, Namun pengembangan hasil penelitian oleh Pusllitbangnak, yang menghasilkan beberapa nilai faktor emisi lokal Indonesia untuk semua jenis ternak, mengharuskan penghitungan dilakukan dengan metode yang lebih baik (Tier-2).

Pelatihan diikuti oleh sebanyak 36 peserta, yang terdiri dari 26 peneliti BPTP, 2 peneliti Balitnak, 3 peneliti Puslitbangnak, 2 peneliti Lolit Sapi Potong, 2 peneliti Lolit Kambing Potong dan 1 peneliti Balingtan. (REP/ICS)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN