Bogor, 25-Sep-2018       English Version


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati PRG Pasal 14 Ayat (1) berbunyi “Pengkajian terhadap PRG wajib dilakukan sebelum pelepasan dan peredaran”. Sementara itu, Pasal 14 Ayat (2) disebutkan “Pengkajian dilaksanakan berdasarkan permohonan tertulis yang diajukan oleh pemohon kepada Menteri yang berwenang atau Kepala LPND yang berwenang”. Dengan demikian, Tim TTKH bidang Kemananan Pakan PRG melaksanakan pengkajian terhadap jagung PRG Event MIR162 dan jagung PRG Event MIR604. Setelah dilaksanakan pengkajian tersebut Tim TTKH pada 12 Juli 2018 melakukan sidang pleno tentang hasil pengkajian keamanan pakan pada kedua jagung tersebut.

Tim Teknis Keamanan Hayati (TTKH) Bidang Pakan Produk Rekayasa Genetika (PRG) yang hadir terdiri dari Dr. Bess Tiesnamurti MSc., Prof. Dr. Ir. Bahagiawati AH, M.Sc., Dr. Nurhayati Diah Purwantari, Dr. Tike Sartika, Dr. Yeni Widiawati, Dr. Sutoro, Dr. Yantyati Widyawati, Dr. Imron, Muhammad Hunaina Fariduddin Ath-Thar. Si. M.Si. serta sekretaris Tim (Rahmad Quanta S.Pt). Dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. Ir. Muhammad Syakir M.S, selaku Wakil Ketua Bidang Keamanan Pakan PRG. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “Indonesia telah menerima berbagai produk rekayasa genetik dengan prinsip kehati-hatian dan kepentingan untuk petani. Hal yang sangat penting adalah bagaimana mengangkat produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh petani Indonesia sehingga pertanian kita dapat bergerak maju dan mensejahterakan petani. Hasilkan produk dengan daya saing yang baik tentu akan mampu menyaingi produk luar, kelola juga pertanian baik dari hulu sampai ke hilir".

Sidang pleno kali ini dipimpin oleh Koordinator TTKH Pakan PRG, Dr. Ir. Bess Tiesnamurti, M.Sc. yang dalam pembukaan menyampaikan permohonan masukan dari seluruh Tim TTKH Pakan PRG dalam penyempurnaan laporan hasil kajian jagung PRG Event MIR162 dan jagung PRG Event MIR604. Ringkasan laporan hasil pengkajian TTKH Pakan PRG tersebut kemudian akan disampaikan kepada ketua Komisi Keamanan Hayati (KKH) untuk diplenokan yang hasil akhirnya digunakan untuk mendapatkan sertifikat aman pakan.

Narasumber pada pleno ini yakni Dr. Yantyati Widyastuti tentang “Penyampaian hasil pengkajian keamanan pakan komoditas jagung PRG event MIR162” dan Dr. Yeni Widiawati tentang “Penyampaian hasil pengkajian keamanan pakan komoditas jagung PRG event MIR604”. Terdapat beberapa masukan perbaikan laporan baik dalam bentuk redaksi maupun substansi laporan untuk penyempurnaan laporan hasil pengkajian tersebut. (MIF/RQ)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN