Bogor, 18-Jul-2018       English Version


Lombok Tengah - Mengawali target 3 juta ekor distribusi paket bantuan ayam kampung KUB pada beberapa lokasi sasaran (1000 desa), Tim Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) yang diwakili oleh Drs. Lukman Affandhy dan Hilmi Panca Fitriyadi, S.Pt melakukan verifikasi data Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) yang akan memperoleh bantuan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Kegiatan ini berlangsung pada Senin - Jumat (2 - 6 Juli 2018) di tiga lokasi, yakni di Desa Marong, Desa Sukaraja, dan Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam realisasi pelaksanaannya, verifikasi kali ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, BPTP NTB, dan Koordinator Pusat dari BBLitvet, Dirjen PKH dan Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun). Secara rinci, kegiatan dimulai dengan koordinasi dengan Sekda Kabupaten Lombok Tengah, bersama dengan perwakilan dari seluruh Kecamatan dan Desa calon penerima program Bekerja.

Rencana paket bantuan tidak hanya materi ternaknya, tapi infrastrukturnya juga seperti kandang, pakan, vaksin/obat-obatan dan pendampingan manajemen pemeliharaan. “Adapun bantuan yang rencananya akan diberikan adalah Ayam Kampung KUB Balitbangtan beserta Kandang dan Pakannya, serta ada pula tanaman hortikultura dan tanaman tahunan kelapa,” ujar Lukman Affandhy.

Sebelumnya, pada Selasa - Kamis (22 - 24 Mei 2018) tim Lolitsapi yang diwakili oleh Dr. Dicky Pamungkas, M.Sc dan Drs. Lukman Affandhy turut hadir mendampingi Menteri Pertanian A. Amran Sulaiman dalam mensukseskan program #Bekerja di beberapa lokasi di Jawa Timur. Lokasi tersebut diantaranya adalah Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.

Amran mengungkapkan bantuan dalam Program #Bekerja komoditasnya diarahkan berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sasarannya difokuskan pada satu wilayah penduduk miskin yang dikelompokkan dalam 3 klaster. Setiap klaster, penduduk miskin berjumlah 5 hingga 10 ribu. Solusi jangka pendek dan menengahnya melalui bantuan sayur-sayuran dan bibit ayam petelur berumur dua bulan beserta kandang dan pakan.

“Untuk ayam, bantuan yang diberikan 50 ekor per rumah tangga prasejahtera. Saat usia enam bulan menghasilkan 50 butir per hari dengan masa produktif dua tahun. Sehingga pendapatan Rp 2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan,” ungkap Amran.

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek