Bogor, 23-Apr-2018       English Version


SUNGAISELAN, BANGKA POS - Kelompok Tani Tunas Baru Kelurahan Sungaiselan Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah mengenalkan Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT) Sapi Sawit dengan memanfaatkan pelepah sawit sebagai pakan sapi dan limbah sapi (kotoran) sebagai pupuk tanaman sawit.

Hadir dalam acara Temu Lapang tersebut, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Atin Priyanti dan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Haris Syahbuddin, Selasa (27/3).

Setibanya Kapuslitbangnak Atin Priyanti, Kepala BBP2TP Haris Syahbuddin serta Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh langsung disambut Tarian Sekapur Sirih di pintu kedatangan dan dikalungi bunga.

Dalam sambutannya Atin mengungkapkan rasa bangga kepada Kelompok Tani Tunas Baru yang gigih dan tidak pantang menyerah pasca dilanda banjir.

“Pasca banjir tahun 2015 lalu saya kembali ke Sungaiselan dan bertanya kepada Ketua Poktan Tunas Baru, apakah masih mau meneruskan kegiatan pendampingan ini? Dan mereka dengan tulus menjawab selalu siap untuk hal itu,” ungkap Atin saat memberikan sambutan di hadapan para tamu undangan.

Menurut Atin, usaha dan upaya Kelompok Tani Tunas Baru lah yang selama ini menjadikan perkebunan sawit dengan hasil yang jauh lebih baik.

Hal yang sama juga dilontarkan Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh dalam sambutannya yang mengajak tamu undangan untuk segera mendownload aplikasi ‘Takesi’ (Teknologi Android Kesehatan Sapi).

“Dengan adanya Takesi juga akan semakin mendukung para petani dalam merawat dan mengimplementasikan SITT ke lahan pertaniannya. Ini adalah teknologi yang murah seka­ligus efesien dan informatif,” katanya.

Acara yang dihadiri oleh BPTP dari 19 provinsi ini sekaligus mengenalkan SITT di kancah nasional.

Bukan hanya SITT namun produk-produk ternak unggulan dari kelompok tani se-Kabupaten Bangka Tengah juga turut dipajang.

Acara berlanjut dengan penyerahan Buku ‘400 Teknologi Inovasi Pertanian’ dan bantuan sapi secara simbolis dari Kapuslitbangnak kepada Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh serta diteruskan panen pedet dan peninjauan kandang sapi bersama.

Hari ini (Rabu,red) di Aula BPTP berlangsung Rakor Kinerja Pengawalan dan Pendampingan SITT melalui Pendekatan Laboratorium Lapangan (LL) dan Sekolah Lapang (SL).

Rakor ini diikuti oleh 19 Kepala BPTP, para peneliti dan pendamping SITT, Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten se Babel. (advertorial/q3)


Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Kelompok Tani Sungaiselan Perkenalkan Sistem Integrasi Sapi-Sawit, http://bangka.tribunnews.com/2018/03/28/kelompok-tani-sungaiselan-perkenalkan-sistem-integrasi-sapi-sawit.

Editor: fitriadi

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek