Bogor, 16-Nov-2018


Info Teknologi  - Rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) cv. Taiwan merupakan salah satu jenis rumput gajah yang sangat disukai oleh sapi maupun domba karena daunnya lebar, bulu dipermukaan daun halus, dan batang lunak. Petani ternak juga banyak yang menanam karena mudah dibudidayakan, jumlah anakan banyak, produktivitas tinggi, kandungan gizi tinggi (protein kasar >7%), dan nilai kecernaan mencapai 55 – 70%.

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam usaha agribisnis ternak sapi dan domba adalah produktivitas ternak yang rendah disebabkan oleh rendahnya kualitas pakan, dan ketersediaanya saat kemarau terbatas. Hampir 90% pakan ternak ruminansia berasal dari hijauan dengan konsumsi segar perhari 10 - 15% dari berat badan, sisanya berupa konsentrat dan pakan tambahan (feed supplement). Ketersediaan pakan pada musim kemarau bermasalah disebabkan oleh kekeringan dan kurangnya penerapan teknologi pengawetan. Ketersediaan rumput potong yang berpotensi produksi tinggi, memiliki kandungan protein tinggi serta toleran kekeringan dapat membantu petani ternak mengatasi masalah kualitas pakan dan produksi rumput saat kemarau.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui kolaborasi para peneliti BB Biogen dan Puslitbangnak memanfaatkan Bioteknologi selular untuk mendapatkan varietas unggul rumput gajah baru berprotein tinggi dan toleran kekeringan untuk menjamin ketersediaan pakan hijauan sepanjang tahun. Menurut Dr Ali Husni, peneliti Bioteknologi BB Biogen, perakitan varietas unggul ini menggunakan kombinasi aplikasi iradiasi terhadap populasi kalus embriogenik hasil kultur in vitro pada rumput gajah untuk menghasilkan keragaman genetik baru dan seleksi in vitro dalam media kultur menggunakan PEG sebagai agen seleksi toleran kekeringan. Sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang dalam media seleksi dapat diregenerasi menjadi tanaman baru pada formulasi media tertentu sehingga diperoleh tunas atau plantlet kandidat rumput gajah toleran kekeringan secara cepat. Kestabilan genetik sifat toleransi kekeringan perlu dilakukan uji rumah kaca dan uji lapang.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap toleransi kekeringan diperoleh 16 nomor yang potensial toleran kekeringan karena mampu hidup kembali setelah dilakukan cekaman kekeringan selama 3 bulan. Kandungan prolin dari nomor-nomor tersebut juga lebih besar dari tanaman asalnya. Hasil Sekuensing terhadap genom putativ mutan berdasarkan EST-SSR yang potensial menunjukkan terjadinya mutasi baik dalam bentuk indel (insersi/delesi) dan single analisis proksimat, kandungan protein dari putative mutan ada yang meningkat dua kali lipat (>100%) dari 8.84% menjadi 17.47% dari berat kering. Pada tahun ini akan dilakukan uji adaptasi untuk melihat kestabilan keunggulan dari masing-masing mutan dan perbanyakan bibit mutan potensial secara in vitro. Rumput ini diharapkan dapat mendukung Upsus Siwab untuk mencapai swasembada daging sapi atau protein. Daerah potensial untuk pengembangan rumput ini nantinya Jawa, Bali dan Lombok, serta daerah lain yang pemeliharaan ternaknya intensif.

 

loading...

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN