Bogor, 23-Apr-2018       English Version


Dalam upaya mempertajam dan memperkaya penelitian dan pengembangan ayam kampung unggul lokal (ayam merawang), Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) melaksanakan Protokol diskusi di Bogor tanggal 12 Januari 2018. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Puslitbangnak Dr. Atien Priyanti yang dihadiri oleh pejabat struktural satker tekait, tim evaluator Puslitbangnak, peneliti Puslitbangnak, peneliti BB Litvet, dan peneliti Balitnak.

Untuk meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lokal dan mengurangi impor bibit Grand Parent (GP), diperlukan terobosan baru dengan membentuk GP ayam lokal yang merupakan SDG ayam Indonesia dan telah adaptif dengan kondisi lingkungan Indonesia. Hal ini didukung Ditjen PKH maupun HIMPULI dalam blue print ayam lokal, yaitu meningkatkan pangsa pasar ayam lokal menjadi 25%.

Ayam Merawang  telah ditetapkan sebagai rumpun ayam lokal yang berasal dari Desa Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka-Belitung (SK. Menteri Pertanian no 2846/Kpts/LB.430/8/2012). Ayam Merawang baru dikembangkan di BPTU-HPT Sembawa dan masih dalam proses perbanyakan, seleksi  kuantitatif, dan penyebaran  ke daerah tertentu dengan skala terbatas dan masih dalam bentuk uji coba.

Ayam Merawang mempunyai potensi untuk dikomersialisasikan dengan ditingkatkan produktivitasnya melalui seleksi pembentukkan GGP/Great Grand Parent/Pureline untuk dibangun struktur pembibitan kearah pembentukan GP/Grand Parent, PS/Parent Stock dan FS/Final Stock. Dengan berkembangnya teknologi molekuler perlu digali potensi genetik ayam merawang berdasarkan marka molekuler yang berkorelasi dengan produktivitas (sifat pertumbuhan dan kualitas karkas) untuk menunjang  seleksi yang cepat (MAS/Marker Assisted Selection).

Output yang diharapkan dari protokol diskusi ini meliputi: (i) program aksi yang akan dilaksanakan untuk kegiatan riset pengembangan ayam lokal (ayam merawang); dan (ii) menghimpun saran/masukan untuk penyempurnaan proposal riset dan tindak lanjutnya. 

Tim Perumus dalam kegiatan ini adalah Prof (R). Dr. Ir. Ismeth Inounu, MS, Dr. Ir. Elizabeth Wina, M.Sc.Agr dan Ir. Bambang Setiadi, MS (REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek