Bogor, 26-Sep-2018       English Version


Protein merupakan unsur penting dalam pakan ternak. Pakan dengan kandungan nutrien yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan ternak akan menghasilkan produktivitas yang baik. Kebutuhan protein dalam pakan ternak khususnya domba biasanya dipenuhi dari hijauan, kacang-kacangan ataupun bungkil tanaman.

Ternak ruminansia tidak mendapatkan semua kebutuhan protein dari rumen. Oleh karena itu, untuk mencapai produktivitas yang optimal, ternak ruminansia harus diberi bahan pakan yang merupakan sumber protein yang tidak terdegradasi dalam rumen (by-pass protein).

Saat ini telah ditemukan sumber protein baru bagi ternak domba yaitu tepung bulu ayam. Bulu ayam yang biasanya dibuang sebagai limbah, sekarang dapat dibuat menjadi tepung dan dimanfaatkan sebagai sumber protein pada pakan domba.

Bulu ayam yang tidak diproses memiliki kecernaan yang rendah, yakni sebesar 5,8%. Oleh karenanya, sebagai sumber protein, bulu ayam perlu diproses menggunakan tekanan uap tinggi atau rendah, atau dengan penggunaan bahan kimia seperti hydrochloric acid atau Sodium hidroxide.

Produk ini memiliki kandungan by-pass protein yang sangat tinggi. Pemrosesan terhadap bulu ayam broiler dengan hydrochloric acid konsentrasi 12% bisa menghasilkan tepung bulu ayam dengan 47% by-pass protein.

Protein tepung bulu ayam dapat mensubstitusi sumber protein konvensional (misalnya tepung bungkil kedelai, tepung kelapa, tepung ikan) sebanyak 10%. Rataan kecernaan bahan kering, bahan organik dan NDF secara berurutan adalah 68,7; 69,6 dan 60,9%.

 Info lebih lanjut: Balai Penelitian Ternak (Dwi Yulistiani, Wisri Puastuti dan I Wayan Mathius)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN