Bogor, 21-Jun-2018       English Version


Tim Teknis Keamanan Hayati (TTKH) Bidang Keamanan Pakan Produk Rekayasa Genetik (PRG) (Dr. Bess Tiesnamurti, Prof. Bahagiawati, Dr. drh Sri Muharsini, Dr. Tike Sartika, M. H Faridudin Ath-Thar, M.Si,  Ir. Artaria Misniwaty dan Rahmad Quanta, S.Pt) telah menggelar Seminar pada kegiatan ILDEX 2017, tanggal 20 Oktober 2017 di JI EXPO Kemayoran, Jakarta. Seminar dibuka oleh Kepala Bidang KSPHP Puslitbangnak (Dr. Endang Romjali) dan dimoderatori oleh Koordinator TTKH Pakan PRG, Dr. Bess Tiesnamurti. Narasumber dalam seminar adalah Prof. Bahagiawati dengan topik “Isu dan Fakta PRG: Menanggapi Kampanye Hitam di Medsos” dan Dr. Sri Muharsini dengan topik “Tata Cara dan Mekanisme Pengkajian Pakan Produk Rekayasa Genetik berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No: 36/Permentan/LB.070/8/2016". Pada saat bersamaan didistribusikan buku saku Permentan dan Leaflet terkait dengan Pengkajian Keamanan Pakan Produk Rekayasa Genetik. 

Pengkajian hormon pertumbuhan (Growth Hormone) yang digunakan pada ikan bila diberikan sebagai pakan termasuk dalam ruang lingkup Permentan Pengkajian Pakan PRG, tetapi bila dilakukan vaksinasi terkait dengan jasad renik maka merupakan ranah pengkajian TTKH Bidang Keamanan Lingkungan.  Sebagai informasi saat ini sudah terdapat ikan salmon PRG dan sudah diizinkan.

Pada dasarnya residu aflatoxin tidak termasuk dalam ranah pengkajian pakan PRG, akan tetapi saat ini terdapat beberapa jagung PRG yang dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap jamur Aspergillus, sehingga proses pengkajian dilakukan pada jenis jagung PRG yang memiliki sifat toleran terhadap jamur tersebut.

Untuk meningkatkan adopsi Bioteknologi di Indonesia Tim TTKH Pakan PRG sudah melakukan sosialisasi di beberapa lokasi  di Indonesia. Selain itu TTKH Pakan PRG juga berupaya meyakinkan para pengambil kebijakan untuk dapat menerima produk rekayasa genetik.  Prospek vaksin PRG saat ini cukup besar dan sudah terdapat 2-3 produk yang sudah mendapatkan sertifikat keamanan lingkungan.

Seminar dihadiri oleh 62 peserta yang berasal dari berbagai instansi terkait sektor peternakan seperti Karatina, BPMSP Bekasi, Universitas (Unsoed, IPB, Unand, Unpad, Unila), Dinas Pertanian Banyuwangi, distributor daging, dan pihak Swasta (Milan Farm, PT. Kalbe Farma, PT. Medion). (RQ/REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek