Bogor, 24-09-2017       English Version


Permintaan akan benih Indigofera di Lolitkambing terus meningkat setiap tahun oleh kalangan Petani, Pengusaha, peneliti serta Instansi pemerintah

Tanaman Indigofera merupakan tanaman legum yang memiliki nilai nutrisi yang cukup tinggi sebagai sumber pakan ternak. Perlu dikembangkan secara berkesinambungan dengan tetap menjaga kelangsungan fungsi dan kemampuannya dalam memenuhi pakan ternak. Umumnya perbanyakan dilakukan dengan benih. Pendistribusian benih Indigofera sering terkendala dengan ketersediaan serta kualitasnya yang rendah. Sehingga perlu dilakukan perbanyakan tanaman induk Indigofera sebagai sumber produksi benih sebagai upaya memenuhi kebutuhan.

Untuk memperoleh tanaman induk yang baik maka dilakukan persiapan benih dengan menyeleksi benih yang berkualias agar hasilnya lebih baik. Benih yang warnanya coklat kekuningan dengan permukaan yang mulus mencirikan benih yang baik untuk digunakan sebagai benih Indigofera. Benih disemai pada 26 tanah yang gembur dan ditutup dengan naungan agar tidak langsung terkena matahari.

Benih akan mulai tumbuh pada umur 7 hari dan pada hari 20 tinggi benih meneapai 5 cm dapat dipindahkan ke dalam polybag. Perawatan berupa penyiraman dilakukan setiap hari selama 30 hari hingga tanaman mencapai tinggi 20 cm. Tanaman Indigofera sebagai sumber benih sebaiknya dilakukan seleksi bibit yang ada di polybag, dengan memperhatikan kesempurnaan pertumbuhan tanaman berupa tinggi tanaman yang cukup (20 cm), jumlah tangkai daun (5 tangkai), warnanya hijau muda, mulus dan cerah serta tidak cacat (patah pueuk dan bersih dari serangan hama).

Lolitkambing saat ini telah memiliki sebanyak 100 pohon induk Indigofera sebagai sumber benih yang dapat dipanen setiap bulan guna memenuhi seluruh permintaan stakeholder. Untuk meningkatkan produksi benih dilakukan perawatan terhadap pohon induk indigofera berupa penyiangan, pemupukan dengan fosfat alam dengan dosis 250 kq/ha dan biofosfat lkg/ha, serta pupuk kandang 20 ton/he dilakukan sebanyak 2 kali setahun. Dengan demikian benih yang akan diperoleh hasil yang diperoleh cukup besar dan bernas.

Untuk menghindari adanya hama penyakit pada tanaman seperti penggerek batang, dilakukan pencegahan berupa penyemprotan insektisida keseluruh areal pembibitan dan apabila sudah terserang hama sebaiknya pohon induk ditumbang dan dibakar agar tidak menular kepohon induk lainnya.

Pemanenan benih dilakukan pada tanaman induk yang sudah berumur 11 bulan, benih yang sudah tua ditandai dengan polong terlihat coklat dan menghitam, selanjutnya dikumpul dan dijemur kering matahari selama 3 hari lalu di tumbuk menggunakan alu dan diayak untuk memisahkan polong dengan bijinya. Setelah itu benih siap untuk disebar ke berbagai daerah seluruh Indonesia.

 

Sumber: Lolit Kambing Potong

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional