Bogor, 24-09-2017       English Version


Puslitbang Peternakan (13/09/2017), Pertemuan yang dibuka oleh Sekretaris Balitbangtan (Sesba) Dr. M. Prama Yufdy membahas mengenai penyempurnaan naskah akademik mengenai usulan penataan UPT di lingkup Puslitbangnak, didampingi oleh Kepala Puslitbangnak (Dr. Atien Priyanti) dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian (OK) Kementan yang diwakili oleh kabag Tata Laksana dan reformasi Birokrasi (Drs. Nawawi Nata, MSi). Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala UPT, struktural dan peneliti senior di lingkup Puslitbangnak.

Kepala Balitnak (Dr. Soeharsono) memaparkan usulan perubahan nomenklatur Balitnak menjadi Balai Penelitian Unggas dan Aneka Ternak, dengan demikian Balitnak akan lebih berfokus kepada ternak unggas (ayam kampung dan itik dan bebek serta aneka ternak seperti kelinci dan rusa”.

Kepala Lolit Sapi Potong (Dr. Dicky Pamungkas) memaparkan beberapa alasan mengapa Lolit Sapi dapat ditingkatkan menjadi Balai Penelitian Ruminansia Besar yaitu guna mendukung pencapaian swasembada protein melalui strategi inovasi teknologi di bidang peternakan khususnya sapi potong dan Upsus Siwab. Disamping itu dengan menjadi Balai penelitian akan meningkatkan peranan dalam mengeksploitasi kekayaan nusantara di bidang ruminansia besar”. Beberapa pengakuan dari pihak luar baik itu ISO ataupun KAN serta beberapa lembaga internasional merupakan nilai tambah yang dapat dipertimbangkan peningkatan eselon tersebut.

Kepala Lolit Kambing (Dr. Simon Elieser), menyampaikan “perubahan menjadi balai akan memberi keleluasaan dalam meningkatkan kinerja di bidang ternak ruminansia kecil (kambing potong, kambing perah dan domba)”, sehingga program nawacita dalam mendukung swasembada protein dapat optimal dilaksanakan.

Menurut Drs. Nawawi Nata, MSi, “nomenklatur nama diharapkan lebih mendorong pegawai didalamnya agar termotivasi. Selain itu, pelayanan publik di UPT yang akan menjadi balai harus ditingkatkan agar masyarakat lebih mengenal informasi UPT. Nama akan mempengaruhi seberapa besar suatu UPT mengemban nama tersebut dengan baik” tukasnya.

Beberapa masukan atau saran dari para peneliti senior diantaranya Prof Sjamsul Bahri, “dengan peningkatan ini akan sangat bagus sekali untuk perkembangan di dunia peternakan karena lebih spesifik di bidang keahliannya, proses tersebut perlu penyesuaian SDM dalam perubahan/pemindahan ini”. Menurut Prof Ismeth Inounu, perubahan tersebut akan menjadi lebih terakomodir/lebih terfokus bidang penelitian peternakan masing-masing nantinya, nama balai memang sebaiknya harus memotivasi” tegasnya. Kemudian menurut Prof Sofjan iskandar, balai penelitian unggas ini nantinya diharapkan dapat memperbanyak hasil-hasil penelitian di bidang unggas, sesuai dengan nama yang akan ditentukan untuk balai ini.

Galeri Foto Kegiatan

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional