Bogor, 23-11-2017       English Version


Pertanian memegang peranan penting dalam upaya mencapai ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan dan pertumbuhan berkelanjutan. Sektor pertanian rentan terhadap dampak perubahan iklim dan menghadapi tantangan serius untuk meningkatkan produksi pangan dunia, secara bersamaan mengurangi kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. Sehubungan dengan itu diperlukan peningkatan kerjasama riset dan investasi untuk melakukan mitigasi dan menciptakan teknologi adaptif dalam upaya membuat system pertanian yang lebih produktif.

GRA merupakan framework yang melakukan aksi secara sukarela untuk meningkatkan kerjasama investasi dalam riset terkait dengan upaya mereduksi emisi gas rumah kaca (GRK) dalam sistem produksi pertanian, meningkatkan potensi karbon sekuestrasi, meningkatkan efisieni, produktivitas, ketahanan dan kapasisitas adaptasi, sehingga berkontribusi secara berkelanjutan dalam upaya mitigasi disamping membantu upaya pencapaian ketahanan pangan.

The Global Research Alliance on Agricultural Greenhouse Gases (Aliansi Riset Global dalam Gas Rumah Kaca Pertanian) disingkat GRA didirikan berdasarkan non-binding Charter hasil Senior Official Meeting (SOM) 2 Maret 2011 di Versailles-Prancis, sebagai kelanjutan dari UNFCCC Conference Parties (COP) ke 15 Desember 2009 di Copenhagen-Denmark dan SOM 1 April 2010 di Wellington-New Zealand. Sampai dengan saat ini GRA memiliki 47 negara anggota, 44 partner dan 4 grup riset: (1) Cropland Research Group (CRG), (2) Livestock Research Group (LRG), (3) Paddy-Rice Research Group (PRG) dan (4) Integrative Research Group (IRG).

Dr. Bess Tiesnamurti (Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan) telah menghadiri GRA Council Meeting dan Science Symposium yang dilaksanakan di Tsukuba, Ibaraki-Ken, Jepang selama 7 (tujuh) hari mulai tanggal 28 Agustus 2017 – 2 September 2017.

Pertemuan dibuka oleh Direktur JIRCAS sebagai ketua GRA, dihadiri oleh sekitar 79 orang peserta, dari 26 negara anggota, 6 negara pengamat, partisipan dari CGIAR (CCAFS, ICRISAT, IRRI) dan organisasi lainnya seperti FAO, The ADB, CATIE,CCAC/UNEP. Simposium internasional diahadiri oleh peserta pertemuan GRA Council, peneliti NARO dan JIRCAS dan peneliti dari proyek yang dilaksanakan oleh JIRCAS.

Pertemuan GRA Council di Tsukuba, Jepang 29-30 Agustus 2017 memfasilitasi diskusi tentang kegiatan dalam GRA Flagships dan mekanisme perencanaan bersama untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai flagships, disamping menggalang kerjasama dengan partners yang akan berkontribusi pada kegiatan riset yang memungkinkan GRA mengimplementasikan hasil riset pada lahan petani.

Setelah Pertemuan GRA Council pada 31 Agustus 2017 diselenggarakan International Science Symposium on Agricultural Greenhouse Gas Emissions yang diorganisir oleh NARO dan JIRCAS. Tema dari symposium adalah “Memproduksi Pangan Sekaligus Menjaga Kelestarian Lingkungan”  yang dalam bahasa Jepang “Tsukurinagara Mamoru”.

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID