Bogor, 23-11-2017       English Version


Canberra, 6-10 Agustus 2017. Selama lima hari KaLolitsapi (Dr. Dicky Pamungkas) bersama Dr. Yudi Sastro (Puslitbanghorti) dan Dr. Ening Ariningsih (PSE) mendapat tugas dari Balitbangtan menghadiri undangan dari pemerintah Australia terkait event The Crawford Parliamentary Conference dengan tema Transforming lives and livelihoods: The Digital Revolution in Agriculture. Konferensi dilakukan selama dua hari (7-8 Agustus)dengan acara networking dinner dan presentasi yang disampaikan oleh Dr. Lindiwe Majele Sibanda dengan tema A New Narrative for Ending Hungger.  Pembicara merupakan Vice President for Country support, Policy, and Delivery at Alliance for Green Revolution in Africa dananggota The Policy Advisory Council of the Australian Center for International Agricultural Research. Event kedua adalah The Mobile Acquired Data (MAD) Showcase dengan Welcome Speech disampaikan oleh Direktur Crawford Fund, The Hon John Anderson AO, dilanjutkan dengan ministerial opening oleh Deputi Prime Minister, The Hon John Barnaby Joyce MP.  Penggunaan teknologi informasi adalah untuk menyampaikan informasi hasil penelitian kepada masyarakat yang dimulai dari managemen yang dikelola secara cermat dan akurat.

Beberapa poin penting hasil pertemuan: (a) Data yang bebas dan terbuka (open and freely data) diperlukan dalam membangun ketahanan pangan dunia. Perkembangan internet mendukung keterbukaan data. Data harus dapat ditemukan (findable), dapat diakses (accessible), masuk di akal (makes sense), dan menyelesaikan masalah (solves a problem), (b) Masalah kurangnya informasi yang normalized, layak dipercaya (reliable), dan real time membuat pasar pertanian tidak efisien dan berisiko sulitnya manajemen.  Hal ini terjadi karena pelaku pasar pertanian secara signifikan menerima informasi yang asimetri (information asymmetry).  Diperlukan bahasa yang umum/sama sehingga semua pihak dapat memahami dan menganalisis semua data terkait pertanian. (c) Isu kebutuhan Nutrisi dapat digunakan untuk membentuk respons suplai dalam pertanian.  Lahan pertanian yang lebih beragam menghasilkan lebih banyak pangan dan nutrien.  Dalam hal ini, pertanian kecil dan sedang menghasilkan antara 50-75% dari pangan dunia.  Pola serupa juga terjadi untuk nutrien.  Seiring dengan meningkatnya ukuran lahan pertanian, keragaman pertanian akan menurun.  Tantangannya adalah bagaimana kita meningkatkan intensifikasi yang berkelanjutan tanpa kehilangan keragaman. (d) Penelitian menggunakan Mobile Acquired Data  (MAD) yang menghasilkan data real time memberikan manfaat yang besar bagi petani.  Dengan menggunakan MAD peneliti tidak hanya mengumpulkan data dan informasi dari petani, melainkan juga dapat memberikan masukan/feed back kepada petani dengan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan tersebut karena data dan informasi dapat langsung dilihat hasilnya secara real time.

 

Sumber : Loka Penelitian Sapi Potong

 

 

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID