Bogor, 23-11-2017       English Version


 

Pekan Nasional Perubahan Iklim (PNPI) menjadi salah satu rangkaian acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017dengan tema “Translating Nationally Determined Contribution (NDC) Into Actions”. PNPI dihadiri oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo dilaksanakan pada tanggal 2-4 Agustus 2017 di Auditorium Wiyata Manggala Wanabakti gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Acara dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dr. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc) yang dalam sambutannya menyampaikan beberapa langkah strategis pembangunan sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Indonesia antara lain: Alokasi sumberdaya hutan untuk pemerataan ekonomi; Pengendalian deforestasi dan degradasi hutan/lahan; Konservasi dan pemeliharaan bio-diversity dan biosfer; Peningkatan produksi dan produktivitas hutan dan jasa lingkungan; Pengendalian kejahatan lingkungan; Kemitraan dan keterlibatan multi stakeholders dalam rantai usaha sumberdaya hutan dan sumberdaya sampah/limbah dan dalam pengawasan sosial perizinan dan pengendalian lingkungan serta dalam mendorong law enforcement.

Acara PNPI ini meliputi  Rakor/seminar/workshop/dialog/talkshow, pemberian penghargaan, showcase ‘good practices’ pada pameran, perlombaan, media coverage, hiburan masyarakat bertemakan perubahan iklim.

Narasumber dalam kegiatan Pekan Nasional Perubahan Iklim (PNPI) adalah Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya Bakar), Ketua APHI (Indroyono Soesilo), Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam (Arifin Rudiyanto),  Direktur Konservasi WWF Indonesia (Arnold Sitompul, PhD), dan stakeholder terkait Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Indonesia.

Puslitbang Peternakan bergabung dengan UK (Unit Kerja) dibawah Balitbangtan (Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Hortikultura, Puslitbang Perkebunan, BBSDLP, BPPTP, Pustaka, BPATP) memamerkan berbagai teknologi hasil penelitian Balitbangtan dalam bentuk buku, leaflet, banner dan produk. Puslitbangnak tampil dengan leaflet Leguminosa dan Penurunan Emisi Gas Metana, buku yang mendukung Emisi dan Mitigasi (Daya Dukung Produk Samping Tanaman Pangan Sebagai Pakan Ternak Ruminansia di Daerah Sentra Ternak, Data Inventory and Mitigation on Carbon Emission and Nitrogen Recycling from Livestock, Potensi bahan Pakan Lokal untuk Menurunkan Gas Metana Ternak Ruminansia, Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan Menggunakan Metode Tier 2). Potensi dan Pemanfaaatan Bahan Pakan Inkonvensional sebagai Pakan Ternak serta Jurnal JITV dan Wartazoa. (BAR/REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID